Kalau di matematika, tidak begitu Pak Susanto :) Tanda "=" itu artinya "setara dengan" atau "sama dengan", dan bukan berarti "adalah"
Angka "2" hanyalah sebuah angka yang mempunya nilai setara dengan 1 + 1, atau 3 - 1, atau 6 : 3, dst. Itulah nilai dari angka 2. Itu sebabnya saya katakan angka "2" tidak bisa memonopoli nilai :) Angka 2 itu sebenarnya adalah suatu kesepakatan yang bersifat universal dimana suatu bilangan setelah angka 1 dan sebelum angka 3. Tapi dalam suatu bentuk operasi dengan salah satu tanda operasinya adalah "=", maka itu sebenarnya berarti "sama dengan" atau "setara dengan", atau kalau bahasa Inggrisnya "equal to", dan jarang atau hampir tidak pernah disebutkan dengan "is" Jadi, kalau dimatematika, boleh saja suatu soal menyatakan hal yang keluar dari kesepakatan universal, misalkan: Bila 1 + 1 = 8, 2 + 1 = 10, dan 3 + 1 = 12, maka 4 + 1 = ? Dengan memperhatikan pola seperti itu, maka kita bisa menjawab 4 + 1 = 14. Begitulah sisi lain dari matematika :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/3/26 Susanto Salim <[email protected]> > > > Yup, cara pengekspresian/penulisan-nya bisa banyak, tapi pasti tetap = 2. > > > 2011/3/25 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > >> >> >> Pak Susanto, apakah 1 + 1 sudah pasti jawabannya *hanya* 2? :) >> >> Bagaimana dengan hal berikut, 1 + 1 = 6 : 3, atau 1 + 1 = -7 + 4 - 7 + (2 >> x 5), dst. >> Dari sini kita bisa lihat, bahwa untuk jawaban 1 + 1, tidak selalu harus >> dijawab dengan 2, tapi bisa dijawab dengan berbagai cara yang setara dengan >> 1 + 1. Dari sudut itulah, saya bisa melihat matematika bisa diihat dari sisi >> arts, seni merangkum angka2 dimana memiliki unsur kebebasan dalam >> berekspresi dan berkreasi. Semakin orang tersebut berani keluar dari jalur >> umum, meluapkan ekspresinya terhadap angka2, maka akan semakin bisa >> dirasakan keindahan dari angka2 itu sendiri :) >> >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> > > > >
