Hɑнaнǻ=))º°˚˘˚°º≈*нaнaɑº*°˚˘˚°º≈•=D 
Singkat, padat, jeduogggg. 
Memang di indo banyak yang kaya gini mentalnya. 

Sent from my cuanlicious BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: stock gainer <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 28 Mar 2011 18:29:48 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)

lha wong arab saudi, kuwait, mesir, irak, dubai aja ada kok bursa
saham...masak masih dibilang nggak halal...hehehe...selama ini kemane
aje tuh :)

On 3/28/11, Agus Surya <[email protected]> wrote:
> Setau saya investasi saham itu halal, maupun trading. Khan ada JII, ada
> reksadana syariah. Cm produk (saham) yg boleh dikoleksi ada syarat2nya.
> Yang pasti gak main banking sama rokok lah..
>
>
> Sent from my WhiteBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 28 Mar 2011 17:27:39
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)
>
> Semoga dengan berita resmi seperti ini dari MUI, bisa memberikan kejelasan
> bagi sahabat-sahabat saya yang beragama Islam sehingga bisa melakukan
> aktivitas di saham dengan lebih mantap.
>
> Semoga juga, perdebatan yang suka tak berujung, kali ini sudah berujung dan
> bisa tuntas dengan sudah dikeluarkannya hal terkait dari pihak yang memang
> berwenang dan kapabel mengumumkannya.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/3/28 rudy rajendra <[email protected]>
>
>>
>>
>>
>>
>> http://www.detikfinance.com/read/2011/03/28/153009/1602838/6/mui-nyatakan-jual-beli-saham-halal
>>
>> --- Pada *Ming, 27/3/11, Irwan Ariston Napitupulu
>> <[email protected]>
>> * menulis:
>>
>>
>> Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>> Judul: [saham] Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)
>> Kepada: [email protected]
>> Tanggal: Minggu, 27 Maret, 2011, 5:09 PM
>>
>>
>>
>> Pak Oguds, yang anda kutip itu bukan jawaban saya atas pertanyaan
>> apakah saham itu judi atau bukan. Karena anda comot2 seperti itu,
>> jadinya anda kehilangan makna yang sebenarnya dari tulisan saya pada
>> posting tersebut. Ini bisa menyesatkan pembaca lainnya yang tidak
>> mengikuti pembicaraan sebelumnya. Apalagi, anda tidak mengikutsertakan
>> posting saya sebelumnya pada bagian bawah email anda :)
>>
>> Posting lengkap saya yg dipotong oleh Pak Oguds adalah sbb:
>>
>> ==============awal kutipan lengkap posting saya===========
>> Kalau kriterianya sesuatu yang ngga pasti itu sama dengan judi, maka
>> saya sepakat bahwa saham adalah judi :)
>>
>> Soal judi atau tidak judinya saham, saya serahkan kembali saja ke
>> masing2 individu. Mau dilihat sebagai ajang judi, boleh2 saja. Mau
>> dilihat sebagai ajang investasi, boleh2 saja. Mau dilihat sebagai
>> lahan untuk cari dana pendidikan anak, boleh2 saja. Mau dilihat
>> sebagai alat untuk persiapan menghadapi masa pensiun kelak, boleh2
>> saja. Mau dilihat sebagai sarana pengisi waktu senggang, boleh2 saja.
>> Mau dianggap sebagai alat pergaulan karena teman2 di arisan ataupun di
>> kantor suka membicarakan kenaikan dan penurunan di saham, boleh2 saja.
>> Mau dilihat sebagai alat menaikkan gengsi agar bisa melamar anak Pak
>> Lurah, boleh2 saja :)
>>
>> Apapun alasannya, saham tetap sesuatu yang menarik untuk dipelajari
>> lebih jauh :)
>>
>> Trading/investasi di saham buat saya pribadi sudah sebagai suatu alat
>> untuk membiayai "makan siang" saya :)
>> =========akhir kutipan lengkap tulisan saya=============
>>
>> Jadi, di posting saya tersebut dapat dilihat bahwa saya tidak
>> pedulikan orang lain mau bilang judi atau tidak judi. Terserah
>> sajalah, karena hal tersebut menjadi urusan masing2. Kalau ada orang
>> yang serius mau cari tahu judi atau tidak judi terkait dengan keimanan
>> atau agama, maka silakan ditanyakan langsung ke pihak yang lebih
>> kompeten. Yang jelas, milis saham bukan tempat yang tepat membahas
>> hal/topik tersebut, karena di milis ini isinya beragam sekali
>> orangnya.
>> Selain itu, di milis ini sudah pernah dibahas topik yang sama,
>> beberapa kali sejak bertahun2 lalu. Dan respon dari anggota milis
>> selalu beragam, dan tidak ada titik temu. Sama seperti duluan mana,
>> ayam atau telur :)
>>
>> Alhasil, mengapa kita harus menghabiskan energi dan waktu yang begitu
>> besar untuk membahas hal yang sudah pernah di bahas dan jadi
>> perdebatan sepanjang masa di milis ini. Contoh perdebatan lain yang
>> tak ada ujung adalah topik "Analisa fundamental vs Analisa Technical",
>> kalau di milis fotografi itu sama seperti perdebatan antara pengguna
>> Nikon vs Canon :)
>>
>> Oke ya Pak Oguds, jadi jawaban saya sebelumnya itu bukan jawaban
>> asal2an dan tidak serius, tapi justru karena saya tahu dan tidak ingin
>> terjebak pada diskusi tak berujung, makanya saya beberkan apa yang
>> sebenarnya dilapangan tanpa mencoba menjadi yang paling tahu soal
>> tersebut.
>>
>> Kalaupun anda mau menilai bahwa jawaban saya adalah jawaban asal2an
>> hanya karena isi jawaban tidak sesuai dengan ekspektasi anda
>> sebelumnya, saya tidak bisa berbuat apa2. Karena yang saya sampaikan
>> adalah fakta lapangan dari yang saya amati dilapangan, dan tentunya
>> bukan asal2an :)
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2011/3/27 Oguds
>> <[email protected]<http://id.mc777.mail.yahoo.com/mc/compose?to=oguds%40sega.gatra.com>
>> >:
>> > Sunday, March 27, 2011, 4:40:10 PM, you wrote:
>> >
>> > IAN> "Trading/investasi di saham buat saya pribadi sudah    sebagai
>> > IAN> suatu alat untuk membiayai "makan siang" saya :)"
>> >
>> > Pertanyaan saham itu judi atau bukan, buat sebagian orang pertanyaan
>> > sangat serius, jadi jangan dijawab asal2an seperti di atas. Coba
>> > memahami dari berbagai sudut pandang, termasuk penanya, dikaitkan
>> > referensi yg valid dari lembaga berwenang. Bila dia muslim, rujukannya
>> > jelas MUI. Setahu saya, judi haramkan oleh semua agama. Masalahnya,
>> > bagaimana mendefinisikan judi tersebut?
>> >
>> > Kita tidak bisa terlalu bebas toh? Misal, apakah korupsi itu haram?
>> > Pasti ada yg jawab asal2an, halal saja, asal tidak saling merugikan.
>> > Ini tentu menyesatkan, bila tidak ada rujukannya hukumnya (hukum
>> > positif, agama, dst). Boleh bebas berpendapat tapi bertanggungjawab,
>> > dasarnya jelas.
>> >
>> > Buat muslim, di Internet banyak diskusi tentang ini, salah satunya:
>> >
>> http://www.pkes.org/faqs/62-ekonomi-islam/122-hukum-forex-dan-saham-menurut-islam-halal-atau-haram.html.
>> > Lihat juga softcopy PDF di bawahnya.
>> >
>> > BEI sendiri per 23 Feb 2011, juga sedang meminta fatwa MUI lebih
>> > lanjut soal jual beli saham,
>> >
>> http://www.republika.co.id/berita/bisnis-syariah/berita/11/02/23/165753-bei-minta-mui-terbitkan-fatwa-jualbeli-saham.
>> >
>> > Jadi mari kita tunggu lebih detilnya, saya kira hasilnya tidak jauh
>> > dari fatwa tahun 2003 tadi, hanya ada penjelasan2 lebih detil. Namun
>> > apabila hasilnya berbeda 180 derajat, ya pabole buat, CL and out. :)
>> >
>> > --
>> > Tertanda,
>> > Oguds [960000031]
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>>
>>
>>
>
>

Kirim email ke