Saya mengikuti diskusi ini sejak awal, dan hanya ingin memberikan pandangan 
tentang apa itu "trading" dan "investasi", tidak ditujukan kepada siapapun 
secara individu.

Yang namanya "investasi" adalah menempatkan sejumlah uang (modal) di bidang 
tertentu dengan tujuan meningkatkan HASIL (nilai), sedangkan PERTUMBUHAN sebuah 
"investasi" itu membutuhkan WAKTU, jadi pertumbuhan dan waktu itu seimbang, dan 
seharusnya "modal" tsb bisa bekerja sendiri untuk pencapaian tujuan.

Sedangkan "trading" (jam2an, harian) seharusnya merupakan mekanisme dari 
perwujudan "investasi", karena tidak ada "investor" yang "bodoh" tidak 
melakukan penjualan portfolionya kalau dia sudah menilai bahwa harga yang 
berlaku sudah di atas nilai sesungguhnya (ini relatif sesuai pandangan 
masing2), dan membeli kembali portfolionya kalau dinilai sudah murah (ini 
relatif pula sesuai pandangan masing2), jadi "investor" pun harus "trading", 
hanya yang membedakan adalah "waktu" menjual dan membelinya.

Namun yang terjadi dewasa ini adalah "trader" (yang melakukan kegiatan 
jual/beli setiap hari, scalping, swing dll) dianggap "yang pandai", sadangkan 
"investor" yang hold dengan waktu lebih lama dianggap "bodoh", sering kita 
dengar ketika pasar turun, sering muncul kalimat2 yang berbunyi "kalau investor 
boleh beli di harga ini, kalau trader jangan", apakah seseorang yang dianggap 
"investor" itu tidak melakukan pengkajian terhadap apa yang diminati lalu 
sembarang beli di harga berapapun? Lalu apakah "investor" tidak perlu melakukan 
cut loss kalau salah posisi? Contohnya, kalau seseorang membeli GGRM di harga 
21000 pada tahun 2000, butuh berapa lama baru bisa naik ke atas harga belinya?

Kalau "trading" yang merupakan mekanisme "investasi" sudah berubah menjadi 
tujuan utama, hasilnya adalah penuh resiko tinggi walaupun sebenarnya tujuan 
utama "beli saham" adalah "investasi".

Tujuan saya hanya ingin meluruskan wawasan dan pengertian tentang apa itu 
"trading" dan "investasi", tidak membicarakan menggunakan tehnis apapun sampai 
pakai robot segala, apakah memang mereka yang "main saham" jam2an tsb bukan 
menempatkan sejumlah uang (modal) untuk bertujuan meningkatkan NILAI dari modal 
mereka? Kalau "iya", ya sebenarnya mereka itu tetap "investor", tapi mereka 
mengharapkan PERTUMBUHAN dalam WAKTU yang sesingkat2nya sehingga akhirnya 
wawasan "investing" berubah menjadi "trading", atau dengan kata lain, dari 
investasi menjadi spekulasi. Soal bisa berhasil atau tidak dengan pandangan 
ini, itu adalah hal lain, bila "trading" sudah menyimpang dari arti "investasi" 
yang sesungguhnya, hasilnya tentu sudah kita saksikan bersama selama ini.

Jadi "trading" itu bagian dari "investing", dua hal ini tidak bisa dipisahkan, 
mereka yang berhasil itu tidak memisahkan tapi justru bisa menempatkan dengan 
benar "kapan harus trading" dalam "wawasan investing", beberapa orang member 
senior Milis Saham ini (yang saya kenal baik) sudah membuktikannya.

Berdiskusi tentang "trading" dan "investing" memang bisa membias karena sudut 
pandang yang berbeda, tapi inti sesungguhnya dari 2 hal tsb tidak akan berubah 
sampai kapanpun.

Salam,
TJ





  ----- Original Message ----- 
  From: Lukman jkt 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, March 19, 2011 10:19 AM
  Subject: Re: [saham] Re: WB gadungan


    

  Pak T Jayamudita 

  Saya belum dapat menangkap maksud bapak . dan di tuju kan ke siapa ??? 


  "Main saham" dalam jangka pendek (jam2an) sampai tahunan (hold), tujuannya 
adalah meningkatkan NILAI modal kita, dan biar uang kita "bekerja" sendiri 
untuk menghasilkan laba. Ini tujuan investasi! Jangan salah mengartikan 
"trading" dan "investasi", karena selama ini ada konotasi yang keliru 
memisahkan antara keduanya, hold atau swing itu tetap investasi, sama2 trader, 
hanya jangka waktu (menjualnya) yang membedakannya keduanya, maka strateginya 
berbeda.

  Tapi dalam soal ini :  bagaimana nya cara  "Main saham" dalam jangka pendek 
(jam2an)   , bisa biar uang kita "bekerja" sendiri untuk menghasilkan laba


  Sedangkan kan bapak mengatakan : bahwa hold atau swing itu tetap investasi,

  Sedangkan menurut pendapat ku biar uang kita "bekerja" sendiri untuk 
menghasilkan laba

  ini hanya bisa di wujud kan dengan cara Investasi .   dan bapak bisa lakukan 
dengan cara trading atau pun investasi .     Pakai Robot kah ????



















  2011/3/19 T Jayamudita <[email protected]>




    Ini belajar bermain JUDI atau beli saham? Lembar saham itu kan bukti 
pemilikan perusahaan, beli saham ya beli perusahaan, mau scalping dalam hari 
kek, swing harian kek, hold mingguan sampai tahunan kek, kalau pengertian 
tentang apa yang dimana "investasi" itu keliru, ya akhirnya amblas semua.

    "Main saham" dalam jangka pendek (jam2an) sampai tahunan (hold), tujuannya 
adalah meningkatkan NILAI modal kita, dan biar uang kita "bekerja" sendiri 
untuk menghasilkan laba. Ini tujuan investasi! Jangan salah mengartikan 
"trading" dan "investasi", karena selama ini ada konotasi yang keliru 
memisahkan antara keduanya, hold atau swing itu tetap investasi, sama2 trader, 
hanya jangka waktu (menjualnya) yang membedakannya keduanya, maka strateginya 
berbeda.

    Selama lebih dari 10 tahun di pasar modal, sudah saya saksikan betapa 
banyak orang yang menangis dan bersumpah tidak kembali lagi untuk selamanya, 
yang disebabkan oleh salah pengertian ini, tahun lalu ketika pasar bullish, 
bukankah ada seorang rekan kita yang baru bergabung (hanya beberapa bulan) 
"berpamitan" untuk kembali menggembala kambing lagi......

    Salam,
    TJ



      ----- Original Message ----- 
      From: Lukman jkt 
      To: [email protected] 
      Sent: Saturday, March 19, 2011 9:04 AM
      Subject: Re: [saham] Re: WB gadungan


        

      Komentar nya makin menyimpang saja.

      Kalau Bagitu saya lengkapi saja kalaimat dari bapak : 

      Gak apa2 terjun langsung di dunia saham. Asal kan dengan mengunakan 5 % 
saja dari total modal mu di saham  . Malah bisa lebih paham dengan semangat 
learning by doing. Rugi yang ada anggap aja sebagai ongkos sekolah
      di dunia riil saham ,  yang senilai 5 % dari total modal . Yang penting 
jangan berhenti memetik pelajaran dari setiap momen yang terjadi.   















      2011/3/19 caknoval <[email protected]>

        Ya gunakan yang 30% itu untuk bangkit. Perlu berapa tahun? Tidak ada 
yang bisa mengira karena dunia bisnis itu penuh dengan uncertainty. Bisa saja 
besok langsung balik modal. Who knows.
        Bill Gates pernah bilang:
        bukan salah anda kalau anda lahir miskin. Tapi adalah salah anda kalau 
anda mati miskin :-)

        Wassalam,


        Noval


        --- In [email protected], Lukman jkt <lkmjkt@...> wrote:
        >

        > Gak apa2 terjun langsung di dunia saham. Malah bisa lebih paham dengan
        > semangat learning by doing. Rugi yang ada anggap aja sebagai ongkos 
sekolah
        > di dunia riil saham. Yang penting jangan berhenti memetik pelajaran 
dari
        > setiap momen yang terjadi.
        > =============> setelah terjun . lalu rugi besar sekali --- mdal nya 
tinggal
        > 30 %  ==========> bagaimana cara bangkit nya . ?????  ( perlu berapa 
th kah
        > untuk mengembalikan kerugian itu ? )
        >
        >
        > =========> bila sebelas th yg lalu ada beli saham .   dan sampai hari 
ini
        > masih ada . dan sebagian sudah di jadikan sertifikat saham nya  .   
termasuk
        > apakah ?
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >

        > 2011/3/19 caknoval <noval_akt@...>

        >
        > > Gak apa2 terjun langsung di dunia saham. Malah bisa lebih paham 
dengan
        > > semangat learning by doing. Rugi yang ada anggap aja sebagai ongkos 
sekolah
        > > di dunia riil saham. Yang penting jangan berhenti memetik pelajaran 
dari
        > > setiap momen yang terjadi.
        > >
        > > Sebenarnya kalau mau jujur, apa ada di sini yang mendekati WB asli? 
Jangan2
        > > semuanya memang WB gadungan. Karena WB yang asli itu beli saham 
niatnya
        > > untuk membeli perusahaan, bukan beli saham semata. Makanya WB gak 
akan beli
        > > saham yang bisnisnya dia tidak paham benar. WB asli akan dengan 
sangat
        > > telaten membaca annual report. Itu yang diajarkannya. Ketika ada 
yang
        > > bertanya,"Bagaimana mungkin membaca semua laporan keuangan? Jumlah
        > > perusahaan yang go publik di US sebanyak 27 ribu?" Lalu WB dengan 
enteng
        > > menjawab,"Kalau gitu mari kita mulai dengan menganalisis perusahaan 
dengan
        > > awalan huruf A..."
        > > Nah lo, emang ada yang begitu di sini?
        > > WB asli beli saham dengan niat dimiliki beberapa tahun, tidak harian
        > > seperti kita. WB asli juga sangat memperhatikan manajemen dan 
corporate
        > > governance dari perusahaan yang sahamnya akan dia beli.
        > >
        > > Jadi marilah kita saling belajar, wahai WB-WB gadungan :-))
        > >
        > >
        > >
        > > --- In [email protected], Lukman jkt <lkmjkt@> wrote:
        > > >
        > > > Sebenarnya kasihan .  belum paham benar sudah terjun di dunia 
Saham.
        > > >
        > > > Tanpa persiapan yg mateng .  ini pun masih belum memadai . masih 
perlu
        > > jam
        > > > terbang.
        > > >
        > > > bisa bisa modal amblas.  bukan untung yg di raih,  tapi stress yg 
di
        > > dapat.
        > > >
        > > > Apalagi bila analisa dengan telinga (dengan menguping) , dengan 
mulut
        > > > (dengan bertanya) atau sebagai bebek saja (ikutan saja)
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > > 2011/3/18 budy darmawan <darmawan_budy@>
        > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > > contohnya tlkm?? maknyus bener kebawahnya yaaa 
hehehehehe....just
        > > kidding
        > > > >
        > > > > regards,
        > > > > budy darmawan,s.h.
        > > > >
        > > > > --- Pada *Jum, 4/3/11, lkm jkt <lkmjkt@>* menulis:
        > > > >
        > > > >
        > > > > Dari: lkm jkt <lkmjkt@>
        > > > >
        > > > > Judul: Re: [saham] WB gadungan
        > > > > Kepada: [email protected]
        > > > > Tanggal: Jumat, 4 Maret, 2011, 4:32 AM
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > > Asal dibelikan *blue chip* pasti hasilnya lebih maknyus
        > > > >
        > > > > apa sih kriteria nya saham yg dapat di katakan sebagai saham 
blue chip
        > >  itu
        > > > > ?
        > > > >
        > > > > Apa iya sedemikian penting nya  dengan masuk ke kelompok saham 
blue
        > > chip ?
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > > 2011/3/4 Desmond Wira <desmondwira@<
        > > http://mc/compose?to=desmondwira@>
        > > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > > Kalau time frame Pak Agus 30 tahun lebih baik KONSISTEN 
investasi di
        > > saham
        > > > > setiap bulan 2 juta daripada taruh di tabungan
        > > > > Asal dibelikan blue chip pasti hasilnya lebih maknyus daripada 
tabungan
        > > > >
        > > > > regards
        > > > > DW
        > > > >
        > > > > ------------------------------
        > > > > *From:* Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@<
        > > http://mc/compose?to=irwanariston@>
        > > > > >
        > > > > *To:* [email protected] <
        > > http://mc/[email protected]>
        > > > > *Sent:* Fri, March 4, 2011 7:51:28 AM
        > > > >
        > > > > *Subject:* Re: [saham] WB gadungan
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > > Bunga tabungan di bank seperti BCA adalah 2.25% per tahun, 
masih potong
        > > > > pajak PPh atas bunga sebesar 20% sehingga bunga yg kita terima
        > > bersihnya
        > > > > sebesar 1,8% per tahun atau bila dihitung per bulan (karena 
bunga
        > > dibayar
        > > > > per bulan) maka sebesar 0,15% per bulan (karena satu bulan ada 
beda2
        > > hari,
        > > > > saya asumsikan saja sama supaya gampang menghitungnya).
        > > > >
        > > > >
        > > > > Kalau mau di hitung untuk selama 30 tahun maka di tabungan bisa
        > > > > menghasilkan 71,53%.
        > > > >
        > > > > Dengan kata lain, kalau kita memiliki uang 10 juta di tabungan 
di bank,
        > > > > dengan asumsi bunganya tetap terus tidak ada kenaikan dan 
penurunan dan
        > > > > pajak atas bunga juga tetap, maka setelah 30 tahun kira2 uangnya
        > > menjadi
        > > > > 17,15 juta.
        > > > >
        > > > > Sayangnya, tingkat inflasi rata2 6 tahun terakhir sebesar 8,42% 
per
        > > tahun.
        > > > > Kalau kita asumsikan rata2 tingkat inflasi selama 30 tahun 
mendatang
        > > adalah
        > > > > 8,42% per tahun, maka uang kita di tahun 2041 atau 30 tahun yg 
dari
        > > sekarang
        > > > > yg sebesar 17,15 juta itu kalau dihitung nilainya balik ke 2011,
        > > nilainya
        > > > > setara dengan 1,51 juta alias lebih rendah nilai daya belinya 
ketimbang
        > > kita
        > > > > invest di awal yaitu 10 juta.
        > > > >
        > > > > Jadi, di tabungan atau bahkan di deposito sebenarnya kita 
sedang tidak
        > > > > melakukan investasi karena investasi di tabungan ataupun 
deposito dapat
        > > > > dibilang investasi yang merugi mengingat imbal hasil yang 
diterima saat
        > > ini
        > > > > di bawah tingkat inflasi rata2 6 tahun terakhir. Jadi, ketika 
kita
        > > menaruh
        > > > > uang di tabungan ataupun deposito, sebenarnya kita dari awal 
sudah
        > > harus
        > > > > menyadari bahwa kita merugi.
        > > > >
        > > > > Saya tidak mengatakan bahwa di tabungan atau deposito tidak 
perlu.
        > > Tetap
        > > > > perlu karena kita dalam hidup tetap membutuhkan likuiditas 
sehari2 atau
        > > hal2
        > > > > yg bersifat rutin maupun jaga2 untuk kebutuhan mendadak.  Itu 
sebabnya,
        > > > > dalam kehidupan, kita perlu mengatur pengalokasian penempatan 
uang
        > > maupun
        > > > > aset kita.
        > > > >
        > > > > Untuk di saham, sebenarnya saya tidak sedang mengatakan kita 
harus
        > > dapat
        > > > > cuan per hari sebesar 0,124% atau katakan saja biar gampang 
0,13%
        > > seperti
        > > > > yang Pak Agus tuliskan. Saya sebenarnya hanya ingin mencoba 
membuka
        > > wawasan
        > > > > bahwa seorang WB yg penghasilannya luar biasa itu selama 50 
tahun
        > > terakhir,
        > > > > kalau dirata2 sebenarnya setara dengan 0,124%. Jadi, kalau kita 
lagi
        > > > > trading, katakanlah cuan 5%, maka artinya kita bisa istirahat 
tidak
        > > trading
        > > > > dalam kurun waktu 39 hari trading ke depan bila ingin setara 
dengan WB.
        > > > > Misalkan kita dapat cuan 5% itu membutuhkan 3 hari trading, maka
        > > tinggal
        > > > > dikurangi saja jadi menjadi 36 hari trading kita bisa 
isitirahat tidak
        > > > > trading. Sekedar catatan 5 hari trading setara dengan 7 hari 
kalender
        > > alias
        > > > > 36 hari trading setara dengan 7 minggu kalender atau 2 bulan 
kurang
        > > satu
        > > > > minggu kita bisa santai2 tidak trading :)
        > > > >
        > > > > Kalau kita cuan 10% katakan dalam 2 minggu kalender atau 10 hari
        > > trading
        > > > > berhubung market lagi bullish katakanlah, maka kita bisa 
nganggur
        > > selama
        > > > > 77-10 hari = 67 hari trading. Kalau diterjemahkan ke tanggalan 
kalender
        > > > > kurang lebih setara dengan 13,4 minggu atau 3 bulan lebih kita 
bisa
        > > nganggur
        > > > > tidak trading :)
        > > > >
        > > > > Jangan diartikan saya hendak mengatakan setelah cuan sekian 
persen maka
        > > > > kita nganggur sekian lama. Tapi poin penting yg ingin saya 
sampaikan
        > > adalah
        > > > > sebenarnya di dunia trading saham, kita tidak harus setiap hari
        > > trading,
        > > > > tidak juga harus setiap minggu trading. Dengan cuan katakan 5%,
        > > sebenarnya
        > > > > kita bisa istirahat hampir dua bulan. Walau demikian, dalam 
praktek
        > > > > lapangan, biasanya kita tidak perlu menunggu sampai 2 bulan 
untuk
        > > mendapat
        > > > > sinyal buy lagi. Dengan demikian, tradingnya jadi bisa lebih 
bersabar
        > > > > menunggu peluang. Begitu lho maksud saya yang sebenarnya :)
        > > > >
        > > > > Semoga bermanfaat ya.
        > > > >
        > > > > jabat erat,
        > > > > Irwan Ariston Napitupulu
        > > > >
        > > > > 2011/3/4 agus saputra <agus008saputra@<
        > > http://mc/compose?to=agus008saputra@>
        > > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > > kalo melihat performance 0,13 % / hari, spt yg bang Ian katakan
        > > > > bagi trader spt saya yg amat nubie ini pun masih kesulitan
        > > > > karena ada embel2 yg nempel secara kasat mata, yaitu KONSISTEN
        > > > > itu yg blm bisa dicapai
        > > > > mk saya coba tuk simpan di tabungan biasa sebesar 2 jt / bln, 
secara
        > > > > KONSISTEN
        > > > > bg saya ini lbh mudah saya lakukan
        > > > > bisa bantu itung, dgn bunga tab yg kecil di indo, contohnya, 
bca dah,
        > > brp
        > > > > hasil yg di dpt setelah 30 thn??
        > > > > krn dibutuhkan proses bunga berbung / compound, kayanya bank 
masuk dalm
        > > > > sistem bunga berbunga
        > > > > thanx
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > > --
        > > > > Lukman
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > > --
        > > > Lukman
        > > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > > ------------------------------------
        > >
        > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar 
saham.
        > >
        > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN 
ADMIN
        > > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU 
MENJUAL
        > > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK 
PEMILIK
        > > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
        > >
        > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham
        > > [email protected] untuk bergabung ke milis saham
        > > Yahoo! Groups Links
        > >
        > >
        > >
        > >
        >
        >

        > --

        > Lukman
        >




        ------------------------------------

        Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

        SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN 
ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU 
MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK 
INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.

        [email protected] untuk berhenti dari milis saham
        [email protected] untuk bergabung ke milis saham
        Yahoo! Groups Links







      -- 
      Lukman









    -- 
    Lukman



  

Kirim email ke