Pak Lukman, yang perlu disiapkan adalah mental, pengetahuan tentang
trading, dan tentunya modal yg cukup. Target average gain adalah 20%
per tahun.
Saya pribadi melihat peluang trading di forex jauh lebih menjanjikan
ketimbang trading (bukan investasi) di saham mengingat di forex kita
bisa melakukan buy dulu bila kita berpikiran grafiknya akan naik, bisa
juga sell dulu bila kita berpikiran grafiknya akan turun.
Tetapi trading di forex menurut saya bukan untuk semua orang. Harus
orang yg benar2 sudah paham tentang grafik, paham benar MM, paham
benar mental trading, paham benar pair currency yg dia tradingkan, dan
tentunya harus bisa mematikan perasaan. :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/3/3 lkm jkt <[email protected] <mailto:[email protected]>>
Pak Irwan.
tanya : apa saja yg perlu di persiapkan . untuk bisa trading for
living . baik dari skill , modal , mau pun berapa target average
gain nya , lalu apa lagi ?
misal nya untuk menutupi . biaya hidup yg 5 juta sebulan nya .
(atau kelipatan nya )
Salam
Lukman
2011/3/3 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Rekan "Blue", di pelatihan saya sering mengingatkan hal ini ke
para peserta. Tujuannya agar mereka terbuka wawasannya, dan
terpenting lagi agar trading mereka jadi lebih terarah dan
tahu apa yang mereka cari dari trading saham :)
Bisnis di saham terbilang cukup murah. Coba kita bandingkan
bila kita ingin buka restoran:
Sewa ruko setahun di kelapa gading bisa mencapai 100 juta
(tolong dikoreksi kalau salah ya).
Membeli peralatan masak, meja kursi, A/C, piring2, dekorasi,
dll, bisa mencapai Rp100 juta.
Modal kerja katakan 75 juta.
Total yang kita perlu kita siapkan 275 juta (atau bahkan lebih
untuk menutupi biaya gaji bila restorannya seret penghasilannya).
Biaya bulanan yg harus kita keluarkan:
Gaji pegawai. Katakan kita mempekerjakan 5 orang, dengan gaji
1 juta saja / bulan maka sebulan 5 juta.
Lalu kita gaji juru masak dua orang, katakan sebulan 3 juta,
maka menjadi 6 juta untuk dua orang.
Biaya gaji total 11 juta / bulan.
Biaya listrik dan air, katakan 3 juta / bulan.
Total biaya operasi per bulan menjadi 14 juta per bulan.
Jadi, kalau dilihat2 di bisnis restoran, yg jelas waktu kita
mulai kita sudah merugi 100 juta untuk sewa ruko, ditambah 14
juta per bulan atau 168 juta per tahun. Sehingga total setahun
dari bisnis restoran adalah adanya biaya 268 juta yg harus
bisa kita dapatkan dari keuntungan menjual makanan agar bisa
menutupan kerugian dan potensi kerugian yg sudah pasti kita
jalani selama buka restoran tersebut.
Sekarang kita bandingkan dengan bisnis saham. Yang dibutuhkan
adalah
1 PC komputer lengkap dengan monitor, kira2 9 juta.
1 software Amibroker Pro Rp2,5 juta (beli lewat Irwan diskon 10%).
Meja kerja + kursi, 5 juta (pakai kursi yg nyaman supaya enak
duduknya).
Total biaya yg dibutuhkan untuk peralatan hanya 16,5 juta saja.
Untuk tempat, kita ngga perlu sewa ruko, cukup trading dari
rumah saja yg gratis :)
Total biaya bulanan yang dibutuhkan:
koneksi internet broadband, 350 ribu / bulan
biaya realtime data dari IMQ utk dihubungkan ke amibroker, 200
ribu / bulan (bila bayar 6 bulan sekaligus)
Perkiraan pemakaian listrik 300 ribu/bulan (komputer + A/C)
Total biaya per bulan 850 ribu / bulan. Kalau setahun setara
dengan 10,2 juta.
Sehingga bila dilihat, di bisnis saham, saat mulai kita hanya
rugi 850 ribu per bulan atau 10,2 juta per tahun. Angka 10,2
juta inilah keuntungan yg perlu kita cari dari saham selama
satu tahun agar biaya bulanan bisa tertutupi. Sementara aset
yg dibeli, bisa terus dipakai setiap tahunnya.
Untuk modal kerja, asumsikan saja sisa uang bila dibanding
dengan restoran. Kalau direstoran 275 juta, maka di saham
menjadi 275 juta - 16,5 juta - 10,2 juta = 248.3 juta. Inilah
jumlah yg akan diputar di saham agar setara dengan bisnis
restoran.
Sekarang dapat kita lihat bahwa ternyata bisnis di saham
investasi yg diperlukan untuk memulai usaha serta biaya
operasionalnya sangatlah kecil bila dibanding bisnis seperti
restoran (bukan yg franchise, karena kalau franchise jauh
lebih besar lagi yg diperlukan dananya).
Yang menarik walau di saham investasi yg diperlukan sangat
kecil, tapi banyak enggan melengkapi peralatan di bisnis saham
dengan baik. Misalnya, komputer yang dipakai adalah komputer
yang mungkin sudah terlalu usang sehingga kinerjanya mulai
melambat. Tidak melengkapi komputernya dengan software analisa
grafik yg harganya hanya Rp2,5 juta untuk lifetime alias suka2
saja mau pakainya berapa tahun pun. Ada juga yg merasa data
realtime dari IMQ yg 200 ribu / bulan (bila bayar langsung 6
bulan) terasa mahal, tetap kalau gaji yg kerja direstoran
sampai 11 juta per bulan (5 orang + 2 juru masak), tidak masalah.
Saya paparkan ini tujuannya untuk membuka wawasan kita, bahwa
bila kita ingin serius di suatu bisnis, maka:
1. Persiapkanlah peralatan yang dapat menunjang operasi bisnis
kita,
2. Seriuslah mempersiapkan pengetahuan kita tetang trading saham,
3. Luangkan waktu untuk melakukan riset/analisa sebelum
trading dimulai.
4. Luangkan waktu untuk trading saham layaknya kita meluangkan
waktu di bisnis di sektor riil.
5. Buatlah target2 yg realistis layaknya kita membuat target
untuk bisnis di sektor riil.
Semoga bermanfaat untuk rekan2 semuanya. :)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/3/3 <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Petuah ini yg membuat semangat menjadi terpacu lagi.
Good advice bang Irwan
Blue
Powered by Telkomsel BlackBerry®
------------------------------------------------------------------------
*From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Sender: * [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Date: *Thu, 3 Mar 2011 18:03:16 +0700
*To: *<[email protected] <mailto:[email protected]>>
*ReplyTo: * [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [saham] Warren Buffett
Saya tambahkan ya,
Tahun 1959 WB memulai dengan 20 ribu dolar kalau tidak
salah ingat.
Tahun 2009, kekayaan WB mencapai 60 milyar dolar.
Kalau dihitung2 dan dirata2kan, maka selama 50 tahun, dari
20 ribu dolar menjadi 60 milyar dolar, tingkat cuannya per
tahun rata2 sebesar 34,75%.
Rata2 per tahun 34,75% itu setara dengan rata2 2.52% per
bulan, dan setara dengan 0.124% per hari trading dengan
asumsi satu bulan ada 20 hari trading.
Ternyata, dengan melihat cukup cuan hanya dengan 0,124%
per hari alias tidak perlu 1% bahkan tidak sampai 0,5%,
tapi hanya 0,124% rata2 per hari, kita sebenarnya punya
potensi mengalahkan Warren Buffet. :)
Kita saat ini hanya melihat Warren Buffett yang sudah
seperti sekarang dengan kekayaan USD60 milyar. Sayangnya
kita lupa bahwa dia mencapai level segitu setelah 50
tahun. Dengan menyadari hal ini, moga2 rekan2 bisa melihat
bahwa sebenarnya peluang itu masih sangat besar terpampang
di depan kita. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya
dengan mempelajari pengetahuan trading ataupun investasi
yang bisa kita pakai seumur hidup kita.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/3/3 Fabianto Wangsamulya <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Saya mau berbagi cerita mengenai Warren Buffett. Saya
yakin di milis ini banyak yang mengidolakan Warren
Buffett. Menurut Forbes, beliau adalah orang terkaya
no 3 di dunia pada tahun 2010 setelah Carlos Slim Helu
dan Bill Gates. Beliau pada tahun 1964 membeli
perusahaan yang bernama Berkshire Hathaway, yang
sekarang menjadi perusahaan investasinya.
Iseng-iseng karena di milis ini ada yang post mengenai
surat tahunan Buffett kepada investornya di Berkshire
Hathaway, saya jadi ikut download dan baca. Surat
tahun 2010 bisa didownload di
http://www.berkshirehathaway.com/letters/2010ltr.pdf
Saya lihat perbandingan performance Berkshire dengan
S&P 500 dari tahun 1964-2010, jadi sudah 46 tahun.
Sekadar merekap:
Overall S&P 500: +6262%
Overall Berkshire: +490409%
Angkanya ternyata fantastis dan tidak heran selama 46
tahun, Buffett menjadi orang no 3 terkaya sedunia.
Tapi saya lihat perbandingan Compounded Annual Gain
alias rata2 tahunan dengan hitungan compound (berlipat
atau bunga berbunga).
S&P 500: +9.4%
Berkshire: +20.2%
Angka ini membuat saya terkejut karena hanya dengan
selisih kurang dari 11%, Berkshire menghasilkan
performance 78 kali lipat dari S&P 500 dalam kurun
waktu 46 tahun.
Saya lebih terkejut lagi karena ternyata performance
rata-rata tahunan Berkshire HANYA 20.2% saja. Hal ini
membuat saya heran karena HANYA dengan performance
rata-rata tahunan 20.2% saja Berkshire menjadi
perusahaan investasi yang besar dan disorot publik.
Lebih dari itu, pemiliknya yaitu Warren Buffett
menjadi orang terkaya no 3 sedunia.
Perlu diingat pula bahwa Berkshire dan Warren Buffett
juga tidak sempurna. Bahkan ironisnya Buffett mengakui
bahwa keputusan membeli Berkshire Hathaway adalah
keputusan yang salah :D Silakan lihat table
performancenya, kita akan menemukan bahwa beberapa
kali performance Berkshire kalah dibanding S&P 500,
bahkan pernah pula mengalami kerugian yaitu di thn
2001 dan 2008.
Pelajaran yang saya ambil dari pengalaman ini adalah
bahwa suatu hal yang sepertinya kecil bisa menjadi
besar jika konsisten dalam jangka panjang. Saya yakin
di milis ini banyak trader dan investor yang
performancenya lebih hebat daripada Berkshire dan
Warren Buffett sehingga dalam beberapa tahun mendatang
bisa jadi ada member milis ini yang masuk dalam
jajaran orang terkaya sedunia.
Semoga memberi semangat baru dalam berinvestasi ;)
---
Fabianto
--
Lukman