Bukannya semua analis begitu? Kadang ok kadang ko?
--- In [email protected], sahamvalas@... wrote: > > Miss + kadang ok. Kadang k.o. Enjoy aja. Buat bacaan sambil ngupi > > > > Powered by Shortsell > > -----Original Message----- > From: Irwan Trader <irwan.trade@...> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 18 Feb 2011 14:27:10 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] ELSA: Lika-liku BIPI dan akhirnya... > > ayooo digoyang eh dibalas ma' yang lain doong ... > > 2011/2/18 positif01 <positif01@...> > > > > > > > Melihat ke belakang ambisi BIPI yang begitu menggebu-gebu mengakuisisi ELSA > > pada Pebruari tahun lalu untuk menggenapi aksi korporasi BIPI listing di > > BEI, benar sinyalemen sejumlah analis bahwa ambisi tersebut terlalu optimis. > > Persoalan bukan pada ELSA, tetapi terhadap ambisi itu yang dalam bahasa > > sehari-hari disebut "besar pasak daripada tiang". Akuisisi 37,15% saham ELSA > > oleh BIPI yang sepenuhnya didanai oleh utang berupa 'promissory notes' dari > > induk perusahaannya PT Indotambang Perkasa senilai Rp894,81 miliar sudah > > dikhawatirkan oleh banyak pihak. > > > > Alasan BIPI bahwa pendapatan konsolidasi ELSA selama 2010 yang belum > > memenuhi harapan BIPI sangat tidak rasional mengingat pertimbangan mereka > > masuk dengan perspektif jangka panjang sebagaimana kompetitor terdahulunya > > seperti Saratoga Capital/Northstar Pacific, PT Pertamina (Persero), Petronas > > dan Nippon Oil Corporation. Investor institusi saat itu memahami bagaimana > > kendala regulasi di Indonesia menghambat iklim investasi hulu yang mencapai > > puncaknya selama 2010, dan ELSA sebagai pemain kunci pada jasa penunjang > > hulu merasakan imbasnya dari penundaan sejumlah proyek klien 'upstream' > > migas. Sejumlah hambatan iklim investasi ini sendiri sudah diterobos dan > > dicarikan jalan keluarnya oleh Pemerintah RI menjelang akhir 2010 disertai > > komitmen untuk mendorong peningkatan investasi dan 'lifting' migas mengingat > > permintaan migas tidak dapat lagi ditahan pada tahun-tahun selanjutnya di > > tengah terbatasnya suplai lokal. > > > > Kasus "besar pasak daripada tiang" BIPI dalam mengakusisi ELSA ini bukan > > cerita pertama, emiten cemerlang lainnya pada sub-sektor yang sama seperti > > APEX yang diakuisisi oleh MIRA juga meninggalkan bom waktu utang yang tidak > > kalah dahsyatnya bagi MIRA. Salah satu analis pada waktu itu telah > > mengingatkan perihal ambisi BIPI yang tidak baik bagi kesehatan keuangan > > dirinya sendiri. "Terlalu percaya diri, dihubungi terpisah, Kepala Riset PT > > Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai pembelian saham Elnusa 37,15% yang > > diambil alih Benakat cukup spekulatif. Pasalnya, sumber dana pembelian > > tersebut merupakan pinjaman yang menuntut beban pengembalian." ( > > http://bataviase.co.id/node/129465). Jadi, jika 'flashback' ke belakang, > > sangat dipercaya pendorong akuisisi ini merupakan langkah yang diskenariokan > > semata untuk menopang laju harga listing BIPI saat IPO yang secara > > fundamental tidak "mempunyai apa-apa". Edwin juga menambahkan waktu itu, > > "Saya menilai Benakat terlalu percaya diri. Jika bicara jujur, performa > > Benakat itu sendiri sampai Agustus kemarin (2009) masih mengalami kerugian. > > Benakat sendiri hanya punya sumur-sumur tua. Jadi pendapatan 2010 masih > > diragukan." > > > > Dengan akan jatuh tempo-nya 'promissory notes' yang digunakan BIPI untuk > > mendanai akuisisi ELSA pada 12 Maret 2011 sebagaimana pinjaman gadai 12,55% > > saham ELSA-nya kepada Amadia Investment, serta tipisnya nilai kas yang hanya > > Rp63 miliar per akhir September 2010, pilihan yang rasional bagi BIPI untuk > > bersikap realistis melepas saham ELSA yang diperolehnya pada kisaran harga > > Rp330 berdasarkan kesepakatan transaksi 11 Pebruari 2010. > > > > Perkembangan situasi terakhir ini sangat penting untuk dicermati oleh para > > investor maupun peminat saham ELSA, khususnya, yang cenderung akan > > diuntungkan dengan sentimen positif ketimbang sebaliknya saham BIPI yang > > justru mengkonfirmasi kesulitan likuiditas perusahaan. Satu hal yang pasti, > > tidak ada pihak yang lebih tahu kondisi keuangan BIPI selain manajemen BIPI > > sendiri. Oleh karena itu, skenario penjualan saham simpanan ELSA ini pun > > sudah patut diduga telah dipersiapkan sejak 6 bulan lalu dengan beberapa > > calon 'strategic investors' prospektif. Hal lain yang jelas, at all cost > > BIPI akan melepas dengan 'profit margin' yang memadai. Pertanyaan yang > > tersisa, siapakah dia?... > > > > Rasa-rasanya sudah mulai disebut dan diangkat sejak beberap waktu lalu. > > Bisa dari salah satu kandidat lama, atau baru, atau sinerji di keduanya. > > Yang jelas, prospek investasi hulu migas ke depan sangat progresif dan > > prospektif. Meminjam pernyataan Sandiaga Uno (Saratoga Capital) saat > > diwawancarai 22 Maret 2010 lalu, > > > > Ya, ini kegagalan kita di awal tahun 2010, padahal sudah dipelototi 6 bulan > > loh. Kita sebenarnya sudah siapkan US$ 150 juta. Kita masih tertarik dengan > > sektor tersebut. Jasa migas itu, karena Indonesia mempunyai historis menjadi > > negara dengan cadangan migas terbesar di Asia Tenggara, tapi kita tidak > > punya > > perusahaan kelas dunia dibidang jasa migas. > > > > Istilahnya tukang ledengnya nggak ada, seperti PGN hanya sebagai penyedia > > infrastruktur, seharusnya kita punya perusahaan jasa migas yang kuat, Elnusa > > punya peluang itu, dengan adanya sumber dana yang kuat, visi misi dan > > dukungan manajemen. > > > > Ada juga sejumlah investor/trader ritel yang bertanya mengapa pergerakan > > saham ELSA belum terasa mengapresiasi perkembangan terakhir ini terkait > > rencana BIPI untuk melepas ELSA? Well, kesabaran dan keyakinan itu adalah > > sikap kunci investor. Jika Anda mencermati tanggal-tanggal kunci ketika > > akuisisi saham ELSA oleh BIPI tahun lalu, Anda juga bisa menemukan pola. > > 11 Pebruari 2010 (BIPI deal beli dan BIPI listed IPO besoknya)-harga ELSA > > close Rp325 > > 12 Maret 2010 (BIPI transaksi penyelesaian pertama saham ELSA di pasar > > nego)-harga ELSA close Rp345 > > 15 Maret 2010 (saham ELSA justru turun close Rp330 atau -4,35%) > > Kapan saham ELSA naik pasca deal akuisisi BIPI? > > 25 Maret 2010: close Rp405 > > 13 April 2010: high Rp650 > > > > '+' > > > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
