Hehe.. Bang ian memang tangguh.. Dibagian akhir selalu ada "pesan" :)
Lama2 luruh jg utk beli ami :D Sent from my WhiteBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 27 Mar 2011 14:09:45 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] valuasi saham [article] Terima kasih Pak Tobeno untuk masukannya. Walau ada aspek psikologisnya, tapi sebenarnya contoh saya itu menampilkan suatu bentuk trend. Sama seperti deretan angka berikut ini: 2,4,6,8,10,...,.... Maka dua angka titik2 itu akan kita isi 12 dan 14. Polanya dapat kita lihat bahwa angka disebelah kanan akan bertambah nilai dua dari angka sebelah kirim atau selisih angka yang bersebelahan nilainya 2. Atau, bila kita menemukan deretan angka berikut ini: 0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,....,...... Maka dua angka terakhir yg kosong akan kita isi dengan angka 144 dan 233. Terlihat ada pola dari deret angka tersebut yaitu angka baru muncul dari penjumlahan dua angka sebelumnya kecuali dua angka pertama, 0 dan 1. Deret angka ini juga dikenal dengan nama deret angka fibonacci. Dalam analisa teknikal, kita suka menggunakan angka2 fibonacci retracement seperti 23,6%, 38,2%, 61,8%. Angka fibonacci retrancement ini diambil dari ratio deretan angka fibonacci tersebut. Seperti misal, 61,8% yg juga dikenal sebagai golden ratio dari fibonacci number itu asalnya dari angka kiri dibagi angka kanan dari deret angka tersebut. Tentunya diambil yg paling banyak dengan kondisi deret angkanya sampai tak terhingga. Coba saja dihitung berapa hasil dari pembagian angka berikut ini, 8/13, 13/21, 21/34, 34/55, 55/89, 89/144, 144/233, dst..... maka angkanya sekitar 61,8% :) Untuk angka 38,2% didapat dari ratio dengan dua angka sebelah kanan dari deret tersebut. 8/21, 13/34, 21/55, 34/89, 55/144, 89/233, dst...... maka angkanya sekitar 38,2% :) Begitu juga dengan angka 23,6%, didapat dari ratio dengan tiga angka sebelah kanan dari deret tsb. Poinnya adalah ada pola tertentu. Kembali ke contoh saya yg menulis begini, bila 1+1=8, 2+1=10, 3+1=12, maka 4+1=14 Bila kita memperhatikan deretan tersebut, terlihat ada polanya yaitu ketika sisi sebelah kiri tanda "=" nilainya bertambah 1, maka sisi kanan tanda "=" nilainya bertambah 2. Dan bagi saya, ini masih masuk matematikan. Sama seperti waktu kita SD dulu, mengenal hitungan penjumlahan dengan basis. Ada basis 2, basis 3, dst. Hitungan penjumlahan kita yang sekarang itu sebenarnya adalah basis 9. Saya kurang tahu, apakah di SD sekarang ini masih diperkenalkan perhitungan dengan basis. Dulu waktu SD, saya sempat bingung juga mengingat terbiasa dengan hitungan basis 9, sehingga begitu dirubah jadi basis 4, atau basis 7, atau lainnya, jadi rada mikir karena merasa kurang nyaman akibat sudah terbiasa dengan basis 9. Tapi sekarang saya merasakan manfaatnya, bahwa selalu mempersiapkan diri dengan kondisi yang diluar dari kebiasaan atau rutinitas kita. Disitulah seorang analis grafik maupun trader saham/forex perlu membiasakan atau mempersiapkan dirinya untuk menghadapi situasi yang mungkin tidak lazim yang bisa saja muncul :) Jadi, kalau dilihat ke posting awal terkait pertanyaan apakah 1 + 1 pasti jawabannya adalah 2, ternyata kalau kita lihat dari sisi matematika dengan menggunakan basis dua, justru jawaban dari 1+1 = 10 bila ingin jawabannya merupakan angka alias bukan bentuk nilai dalam persamaan lainnya. :) Kalau kita coba kaitkan dengan analisa grafik, begitu juga sebenarnya tujuan kita ketika membaca grafik. Kita belajar mencari pola dari suatu gerakan yang terjadi di pasar. Dengan berdasar pola yang ada itulah, kita mencoba memperkirakan pergerakan harga ke depannya. Kemampuan mata kita melihat pola, akan membantu kita meningkatkan probabilitas dalam memperkirakan pergerakan harga saham kedepannya. Mohon tidak mencampuradukan pengertian kata MEMPERKIRAKAN dengan MEMASTIKAN. Karena kemajuan teknologi dan perkembangan pengetahuan, kita pun sekarang banyak mengenal alat bantu untuk mencoba memetakan perilaku pergerakan harga tersebut, sehingga kita mengenal ada banyak indikator dalam analisa grafik yang bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan pergerakan harga saham. Dan beruntungnya lagi kita dijaman sekarang, tidak perlu repot2 karena ada software Amibroker Pro yang membantu memudahkan semua perhitungan rumit tersebut sekaligus membantu kita mencarikan saham dengan kriteria2 yang kita inginkan atau kriteria yg sudah ada. Kalau dilihat harganya yang lagi promo sampai 20 April nanti sebesar Rp2.250.000 harga setelah diskon, bila satu tahun kita hitung 365 hari, maka kalau kita pakainya cuma mau: 5 tahun, setara dengan Rp1233/hari 10 tahun, setara dengan Rp124/hari 15 tahun, setara dengan Rp8,2/hari 20 tahun, setara dengan Rp0,41/hari alias kurang dari Rp1 saja per hari nya :) Berapa lama batasan pemilik Amibroker Pro dapat menggunakan software resminya? Tidak ada batasan waktu alias bisa saja lebih dari 20 tahun. Semoga bermanfaat :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/3/27 tobeno <[email protected]>: > > ------ dikutip dari ulasan Bang IAN > > Jadi, kalau dimatematika, boleh saja suatu soal menyatakan hal yang keluar > dari kesepakatan universal, misalkan:Bila 1 + 1 = 8, 2 + 1 = 10, dan 3 + 1 = > 12, maka 4 + 1 = ?Dengan memperhatikan pola seperti itu, maka kita bisa > menjawab 4 + 1 = 14 > ------- > > Maaf! Menurut saya contoh di atas bukan merupakan persoalan matematika tapi > lebih ke aspek psikoligis. Mengapa karena pola di atas tidak bisa dijabarkan > secara matematika. Makanya soalan seperti ini banyak muncul dalam psikotes2. > > Beda dengan contoh berikut. Ini soal matematika: > > Kalo 1/5 dari 11 = 11 > Berapa 1/3 dari 3? > > Jawabannya: 5 > > > "The more quantitative a model, the better the valuation." > >
