Waduh.. Hari ini mantab cuannya ya..
Hari ini ihsg naik lumayan kenceng dipicu sama apa ya ? Thanks Tri SUPER MODEL INDONESIA www.supermodeLindonesia.com We provide the best model & artis from around the world for your Advertising campaign, TV commercial (TVC), Print Ad, Foto session & Model company profile ,etc Call our relationship officer for more info : (021) 8640130 -----Original Message----- From: "Äğυš™" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 18 Feb 2011 08:00:04 To: Saham<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] ELSA: Lika-liku BIPI dan akhirnya... Cuan nya psti gede tuh pak heru. Sampe pjg gtu ketawa nya. Ikut bahagia aja saia mh pak ^^ Sent from Far Far Away™ -----Original Message----- From: "heru" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 18 Feb 2011 07:56:51 To: Saham<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] ELSA: Lika-liku BIPI dan akhirnya... Sorry om, tadi lagi nikmati cuan, ada apa ya? Wkwkwkwkwkwkkwkkk Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Irwan Trader <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 18 Feb 2011 14:27:10 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] ELSA: Lika-liku BIPI dan akhirnya... ayooo digoyang eh dibalas ma' yang lain doong ... 2011/2/18 positif01 <[email protected]> > > > Melihat ke belakang ambisi BIPI yang begitu menggebu-gebu mengakuisisi ELSA > pada Pebruari tahun lalu untuk menggenapi aksi korporasi BIPI listing di > BEI, benar sinyalemen sejumlah analis bahwa ambisi tersebut terlalu optimis. > Persoalan bukan pada ELSA, tetapi terhadap ambisi itu yang dalam bahasa > sehari-hari disebut "besar pasak daripada tiang". Akuisisi 37,15% saham ELSA > oleh BIPI yang sepenuhnya didanai oleh utang berupa 'promissory notes' dari > induk perusahaannya PT Indotambang Perkasa senilai Rp894,81 miliar sudah > dikhawatirkan oleh banyak pihak. > > Alasan BIPI bahwa pendapatan konsolidasi ELSA selama 2010 yang belum > memenuhi harapan BIPI sangat tidak rasional mengingat pertimbangan mereka > masuk dengan perspektif jangka panjang sebagaimana kompetitor terdahulunya > seperti Saratoga Capital/Northstar Pacific, PT Pertamina (Persero), Petronas > dan Nippon Oil Corporation. Investor institusi saat itu memahami bagaimana > kendala regulasi di Indonesia menghambat iklim investasi hulu yang mencapai > puncaknya selama 2010, dan ELSA sebagai pemain kunci pada jasa penunjang > hulu merasakan imbasnya dari penundaan sejumlah proyek klien 'upstream' > migas. Sejumlah hambatan iklim investasi ini sendiri sudah diterobos dan > dicarikan jalan keluarnya oleh Pemerintah RI menjelang akhir 2010 disertai > komitmen untuk mendorong peningkatan investasi dan 'lifting' migas mengingat > permintaan migas tidak dapat lagi ditahan pada tahun-tahun selanjutnya di > tengah terbatasnya suplai lokal. > > Kasus "besar pasak daripada tiang" BIPI dalam mengakusisi ELSA ini bukan > cerita pertama, emiten cemerlang lainnya pada sub-sektor yang sama seperti > APEX yang diakuisisi oleh MIRA juga meninggalkan bom waktu utang yang tidak > kalah dahsyatnya bagi MIRA. Salah satu analis pada waktu itu telah > mengingatkan perihal ambisi BIPI yang tidak baik bagi kesehatan keuangan > dirinya sendiri. "Terlalu percaya diri, dihubungi terpisah, Kepala Riset PT > Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai pembelian saham Elnusa 37,15% yang > diambil alih Benakat cukup spekulatif. Pasalnya, sumber dana pembelian > tersebut merupakan pinjaman yang menuntut beban pengembalian." ( > http://bataviase.co.id/node/129465). Jadi, jika 'flashback' ke belakang, > sangat dipercaya pendorong akuisisi ini merupakan langkah yang diskenariokan > semata untuk menopang laju harga listing BIPI saat IPO yang secara > fundamental tidak "mempunyai apa-apa". Edwin juga menambahkan waktu itu, > "Saya menilai Benakat terlalu percaya diri. Jika bicara jujur, performa > Benakat itu sendiri sampai Agustus kemarin (2009) masih mengalami kerugian. > Benakat sendiri hanya punya sumur-sumur tua. Jadi pendapatan 2010 masih > diragukan." > > Dengan akan jatuh tempo-nya 'promissory notes' yang digunakan BIPI untuk > mendanai akuisisi ELSA pada 12 Maret 2011 sebagaimana pinjaman gadai 12,55% > saham ELSA-nya kepada Amadia Investment, serta tipisnya nilai kas yang hanya > Rp63 miliar per akhir September 2010, pilihan yang rasional bagi BIPI untuk > bersikap realistis melepas saham ELSA yang diperolehnya pada kisaran harga > Rp330 berdasarkan kesepakatan transaksi 11 Pebruari 2010. > > Perkembangan situasi terakhir ini sangat penting untuk dicermati oleh para > investor maupun peminat saham ELSA, khususnya, yang cenderung akan > diuntungkan dengan sentimen positif ketimbang sebaliknya saham BIPI yang > justru mengkonfirmasi kesulitan likuiditas perusahaan. Satu hal yang pasti, > tidak ada pihak yang lebih tahu kondisi keuangan BIPI selain manajemen BIPI > sendiri. Oleh karena itu, skenario penjualan saham simpanan ELSA ini pun > sudah patut diduga telah dipersiapkan sejak 6 bulan lalu dengan beberapa > calon 'strategic investors' prospektif. Hal lain yang jelas, at all cost > BIPI akan melepas dengan 'profit margin' yang memadai. Pertanyaan yang > tersisa, siapakah dia?... > > Rasa-rasanya sudah mulai disebut dan diangkat sejak beberap waktu lalu. > Bisa dari salah satu kandidat lama, atau baru, atau sinerji di keduanya. > Yang jelas, prospek investasi hulu migas ke depan sangat progresif dan > prospektif. Meminjam pernyataan Sandiaga Uno (Saratoga Capital) saat > diwawancarai 22 Maret 2010 lalu, > > Ya, ini kegagalan kita di awal tahun 2010, padahal sudah dipelototi 6 bulan > loh. Kita sebenarnya sudah siapkan US$ 150 juta. Kita masih tertarik dengan > sektor tersebut. Jasa migas itu, karena Indonesia mempunyai historis menjadi > negara dengan cadangan migas terbesar di Asia Tenggara, tapi kita tidak > punya > perusahaan kelas dunia dibidang jasa migas. > > Istilahnya tukang ledengnya nggak ada, seperti PGN hanya sebagai penyedia > infrastruktur, seharusnya kita punya perusahaan jasa migas yang kuat, Elnusa > punya peluang itu, dengan adanya sumber dana yang kuat, visi misi dan > dukungan manajemen. > > Ada juga sejumlah investor/trader ritel yang bertanya mengapa pergerakan > saham ELSA belum terasa mengapresiasi perkembangan terakhir ini terkait > rencana BIPI untuk melepas ELSA? Well, kesabaran dan keyakinan itu adalah > sikap kunci investor. Jika Anda mencermati tanggal-tanggal kunci ketika > akuisisi saham ELSA oleh BIPI tahun lalu, Anda juga bisa menemukan pola. > 11 Pebruari 2010 (BIPI deal beli dan BIPI listed IPO besoknya)-harga ELSA > close Rp325 > 12 Maret 2010 (BIPI transaksi penyelesaian pertama saham ELSA di pasar > nego)-harga ELSA close Rp345 > 15 Maret 2010 (saham ELSA justru turun close Rp330 atau -4,35%) > Kapan saham ELSA naik pasca deal akuisisi BIPI? > 25 Maret 2010: close Rp405 > 13 April 2010: high Rp650 > > '+' > >
