Trus?

 Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah
[email protected]
sidaut.blogspot.com




________________________________
From: positif01 <[email protected]>
Sent: Mon, January 31, 2011 6:19:17 AM
Subject: [saham] Bandar Minyak 'Bear' Rugi Besar

  
Pada minggu lalu sebelum krisis politik Mesir berlanjut, sudah cukup banyak 
bandar minyak ('oil hedge funds') yang mundur dari taruhan 'bullish' minyak 
mentah. Sejumlah spekulator minyak mentah mengurangi posisi 'net-long' terhadap 
komoditas minyak mentah.

Namun demikian, menjelang akhir pekan lalu, taruhan 'bear' tersebut berbalik 
arah karena harga minyak mentah justru melonjak. Minyak naik 4,3% hanya pada 
satu hari saja, 28 Januari 2011, dan itu mampu menghapus penurunan selama pekan 
itu sebesar 3,9%. Michael Lynch, Presiden Strategic Energy & Economic Research, 
menyatakan "Orang-orang yang menjual posisi 'net-long' minyak mentah awal pekan 
lalu jelas dalam posisi rugi." Fenomena lonjakan yang benar-benar di luar 
diperkiraan ini  dipersamakan dengan argumentas 'black swan' dari buku 
'best-seller' yang ditulis oleh Nassim Taleb 2007 lalu. Dalam buku yang 
berjudul 
"Black Swan: The Impact of the Highly Improbable", Taleb berargumentasi bahwa 
sejarah dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang jarang namun menimbulkan dampak 
yang serius yang pada akhirnya dapat mengguncang pasar. Argumentasi ini berawal 
dari kesalahpahaman yang sudah berakar sejak lama dalam peradaban manusia bahwa 
semua angsa ('swan') berwarna putih.

Apakah 'black swan' ini juga akan menghampiri IHSG atau sejumlah tertentu di 
antaranya? Bisa jadi dengan teori 'follow-on effect', saham-saham tertentu yang 
diuntungkan dengan kondisi/sentimen serupa akan bergerak linear dengan 
saham-saham saudaranya di luar sana.

http://www.bloomberg.com/news/2011-01-31/hedge-fund-bears-blindsided-by-oil-surge-on-egypt-protest-energy-markets.html


'+'  
 


      

Kirim email ke