Pada minggu lalu sebelum krisis politik Mesir berlanjut, sudah cukup banyak
bandar minyak ('oil hedge funds') yang mundur dari taruhan 'bullish' minyak
mentah. Sejumlah spekulator minyak mentah mengurangi posisi 'net-long'
terhadap komoditas minyak mentah.

Namun demikian, menjelang akhir pekan lalu, taruhan 'bear' tersebut berbalik
arah karena harga minyak mentah justru melonjak. Minyak naik 4,3% hanya pada
satu hari saja, 28 Januari 2011, dan itu mampu menghapus penurunan selama
pekan itu sebesar 3,9%. Michael Lynch, Presiden Strategic Energy & Economic
Research, menyatakan "Orang-orang yang menjual posisi 'net-long' minyak
mentah awal pekan lalu jelas dalam posisi rugi." Fenomena lonjakan yang
benar-benar di luar diperkiraan ini  dipersamakan dengan argumentas 'black
swan' dari buku 'best-seller' yang ditulis oleh Nassim Taleb 2007 lalu.
Dalam buku yang berjudul "Black Swan: The Impact of the Highly Improbable",
Taleb berargumentasi bahwa sejarah dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang
jarang namun menimbulkan dampak yang serius yang pada akhirnya dapat
mengguncang pasar. Argumentasi ini berawal dari kesalahpahaman yang sudah
berakar sejak lama dalam peradaban manusia bahwa semua angsa ('swan')
berwarna putih.

Apakah 'black swan' ini juga akan menghampiri IHSG atau sejumlah tertentu di
antaranya? Bisa jadi dengan teori 'follow-on effect', saham-saham tertentu
yang diuntungkan dengan kondisi/sentimen serupa akan bergerak linear dengan
saham-saham saudaranya di luar sana.

http://www.bloomberg.com/news/2011-01-31/hedge-fund-bears-blindsided-by-oil-surge-on-egypt-protest-energy-markets.html

'+'

Kirim email ke