wah kalo urusan angka angka undang si joe shandy aja deh hehehehe..bener ya 
tulisan namanya kaya gitu?? yg di acara master itu yg jago angka tuh 
hehehehe.....

regards,

budy darmawan,s.h.

--- Pada Ming, 27/3/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
menulis:

Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: Re: [saham] valuasi saham [article]
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 27 Maret, 2011, 8:48 AM















 
 



  


    
      
      
      Pak Tobeno, 

Bilangan Fibonacci yg saya ketahui dimulai dari 0, bukan dari 1.
Silakan dilihat di:

http://en.wikipedia.org/wiki/Fibonacci_number


Juga di

http://en.wikipedia.org/wiki/Fibonacci

Sementara penjelasan soal ratio, bisa dilihat di:

http://www.investopedia.com/ask/answers/05/FibonacciRetracement.asp


Sekarang, kembali ke contoh saya :)

1+1=8, 2+1=10, 3+1=12, maka 4+1=14

Kalau Pak Tobeno berpikiran bahwa yg disebelah kiri tanda sama dengan dan 
dengan yg sebelah kanan tanda sama dengan haruslah bilangan yang memiliki sifat 
yg sama atau dasar yang sama, maka saya bisa memaklumkan Pak Tobeno menjadi 
sulit melihatnya secara matematikan.


Oke, saya coba berikan sekarang lebih detil asumsinya supaya Pak Tobeno bisa 
lebih jelas.

Kalau saya asumsikan angka2 di sebelah kiri tanda "=" merupakan angka2 dari 
deret bilangan dimulai 1 dan selanjutnya menjadi 1,2,3,4,5,6,7,8,9 dst, 
sementara bilangan di sebelah kanan adalah deret bilangan yang dimulai dari 6 
dan selanjutnya adalah menjadi sebagai berikut 6,8,10, 12, 14, dst. Mudah2an 
sekarang bisa lebih jelas membayangkan persamaan matematikanya :)

Itu sebabnya, di awal soal saya membuatkan pengkondisian tertentu untuk 
diterima.

Persamaan saya tersebut kalau mau dipalikasikan ke dunia nyata, misalnya 
diproses produksi.
Sebagai contoh misalkan demikian, untuk membuat suatu produk, variabel cost nya 
2, dan fixed cost nya 4. Sehingga kalau mau membuat satu unit, total biayanya 
sebesar 6, kalau mau membuat 2 unit total biayanya menjadi 8, kala mau membuat 
3 unit, total biayanya menjadi 10, kalau mau mau membuat 4 unit, total biayanya 
menjadi 12, kalau mau membuat 5 unit, total biayanya menjadi 14.


Untuk contoh saya yang 1 + 1 = 10 itu, saya koreksi bukan hitungan dalam basis 
2, tapi dalam basis 1.
Deret bilangan dalam basis 1 itu adalah,
0,1,10,11,100,101,110,111,1000,1001,1010,1011,1100, dst.

Sementara kalau basis 2 itu, deret angkanya adalah sbb:

0,1,2,10,11,12,20,21,22,100,101,102,110,111,112,120,121,122,200, dst.

Kalau basis 9, maka deret angkanya adalah sbb:
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,1,17,18,19,20,21, dst seperti yg kita 
kenal umum selama ini.


Sehingga kalau 1+1 dalam hitungan berbasis 1, jawabannya adalah 10 :)

Indahnya matematika ya, :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/3/27 tobeno2 <[email protected]>








        



















Terima kasih banyak Bang atas penjelasan panjang lebarnya.


Semua contoh baru yang Abang tampilkan di bawah dapat dijelaskan dengan 
matematika.

Pertama:
2,4,6,8,10,...,....

Ini adalah Deret Aritmatika. Kalo jaman Bang IAN dulu disebut dengan Deret 
Hitung dengan b=2.

a, a+b, a+2b, a+3b, a+4b,....,....

Kedua:
0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,....,......

Kata Bang IAN ini adalah angka2 Fibonacci.  Abang salah!
Deret
 Fibonacci tidak dimulai dari 0 dan 1 tapi dari 1 dan 1.  Kalau nol-nya 
dihilangkan baru bisa disebut Bilangan Fibonacci. Why? Karena pada tahun 1202
 Fibo tertarik dengan reproduksi kelinci. Dia mulai denga 1 male rabbit 
and 1 female rabbit.

Kembali ke matematika, deret di atas merupakan 
bagian dari matematika. Kecuali 2 angka pertama (1 dan 1) angka 
berikutnya adalah penjumlahan dua angka terdekat sebelumnya.
Contoh:
Angka 21 = 8+13, dst.

Kembali ke contoh yg Abang tulis, bila 1+1=8, 2+1=10, 3+1=12, maka 4+1=14 tetap 
tidak dapat dijelaskan sebagai operasi matematika.  Abang mencoba menjelaskan 
dengan memberi 2 contoh baru yang memang bisa diterima secara matematika tapi 
tidak untuk 1+1 dstnya tadi.


Mengenai Ratio Fibonacci sudah pernah saya tulis di milis tetangga hampir 2 
tahun yang lalu, yang saya dapatkan sendiri tanpa referensi dari manapun.  
Mungkin Abang Abang punya referensinya.

Ini saya copas posting saya 2 tahun yang lalu.




[junior_Trader] Rasio
Fibonacci dapat dari mana?

Tuesday, June 30, 2009 2:13 AM

From:"tobeno 2"
<[email protected]>

Add sender to
Contacts 

To:[email protected]

 

[Maaf bila ini sudah jadi
rahasia umum.  Saya baru nemu soalnya] 

  

Liat market soso.. daripada bengong
jadi kepikiran dari manakah datangnya rasio Fibonacci 61.8, 38.2, 23.6, 76.4%. 
Mumpung abis UAS iseng-iseng melakukan itung-itungan berikut: 

  

Bilangan Fibonacci (ditemukan 750
tahun yang lalu oleh matematikawan Italia) berasal dari dua angka 1 dan 1
kemudian angka berikutnya diperoleh dengan menambahkan 2 angka sebelumnya. 

Contoh:  1, 1, 2, 3, 5, 8, 13,
21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, dst (hingga kini angka Fibonacci terbesar belum
ditemukan, ada yang minat jadi penemu?) 

  

Rasio diperoleh dengan membagi 2
angka Fibonacci sebagai berikut:  

  

Ui/Ui    misal
377/377 = 1.0000  

Ui/Ui+1 misal
233/377 = 0.6180 

Ui/Ui+2 misal
144/377 = 0.3820 

Ui/Ui+3 misal  
89/377 = 0.2360 (dibulatkan) 

Ui/Ui+4 misal  
55/377 = 0.1460 (dibulatkan) 

Ui/Ui+tak hingga
misal 1/tak hingga = 0 

  

Ui = suku ke-i.  

Angka Fibonacci dalam contoh bisa
diganti dg angka Fibonacci lainya yang lebih besar. 

  

Karena rasio ini berada di natara 0
dan 100 (jika dipersenkan) dengan median 50 

diperoleh pasangan angka yang bila
dijumlahkan bernilai 100:  61.8 & 38.2 – 23.6 & 76.4 – 14.6 &
85.4 

  

Jika diurutkan akan menjadi: 

0.0 – 14.6 – 23.6 – 38.2 – 50.0 –
61.8 – 76.4 – 85.4 – 100.0 

  

Kalo begitu sebenarnya masih ada
rasio antara 100 dan 76.4 yakni 85.4 dan antara 0 dan 23..6 yaitu 14.6.  Bila
ini benar jarak antarrasio jadi lebih seragam. 

  

Apakah begitu cara memperoleh rasio
Fibonacci wallahualam!  Karena saya belum menemukan literatur yang
menjelaskan hal ini (mungkin ada yang pernah baca?). 

  

Kali aja 2 tambahan rasio Fibonacci
ini bermanfaat bagi trader khususnya saya! 

  

Salam, 

 



--- On Sun, 3/27/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote:


From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Subject: Re: [saham] valuasi saham [article]
To: [email protected]

Date: Sunday, March 27, 2011, 3:09 AM







 



    
      
      
      Terima kasih Pak Tobeno untuk masukannya. Walau ada aspek

psikologisnya, tapi sebenarnya contoh saya itu menampilkan suatu

bentuk trend. Sama seperti deretan angka berikut ini:



2,4,6,8,10,...,....



Maka dua angka titik2 itu akan kita isi 12 dan 14. Polanya dapat kita

lihat bahwa angka disebelah kanan akan bertambah nilai dua dari angka

sebelah kirim atau selisih angka yang bersebelahan nilainya 2.



Atau, bila kita menemukan deretan angka berikut  ini:



0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,....,......



Maka dua angka terakhir yg kosong akan kita isi dengan angka 144 dan

233. Terlihat ada pola dari deret angka tersebut yaitu angka baru

muncul dari penjumlahan dua angka sebelumnya kecuali dua angka

pertama, 0 dan 1. Deret angka ini juga dikenal dengan nama deret angka

fibonacci.



Dalam analisa teknikal, kita suka menggunakan angka2 fibonacci

retracement seperti 23,6%, 38,2%, 61,8%. Angka fibonacci retrancement

ini diambil dari ratio deretan angka fibonacci tersebut.



Seperti misal, 61,8% yg juga dikenal sebagai golden ratio dari

fibonacci number itu asalnya dari angka kiri dibagi angka kanan dari

deret angka tersebut. Tentunya diambil yg paling banyak dengan kondisi

deret angkanya sampai tak terhingga.



Coba saja dihitung berapa hasil dari pembagian angka berikut ini,

8/13, 13/21,  21/34, 34/55, 55/89, 89/144, 144/233,  dst..... maka

angkanya sekitar 61,8%  :)



Untuk angka 38,2% didapat dari ratio dengan dua angka sebelah kanan

dari deret tersebut.



8/21, 13/34, 21/55, 34/89, 55/144, 89/233, dst...... maka angkanya

sekitar 38,2% :)



Begitu juga dengan angka 23,6%, didapat dari ratio dengan tiga angka

sebelah kanan dari deret tsb.



Poinnya adalah ada pola tertentu.



Kembali ke contoh saya yg menulis begini,

bila 1+1=8, 2+1=10, 3+1=12, maka 4+1=14



Bila kita memperhatikan deretan tersebut, terlihat ada polanya yaitu

ketika sisi sebelah kiri tanda "=" nilainya bertambah 1, maka sisi

kanan tanda "=" nilainya bertambah 2. Dan bagi saya, ini masih masuk

matematikan.



Sama seperti waktu kita SD dulu, mengenal hitungan penjumlahan dengan

basis. Ada basis 2, basis 3, dst. Hitungan penjumlahan kita yang

sekarang itu sebenarnya adalah basis 9. Saya kurang tahu, apakah di SD

sekarang ini masih diperkenalkan perhitungan dengan basis. Dulu waktu

SD, saya sempat bingung juga mengingat terbiasa dengan hitungan basis

9, sehingga begitu dirubah jadi basis 4, atau basis 7, atau lainnya,

jadi rada mikir karena merasa kurang nyaman akibat sudah terbiasa

dengan basis 9. Tapi sekarang saya merasakan manfaatnya, bahwa selalu

mempersiapkan diri dengan kondisi yang diluar dari kebiasaan atau

rutinitas kita. Disitulah seorang analis grafik maupun trader

saham/forex perlu membiasakan atau mempersiapkan dirinya untuk

menghadapi situasi yang mungkin tidak lazim yang bisa saja muncul :)



Jadi, kalau dilihat ke posting awal terkait pertanyaan apakah 1 + 1

pasti jawabannya adalah 2, ternyata kalau kita lihat dari sisi

matematika dengan menggunakan basis dua, justru jawaban dari 1+1 = 10

bila ingin jawabannya merupakan angka alias bukan bentuk nilai dalam

persamaan lainnya.  :)



Kalau kita coba kaitkan dengan analisa grafik, begitu juga sebenarnya

tujuan kita ketika membaca grafik. Kita belajar mencari pola dari

suatu gerakan yang terjadi di pasar. Dengan berdasar pola yang ada

itulah, kita mencoba memperkirakan pergerakan harga ke depannya.

Kemampuan mata kita melihat pola, akan membantu kita meningkatkan

probabilitas dalam memperkirakan pergerakan harga saham kedepannya.

Mohon tidak mencampuradukan pengertian kata MEMPERKIRAKAN dengan

MEMASTIKAN.



Karena kemajuan teknologi dan perkembangan pengetahuan, kita pun

sekarang banyak mengenal alat bantu untuk mencoba memetakan perilaku

pergerakan harga tersebut, sehingga kita mengenal ada banyak indikator

dalam analisa grafik yang bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan

pergerakan harga saham. Dan beruntungnya lagi kita dijaman sekarang,

tidak perlu repot2 karena ada software Amibroker Pro yang membantu

memudahkan semua perhitungan rumit tersebut sekaligus membantu kita

mencarikan saham dengan kriteria2 yang kita inginkan atau kriteria yg

sudah ada.



Kalau dilihat harganya yang lagi promo sampai 20 April nanti sebesar

Rp2.250.000 harga setelah diskon, bila satu tahun kita hitung 365

hari, maka kalau kita pakainya cuma mau:

5 tahun, setara dengan Rp1233/hari

10 tahun, setara dengan Rp124/hari

15 tahun, setara dengan Rp8,2/hari

20 tahun, setara dengan Rp0,41/hari alias kurang dari Rp1 saja per hari nya :)



Berapa lama batasan pemilik Amibroker Pro dapat menggunakan software

resminya? Tidak ada batasan waktu alias bisa saja lebih dari 20 tahun.



Semoga bermanfaat :)



jabat erat,

Irwan Ariston Napitupulu



2011/3/27 tobeno <[email protected]>:

>

> ------ dikutip dari ulasan Bang IAN

>

> Jadi, kalau dimatematika, boleh saja suatu soal menyatakan hal yang keluar 
> dari kesepakatan universal, misalkan:Bila 1 + 1 = 8, 2 + 1 = 10, dan 3 + 1 = 
> 12, maka 4 + 1 = ?Dengan memperhatikan pola seperti itu, maka kita bisa 
> menjawab 4 + 1 = 14


> -------

>

> Maaf! Menurut saya contoh di atas bukan merupakan persoalan matematika tapi 
> lebih ke aspek psikoligis.  Mengapa karena pola di atas tidak bisa dijabarkan 
> secara matematika. Makanya soalan seperti ini banyak muncul dalam psikotes2.


>

> Beda dengan contoh berikut.  Ini soal matematika:

>

> Kalo 1/5 dari 11 = 11

> Berapa 1/3 dari 3?

>

> Jawabannya: 5

>

>

> "The more quantitative a model, the better the valuation."

>

>



    
     



 





      








    
    














    
     

    
    


 



  










Kirim email ke