TINS, gocekan BD. Besok baru ditarik...... Hajaaaaarrr....!!!!

Salam,
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: ahmad saharjo <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 31 Jan 2011 21:47:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Bandar Minyak 'Bear' Rugi Besar

Kenaikan harga minyak mentah yang cukup spektakuler tdk membawa pengaruh 
positif bagi saham2 tambang karena tersandera oleh sentimen negatif, termasuk 
harga timah yang telah menembus level US$30,000/mt tertinggi sepanjang sejarah, 
juga nggak ngaruh apa2 terhadap saham TINS yang justru ikut berkubang di zona 
negatif.

--- On Sun, 1/30/11, positif01 <[email protected]> wrote:

From: positif01 <[email protected]>
Subject: [saham] Bandar Minyak 'Bear' Rugi Besar
To: 
Date: Sunday, January 30, 2011, 7:19 PM







 



  


    
      
      
      Pada minggu lalu sebelum krisis politik Mesir berlanjut, sudah cukup 
banyak bandar minyak ('oil hedge funds') yang mundur dari taruhan 'bullish' 
minyak mentah. Sejumlah spekulator minyak mentah mengurangi posisi 'net-long' 
terhadap komoditas minyak mentah.

Namun demikian, menjelang akhir pekan lalu, taruhan 'bear' tersebut berbalik 
arah karena harga minyak mentah justru melonjak. Minyak naik 4,3% hanya pada 
satu hari saja, 28 Januari 2011, dan itu mampu menghapus penurunan selama pekan 
itu sebesar 3,9%. Michael Lynch, Presiden Strategic Energy & Economic Research, 
menyatakan "Orang-orang yang menjual posisi 'net-long' minyak mentah awal pekan 
lalu jelas dalam posisi rugi." Fenomena lonjakan yang benar-benar di luar 
diperkiraan ini  dipersamakan dengan argumentas 'black swan' dari buku 
'best-seller' yang ditulis oleh Nassim Taleb 2007 lalu. Dalam buku yang 
berjudul "Black Swan: The Impact of the Highly Improbable", Taleb 
berargumentasi bahwa sejarah dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang jarang 
namun menimbulkan dampak yang serius yang pada akhirnya dapat mengguncang 
pasar. Argumentasi ini berawal dari kesalahpahaman yang sudah berakar sejak 
lama dalam peradaban manusia bahwa semua angsa ('swan') berwarna
 putih.

Apakah 'black swan' ini juga akan menghampiri IHSG atau sejumlah tertentu di 
antaranya? Bisa jadi dengan teori 'follow-on effect', saham-saham tertentu yang 
diuntungkan dengan kondisi/sentimen serupa akan bergerak linear dengan 
saham-saham saudaranya di luar sana.

http://www.bloomberg.com/news/2011-01-31/hedge-fund-bears-blindsided-by-oil-surge-on-egypt-protest-energy-markets.html

'+'  


    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke