Sebenarnya kasihan .  belum paham benar sudah terjun di dunia Saham.

Tanpa persiapan yg mateng .  ini pun masih belum memadai . masih perlu jam
terbang.

bisa bisa modal amblas.  bukan untung yg di raih,  tapi stress yg di dapat.

Apalagi bila analisa dengan telinga (dengan menguping) , dengan mulut
(dengan bertanya) atau sebagai bebek saja (ikutan saja)




















2011/3/18 budy darmawan <[email protected]>

>
>
> contohnya tlkm?? maknyus bener kebawahnya yaaa hehehehehe....just kidding
>
> regards,
> budy darmawan,s.h.
>
> --- Pada *Jum, 4/3/11, lkm jkt <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: lkm jkt <[email protected]>
>
> Judul: Re: [saham] WB gadungan
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 4 Maret, 2011, 4:32 AM
>
>
>
> Asal dibelikan *blue chip* pasti hasilnya lebih maknyus
>
> apa sih kriteria nya saham yg dapat di katakan sebagai saham blue chip  itu
> ?
>
> Apa iya sedemikian penting nya  dengan masuk ke kelompok saham blue chip ?
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 2011/3/4 Desmond Wira 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
>
>
>
> Kalau time frame Pak Agus 30 tahun lebih baik KONSISTEN investasi di saham
> setiap bulan 2 juta daripada taruh di tabungan
> Asal dibelikan blue chip pasti hasilnya lebih maknyus daripada tabungan
>
> regards
> DW
>
> ------------------------------
> *From:* Irwan Ariston Napitupulu 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
> *To:* [email protected] <http://mc/[email protected]>
> *Sent:* Fri, March 4, 2011 7:51:28 AM
>
> *Subject:* Re: [saham] WB gadungan
>
>
>
> Bunga tabungan di bank seperti BCA adalah 2.25% per tahun, masih potong
> pajak PPh atas bunga sebesar 20% sehingga bunga yg kita terima bersihnya
> sebesar 1,8% per tahun atau bila dihitung per bulan (karena bunga dibayar
> per bulan) maka sebesar 0,15% per bulan (karena satu bulan ada beda2 hari,
> saya asumsikan saja sama supaya gampang menghitungnya).
>
>
> Kalau mau di hitung untuk selama 30 tahun maka di tabungan bisa
> menghasilkan 71,53%.
>
> Dengan kata lain, kalau kita memiliki uang 10 juta di tabungan di bank,
> dengan asumsi bunganya tetap terus tidak ada kenaikan dan penurunan dan
> pajak atas bunga juga tetap, maka setelah 30 tahun kira2 uangnya menjadi
> 17,15 juta.
>
> Sayangnya, tingkat inflasi rata2 6 tahun terakhir sebesar 8,42% per tahun.
> Kalau kita asumsikan rata2 tingkat inflasi selama 30 tahun mendatang adalah
> 8,42% per tahun, maka uang kita di tahun 2041 atau 30 tahun yg dari sekarang
> yg sebesar 17,15 juta itu kalau dihitung nilainya balik ke 2011, nilainya
> setara dengan 1,51 juta alias lebih rendah nilai daya belinya ketimbang kita
> invest di awal yaitu 10 juta.
>
> Jadi, di tabungan atau bahkan di deposito sebenarnya kita sedang tidak
> melakukan investasi karena investasi di tabungan ataupun deposito dapat
> dibilang investasi yang merugi mengingat imbal hasil yang diterima saat ini
> di bawah tingkat inflasi rata2 6 tahun terakhir. Jadi, ketika kita menaruh
> uang di tabungan ataupun deposito, sebenarnya kita dari awal sudah harus
> menyadari bahwa kita merugi.
>
> Saya tidak mengatakan bahwa di tabungan atau deposito tidak perlu. Tetap
> perlu karena kita dalam hidup tetap membutuhkan likuiditas sehari2 atau hal2
> yg bersifat rutin maupun jaga2 untuk kebutuhan mendadak.  Itu sebabnya,
> dalam kehidupan, kita perlu mengatur pengalokasian penempatan uang maupun
> aset kita.
>
> Untuk di saham, sebenarnya saya tidak sedang mengatakan kita harus dapat
> cuan per hari sebesar 0,124% atau katakan saja biar gampang 0,13% seperti
> yang Pak Agus tuliskan. Saya sebenarnya hanya ingin mencoba membuka wawasan
> bahwa seorang WB yg penghasilannya luar biasa itu selama 50 tahun terakhir,
> kalau dirata2 sebenarnya setara dengan 0,124%. Jadi, kalau kita lagi
> trading, katakanlah cuan 5%, maka artinya kita bisa istirahat tidak trading
> dalam kurun waktu 39 hari trading ke depan bila ingin setara dengan WB.
> Misalkan kita dapat cuan 5% itu membutuhkan 3 hari trading, maka tinggal
> dikurangi saja jadi menjadi 36 hari trading kita bisa isitirahat tidak
> trading. Sekedar catatan 5 hari trading setara dengan 7 hari kalender alias
> 36 hari trading setara dengan 7 minggu kalender atau 2 bulan kurang satu
> minggu kita bisa santai2 tidak trading :)
>
> Kalau kita cuan 10% katakan dalam 2 minggu kalender atau 10 hari trading
> berhubung market lagi bullish katakanlah, maka kita bisa nganggur selama
> 77-10 hari = 67 hari trading. Kalau diterjemahkan ke tanggalan kalender
> kurang lebih setara dengan 13,4 minggu atau 3 bulan lebih kita bisa nganggur
> tidak trading :)
>
> Jangan diartikan saya hendak mengatakan setelah cuan sekian persen maka
> kita nganggur sekian lama. Tapi poin penting yg ingin saya sampaikan adalah
> sebenarnya di dunia trading saham, kita tidak harus setiap hari trading,
> tidak juga harus setiap minggu trading. Dengan cuan katakan 5%, sebenarnya
> kita bisa istirahat hampir dua bulan. Walau demikian, dalam praktek
> lapangan, biasanya kita tidak perlu menunggu sampai 2 bulan untuk mendapat
> sinyal buy lagi. Dengan demikian, tradingnya jadi bisa lebih bersabar
> menunggu peluang. Begitu lho maksud saya yang sebenarnya :)
>
> Semoga bermanfaat ya.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/3/4 agus saputra 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
>
>
>
> kalo melihat performance 0,13 % / hari, spt yg bang Ian katakan
> bagi trader spt saya yg amat nubie ini pun masih kesulitan
> karena ada embel2 yg nempel secara kasat mata, yaitu KONSISTEN
> itu yg blm bisa dicapai
> mk saya coba tuk simpan di tabungan biasa sebesar 2 jt / bln, secara
> KONSISTEN
> bg saya ini lbh mudah saya lakukan
> bisa bantu itung, dgn bunga tab yg kecil di indo, contohnya, bca dah, brp
> hasil yg di dpt setelah 30 thn??
> krn dibutuhkan proses bunga berbung / compound, kayanya bank masuk dalm
> sistem bunga berbunga
> thanx
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> Lukman
>
>
>
>
> 
>



-- 
Lukman

Kirim email ke