Nah ini yang susah bang...
Ada tips dan trik gimana cara mematikan perasaan pada saat trading..?
Secara kita mau hidup dari hasil trading, gimana caranya tidak deg2an apabila arah market tidak sesuai dengan kehendak kita...

Please ilmunya bang ian..

salam,
Nyoman

On 3/3/2011 11:06 PM, Irwan Ariston Napitupulu wrote:

Pak Lukman, yang perlu disiapkan adalah mental, pengetahuan tentang trading, dan tentunya modal yg cukup. Target average gain adalah 20% per tahun.

Saya pribadi melihat peluang trading di forex jauh lebih menjanjikan ketimbang trading (bukan investasi) di saham mengingat di forex kita bisa melakukan buy dulu bila kita berpikiran grafiknya akan naik, bisa juga sell dulu bila kita berpikiran grafiknya akan turun.

Tetapi trading di forex menurut saya bukan untuk semua orang. Harus orang yg benar2 sudah paham tentang grafik, paham benar MM, paham benar mental trading, paham benar pair currency yg dia tradingkan, dan tentunya harus bisa mematikan perasaan. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/3/3 lkm jkt <[email protected] <mailto:[email protected]>>



    Pak Irwan.

    tanya :  apa saja yg perlu di persiapkan . untuk bisa trading for
    living . baik dari skill , modal , mau pun berapa target average
    gain nya , lalu apa lagi  ?
misal nya untuk menutupi . biaya hidup yg 5 juta sebulan nya . (atau kelipatan nya )


    Salam


    Lukman



















    2011/3/3 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]
    <mailto:[email protected]>>



        Rekan "Blue", di pelatihan saya sering mengingatkan hal ini ke
        para peserta. Tujuannya agar mereka terbuka wawasannya, dan
        terpenting lagi agar trading mereka jadi lebih terarah dan
        tahu apa yang mereka cari dari trading saham :)

        Bisnis di saham terbilang cukup murah. Coba kita bandingkan
        bila kita ingin buka restoran:

        Sewa ruko setahun di kelapa gading bisa mencapai 100 juta
        (tolong dikoreksi kalau salah ya).
        Membeli peralatan masak, meja kursi, A/C, piring2, dekorasi,
        dll, bisa mencapai Rp100 juta.
        Modal kerja katakan 75 juta.

        Total yang kita perlu kita siapkan 275 juta (atau bahkan lebih
        untuk menutupi biaya gaji bila restorannya seret penghasilannya).

        Biaya bulanan yg harus kita keluarkan:
        Gaji pegawai. Katakan kita mempekerjakan 5 orang, dengan gaji
        1 juta saja / bulan maka sebulan 5 juta.
        Lalu kita gaji juru masak dua orang, katakan sebulan 3 juta,
        maka menjadi 6 juta untuk dua orang.
        Biaya gaji total 11 juta / bulan.
        Biaya listrik dan air, katakan 3 juta / bulan.
        Total biaya operasi per bulan menjadi 14 juta per bulan.

        Jadi, kalau dilihat2 di bisnis restoran, yg jelas waktu kita
        mulai kita sudah merugi 100 juta untuk sewa ruko, ditambah 14
        juta per bulan atau 168 juta per tahun. Sehingga total setahun
        dari bisnis restoran adalah adanya biaya 268 juta yg harus
        bisa kita dapatkan dari keuntungan menjual makanan agar bisa
        menutupan kerugian dan potensi kerugian yg sudah pasti kita
        jalani selama buka restoran tersebut.


        Sekarang kita bandingkan dengan bisnis saham. Yang dibutuhkan
        adalah

        1 PC komputer lengkap dengan monitor, kira2 9 juta.
        1 software Amibroker Pro Rp2,5 juta (beli lewat Irwan diskon 10%).
        Meja kerja + kursi, 5 juta (pakai kursi yg nyaman supaya enak
        duduknya).

        Total biaya yg dibutuhkan untuk peralatan hanya 16,5 juta saja.
        Untuk tempat, kita ngga perlu sewa ruko, cukup trading dari
        rumah saja yg gratis :)

        Total biaya bulanan yang dibutuhkan:
        koneksi internet broadband, 350 ribu / bulan
        biaya realtime data dari IMQ utk dihubungkan ke amibroker, 200
        ribu / bulan (bila bayar 6 bulan sekaligus)
        Perkiraan pemakaian listrik 300 ribu/bulan (komputer + A/C)

        Total biaya per bulan 850 ribu / bulan. Kalau setahun setara
        dengan 10,2 juta.

        Sehingga bila dilihat, di bisnis saham, saat mulai kita hanya
        rugi 850 ribu per bulan atau 10,2 juta per tahun. Angka 10,2
        juta inilah keuntungan yg perlu kita cari dari saham selama
        satu tahun agar biaya bulanan bisa tertutupi. Sementara aset
        yg dibeli, bisa terus dipakai setiap tahunnya.

        Untuk modal kerja, asumsikan saja sisa uang bila dibanding
        dengan restoran. Kalau direstoran 275 juta, maka di saham
        menjadi 275 juta - 16,5 juta - 10,2 juta = 248.3 juta. Inilah
        jumlah yg akan diputar di saham agar setara dengan bisnis
        restoran.

        Sekarang dapat kita lihat bahwa ternyata bisnis di saham
        investasi yg diperlukan untuk memulai usaha serta biaya
        operasionalnya sangatlah kecil bila dibanding bisnis seperti
        restoran (bukan yg franchise, karena kalau franchise jauh
        lebih besar lagi yg diperlukan dananya).

        Yang menarik walau di saham investasi yg diperlukan sangat
        kecil, tapi banyak enggan melengkapi peralatan di bisnis saham
        dengan baik. Misalnya, komputer yang dipakai adalah komputer
        yang mungkin sudah terlalu usang sehingga kinerjanya mulai
        melambat. Tidak melengkapi komputernya dengan software analisa
        grafik yg harganya hanya Rp2,5 juta untuk lifetime alias suka2
        saja mau pakainya berapa tahun pun.  Ada juga yg merasa data
        realtime dari IMQ yg 200 ribu / bulan (bila bayar langsung 6
        bulan) terasa mahal, tetap kalau gaji yg kerja direstoran
        sampai 11 juta per bulan (5 orang + 2 juru masak), tidak masalah.

        Saya paparkan ini tujuannya untuk membuka wawasan kita, bahwa
        bila kita ingin serius di suatu bisnis, maka:
        1. Persiapkanlah peralatan yang dapat menunjang operasi bisnis
        kita,
        2. Seriuslah mempersiapkan pengetahuan kita tetang trading saham,
        3. Luangkan waktu untuk melakukan riset/analisa sebelum
        trading dimulai.
        4. Luangkan waktu untuk trading saham layaknya kita meluangkan
        waktu di bisnis di sektor riil.
        5. Buatlah target2 yg realistis layaknya kita membuat target
        untuk bisnis di sektor riil.

        Semoga bermanfaat untuk rekan2 semuanya. :)


        jabat erat,
        Irwan Ariston Napitupulu

        2011/3/3 <[email protected]
        <mailto:[email protected]>>



            Petuah ini yg membuat semangat menjadi terpacu lagi.
            Good advice bang Irwan

            Blue

            Powered by Telkomsel BlackBerry®

            
------------------------------------------------------------------------
            *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]
            <mailto:[email protected]>>
            *Sender: * [email protected]
            <mailto:[email protected]>
            *Date: *Thu, 3 Mar 2011 18:03:16 +0700
            *To: *<[email protected] <mailto:[email protected]>>
            *ReplyTo: * [email protected]
            <mailto:[email protected]>
            *Subject: *Re: [saham] Warren Buffett

            Saya tambahkan ya,


            Tahun 1959 WB memulai dengan 20 ribu dolar kalau tidak
            salah ingat.
            Tahun 2009, kekayaan WB mencapai 60 milyar dolar.

            Kalau dihitung2 dan dirata2kan, maka selama 50 tahun, dari
            20 ribu dolar menjadi 60 milyar dolar, tingkat cuannya per
            tahun rata2 sebesar  34,75%.

            Rata2 per tahun 34,75% itu setara dengan rata2 2.52% per
            bulan, dan setara dengan 0.124% per hari trading dengan
            asumsi satu bulan ada 20 hari trading.

            Ternyata, dengan melihat cukup cuan hanya dengan 0,124%
            per hari alias tidak perlu 1% bahkan tidak sampai 0,5%,
            tapi hanya 0,124% rata2 per hari, kita sebenarnya punya
            potensi mengalahkan Warren Buffet. :)

            Kita saat ini hanya melihat Warren Buffett yang sudah
            seperti sekarang dengan kekayaan USD60 milyar. Sayangnya
            kita lupa bahwa dia mencapai level segitu setelah 50
            tahun. Dengan menyadari hal ini, moga2 rekan2 bisa melihat
            bahwa sebenarnya peluang itu masih sangat besar terpampang
            di depan kita. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya
            dengan mempelajari pengetahuan trading ataupun investasi
            yang bisa kita pakai seumur hidup kita.


            jabat erat,
            Irwan Ariston Napitupulu

            2011/3/3 Fabianto Wangsamulya <[email protected]
            <mailto:[email protected]>>



                Saya mau berbagi cerita mengenai Warren Buffett. Saya
                yakin di milis ini banyak yang mengidolakan Warren
                Buffett. Menurut Forbes, beliau adalah orang terkaya
                no 3 di dunia pada tahun 2010 setelah Carlos Slim Helu
                dan Bill Gates. Beliau pada tahun 1964 membeli
                perusahaan yang bernama Berkshire Hathaway, yang
                sekarang menjadi perusahaan investasinya.

                Iseng-iseng karena di milis ini ada yang post mengenai
                surat tahunan Buffett kepada investornya di Berkshire
                Hathaway, saya jadi ikut download dan baca. Surat
                tahun 2010 bisa didownload di
                http://www.berkshirehathaway.com/letters/2010ltr.pdf

                Saya lihat perbandingan performance Berkshire dengan
                S&P 500 dari tahun 1964-2010, jadi sudah 46 tahun.
                Sekadar merekap:
                Overall S&P 500: +6262%
                Overall Berkshire: +490409%

                Angkanya ternyata fantastis dan tidak heran selama 46
                tahun, Buffett menjadi orang no 3 terkaya sedunia.

                Tapi saya lihat perbandingan Compounded Annual Gain
                alias rata2 tahunan dengan hitungan compound (berlipat
                atau bunga berbunga).
                S&P 500: +9.4%
                Berkshire: +20.2%

                Angka ini membuat saya terkejut karena hanya dengan
                selisih kurang dari 11%, Berkshire menghasilkan
                performance 78 kali lipat dari S&P 500 dalam kurun
                waktu 46 tahun.
                Saya lebih terkejut lagi karena ternyata performance
                rata-rata tahunan Berkshire HANYA 20.2% saja. Hal ini
                membuat saya heran karena HANYA dengan performance
                rata-rata tahunan 20.2% saja Berkshire menjadi
                perusahaan investasi yang besar dan disorot publik.
                Lebih dari itu, pemiliknya yaitu Warren Buffett
                menjadi orang terkaya no 3 sedunia.

                Perlu diingat pula bahwa Berkshire dan Warren Buffett
                juga tidak sempurna. Bahkan ironisnya Buffett mengakui
                bahwa keputusan membeli Berkshire Hathaway adalah
                keputusan yang salah :D Silakan lihat table
                performancenya, kita akan menemukan bahwa beberapa
                kali performance Berkshire kalah dibanding S&P 500,
                bahkan pernah pula mengalami kerugian yaitu di thn
                2001 dan 2008.

                Pelajaran yang saya ambil dari pengalaman ini adalah
                bahwa suatu hal yang sepertinya kecil bisa menjadi
                besar jika konsisten dalam jangka panjang. Saya yakin
                di milis ini banyak trader dan investor yang
                performancenya lebih hebat daripada Berkshire dan
                Warren Buffett sehingga dalam beberapa tahun mendatang
                bisa jadi ada member milis ini yang masuk dalam
                jajaran orang terkaya sedunia.

                Semoga memberi semangat baru dalam berinvestasi ;)

                ---
                Fabianto













-- Lukman






Kirim email ke