Ngasi angka aja salah, gmana kerjanya ... Serem aah .. Regards... ZFQ
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 31 Mar 2011 03:19:54 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 2010 Bloon apa bloon, triliun tu seribu milyar. Emang anak TK bisa salah tulis salah ngomong, cukup sudah pembodohan massall inii Ayo bapepam, kasi comment dong. Sent from my cuanlicious BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: Saham Gorengan <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 30 Mar 2011 17:33:04 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 2010 sumber : http://www.detikfinance.com/read/2011/03/31/064518/1605326/6/direvisi-bakrie-brothers-ternyata-rugi-rp-7-triliun-di-2010?f9911023 Jakarta - Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk melakukan revisi atas rilis laporan keuangannya. Rugi tahun 2010 yang semula ditulis Rp 7,64 miliar ternyata yang benar adalah Rp 7,64 triliun. Aha! Dalam rilis yang disampaikan manajemen BNBR pada Rabu (30/3/2011), dikatakan bahwa akibat pelepasan saham, BNBR menderita net loss sebesar Rp 7.640.918.548 di penghujung 2010. "Seharusnya ditulis... senilai Rp 7.640.918.548.000 (tujuh triliun enam ratus miliar sembilan ratus juta lima ratus empat puluh delapan ribu) atau disingkat Rp 7,64 triliun," jelas Direktur BNBR Siddharta Moersjid dalam siaran persnya, Kamis (31/3/2011). "Atas kesalahan ini kami sampaikan permohonan maaf," tambah Siddharta. Angka kerugian tersebut berarti melonjak hingga 370% dibandingkan kerugian tahun 2009 yang 'hanya' Rp 1,627 triliun. Menurut BNBR, setelah tahun buku 2010, kerugian investasi akan turun tajam. Dengan demikian, beban potensi kerugian investasi tahun 2008 yang selama ini dipikul oleh BNBR telah terealisir, dan diharapkan tidak akan berdampak terhadap kinerja BNBR di tahun 2011. "Karena itu, saya sangat optimis, tahun 2011 ini dan juga tahun tahun selanjutnya, BNBR dapat menunjukkan kinerja keuangan yang akan meningkat pesat dan jauh lebih baik," kata Presiden Direktur & CEO BNBR Bobby Gafur Umar dalam siaran persnya. Dalam rilis sebelumnya juga dikatakan, perseroan mencatatkan perolehan pendapatan bersih sebesar Rp 13,2 triliun, naik hampir 72% jika dibandingkan pendapatan bersih tahun 2009 sebesar Rp. 7,6 triliun. Tahun lalu, BNBR juga merampungkan proses pelunasan pinjaman ke sejumlah kreditur melalui mekanisme debt buyback. Proses ini menurunkan posisi pinjaman BNBR senilai Rp 2,3 triliun. Sepanjang tahun 2010, harga saham BNBR ikut terkoreksi, dari Rp 84 per lembar di akhir tahun 2009 turun % menjadi Rp 65 per lembar. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham BNBR ditutup stagnan di Rp 66 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 2.595 kali dengan volume 482.114 lot senilai Rp 15,715 miliar. waduhhh.... gimana saham BNBR nih ??? apa bakal mentok di 50 lagi ???
