Pak Tobeno dan rekan lainnya, silakan lihat kembali judul thread ini, "Mana
Lebih Beresiko?".
Dari judulnya thread nya saja, saya sedang bertanya terhadap minimal dua hal
yang sama2 beresiko, tapi yang saya tanyakan adalah mana yang LEBIH beresiko
:)

Pertanyaan yang saya ajukan pun juga jelas, tidak diawang2 dan tidak
ngambang kalau diperhatikan. Coba kita lihat lagi pertanyaannya:

-------
Mana yang lebih beresiko menurut anda saat ini dengan asumsi menggunakan
modal yg sama besar untuk diinvestasikan dengan jangka waktu 8 tahun ke
depan. Catatan, di saham hanya buy saja dan di hold terus alias tidak
ditradingkan dan dividennya di reinvestasikan.


Membeli saham ASII (Astra Internasional)
vs
Membuka restoran makanan

Membeli saham INDF (Indofood)
vs
Membuka usaha bakery (roti)


Membeli saham BMRI (Bank Mandiri)
vs
Membuka Salon Kecantikan
----------------------------------------

Anggota milis ini disodorkan akan situasi yang ada dan diminta responnya
berdasarkan pendapat pribadi, bukan berdasarkan mana yang benar. Karena
tidak ada jawaban yang benar bila menyangkut pendapat pribadi. Mengapa
demikian? Karena bisa saja disini ada pengusaha restoran. Untuk pertanyaan
pertama, maka bagi dia tentu akan menjawab lebih beresiko membeli saham ASII
ketimbang membukan restoran makanan, karena memang dia sudah mengetahui
betul seluk beluk restoran ketimbang perusahaan  Astra. Itu sebabnya di
akhir pertanyaan, saya ada menulis demikian "Jawabannya saya yakin bisa
berbeda2" dengan konteks pemikiran saya adalah latar belakang anggota milis
ini bisa berbeda2 seperti yang saya sebutkan di atas, bisa saja ternyata
seorang pengusaha restoran, atau pengusaha bakery, atau pengusaha salon
kecantikan atau katakanlah dari keluarga yg memiliki usaha yang saya
sebutkan itu.

Tapi jelas saya tidak mengharapkan perbedaan jawaban yang muncul hanya
karena melebar dari yang ditanyakan.
Perhatikan pertanyaan saya adalah mana yang lebih beresiko, bukan mana yang
lebih menguntungkan. :)
Saya pun juga tidak sedang membandingkan dengan orang2 yg sukses di sektor
riil vs yang sukses di saham, karena yang saya tanyakan adalah diri pribadi
anggota milis ini, dan pertanyaannya pun juga spesifik ke ASII, INDF, BMRI,
restoran makanan, bakery, salon kecantikan. Bukan bertanya tentang KLBF,
SIPD, KARK, toko kelontong, mini market, sewa mobil, dll. Untuk jangka
waktunya pun juga saya batas agar ada kejelasan dan tidak mengambang. Saya
sebut dengan jelas 8 tahun sehingga ketika mau memberikan pendapat sudah ada
kejelasan dari sisi waktu. Kalau saya tanyakan dengan berbagai waktu,
misalkan 5 tahun, 8 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, nanti yang ditanya
malah bingung jawabnya.

Mungkin kita perlu belajar fokus dengan apa yang ditanyakan, situasi
pengkodisian yang sudah diberikan penanya. Kalau dipertanyakan
pertanyaannya, malah jadi lucu.

Misalkan, billa saya bertanya, "Seandainya anda saya beri tiket pesawat ke
Bali untuk perjalanan selama seminggu, 1 Mei 2011-8 Mei 2011, apa yang akan
anda lakukan?". Jawaban bisa saja dengan mengatakan, saya akan kembalikan
karena tanggal segitu saya lagi ada tugas di kantor, atau bisa juga
jawabannya, saya mau nikmati pantai kuta sepuasnya, dst. Tentunya akan jadi
kurang tepat bila mempertanyakan pertanyaannya dengan pertanyaan2 seperti,
"Mengapa ke Bali, kenapa tidak ke Manado atau ke Lombok?", "Mengapa tanggal
1 Mei 2011-8 Mei 2011, dan bukan 1 Juni 2011-8 Juni 2011?", dst.....dst.
Mungkin kita perlu belajar menghadapi situasi yang diciptakan oleh penanya,
dan menjawab hanya berdasarkan apa yang ditanyakan, tanpa perlu takut
jawabannya akan mengarah kemana :)

Apakah pertanyaan yang saya ajukan bias?
Saya rasa tidak, karena konteks saya adalah bertanya ke masing2 individu
yang sudah saya duga, seperti ditulis di posting awal, bisa berbeda2 jawaban
yang diberikan dengan dasar berpikir saya seperti yg saya sebutkan di atas,
latar belakang anggota milis ini yang bisa berbeda2.

Pak Wisnu sempat mengatakan bahwa kalau pertanyaan diajukan ke milis
wirausaha, maka jawaban mungkin berbeda. Betul, bisa saja begitu menurut
saya. Karenanya saya tantang balik untuk dipertanyakan pertanyaan saya
tersebut ke milis wirausaha. Hanya saja pertanyaannya sedikit dimodifikasi
tanpa harus kehilangan nafas awalnya dari pertanyaannya.

Pertanyaan yang bisa diajukan di milis wirausaha adalah:

"Manakah yang menurut anda lebih beresiko secara bisnis untuk masa investasi
8 tahun ke depan, membuka restoran makanan yang baru atau menanamkan uang
kita di Astra Internasional dengan cara memiliki sebagian kecil kepemilikan
perusahaan Astra Internasional."

Saya sengaja tidak menyebut saham, karena bisa jadi tidak semua anggota
milis wirausaha mengerti soal saham ASII itu saham apaan. Jadi,
pertanyaannya sedikit dimodifikasi tanpa menghilangkan maksudnya. Kata saham
ASII saya ganti dengan kepemilikan di perusahaan Astra International.

Sebenarnya, ada pertanyaan klasik di kalangan calon wirausahawan yang jiwa
dari pertanyaannya sama dengan jiwa dari pertanyaan saya. Pertanyaan klasik
itu adalah

"Manakah yang lebih aman atau resikonya lebih rendah, membuka usaha sendiri
dan memulainya dari baru, ataukah join dengan salah satu franchise terkenal
yang sudah terbukti sukses."

Kalau pertanyaan yang satu ini saya sebutkan di mils ini, saya duga akan
banyak yang menjawab, "Lebih tidak beresiko memulai usaha baru dengan join
ke franchise terkenal yang sudah terbukti sukses."

Pertanyaan saya terdahulu itu pun juga sebenarnya memiliki jiiwa yang sama.
Bila kita ingin berinvestasi, apakah kita lebih beresiko untuk investasi di
sektor riil yang mungkin kita tidak menguasai sisi bisnis, tidak tahu cara
mengelolanya, tidak paham cara menjalankannya, ataukah kita menginvestasikan
dana kita ke perusahaan yang sudah jelas2 sukses selama bertahun2, produknya
dikenal luas dan termasuk salah satu leader dibidangnya, dan juga sektornya
memiliki pertumbuhan yang bagus.

Mungkin, kalau saya tanyakan seperti di atas, jawaban akan lebih seragam
yaitu lebih beresiko membuka usaha disektor riil yang bisa jadi kita tidak
menguasai sisi bisnisnya, ketimbang kita join ke perusahaan yang sudah
jelas2 sukses. Tapi saya memang sengaja tidak mengajukan pertanyaan seperti
itu :)

Terakhir, saya tidak sedang mencoba membuat satu kesimpulan, tapi lebih
kepada mencoba membukakan wacana yang selama ini mungkin tidak disadari oleh
masyarakat luas yaitu terkait dengan investasi di saham. Tidak banyak yang
menyadari bahwa investasi di saham itu sebenarnya sama dengan kita
join/bergabung dengan perusahaan yang kita beli sahamnya.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/4/1 tobeno <[email protected]>

>
>
>
>
> Bias! Karena ditanyakan di milis saham (meminjam istilah Pak Wisnu). Sangat
> mungkin orang-orangnya bukan pelaku sektor riil.
>
> Dan cenderung tendensius.
>
> Membandingkan kinerja saham yang sudah memiliki track record baik di masa
> lalu vs. membuka usaha baru. Ini yang pertama.
>
> Kedua mengapa periodenya 8 tahun? Bukan 5 atau 15 tahun.
>
> Di radio saya mendengar seseorang buka resto di tempat yang baik dengan
> modal Rp 1.8 M. Untung bersih minimal Rp 50 juta/bulan (hanya Rp. 1.6
> jt/hari). Paling lama tiga tahun balik modal. Setelah itu ybs tinggal
> memetik hasil tanpa modal.
>
> Mengapa orang ini berani? Besar kemungkinan ybs sudah berpengalaman.
>
> Catatan: hati-hati Bang menarik kesimpulan dari subject di atas. Sangat
> mungkin bias.
>
> Demikian...
>
> "The more quantitative a model, the better the valuation."
> ------------------------------
> *From: * Wisnu Mobile <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 1 Apr 2011 00:28:21 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Mana Lebih Beresiko?
>
>
>
> Haha... Objection!
>
> Pertanyaannya mengarahkan ke sebuah kesimpulan. Cornering!
>
> Ditanyakan ke milis saham, jawabannya jelas.
>
> Ditanyakan ke milis wirausaha, yang mungkin tidak kenal saham, jawabnya
> bisa beda.
>
> Good night.
>
> 2011/4/1 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>>
>>
>> Anda memiliki uang 300-500 juta, berani buka restoran dan memulainya dari
>> awal ketimbang ditaruh di ASII sama2 selama 8 tahun?
>>
>> Anda yakin anda bisa survive membuka usaha restoran dan tidak bangkrut
>> karena tidak laku? :)
>>
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2011/4/1 <[email protected]>
>>
>>
>>>
>>> Asii vs restoran
>>> Sy pilih restoran, krn org akan tetap butuh makanan sampai kapanpun dlm
>>> kondisi apapun.. Org tdk membeli produk asii msh bisa hidup :)
>>>
>>> Indf vs bakery
>>> Sy pilih indf krn tk bakery butuh terigu dan indf adl pemilik bogasari,
>>> pabrik terigu bermutu. Kalo lndf/bogasari bermasalah maka pasokan terigu
>>> terhambat dan tk bakery yg biasa pake terigu bogasari tdk berani pake terigu
>>> merk lain krn akan sgt berpengaruh ke kualitas dan rasanya dan akan sgt
>>> berpengaruh jg ke masa dpnnya
>>>
>>> Bmri vs salon
>>> Sy pilih bmri krn bank sdh merupakan salah satu tempat tujuan utama semua
>>> org ketika keluar rmh dan jam berapapun dan dilakukan oleh semua kalangan
>>> mis: ke atm. Saat ini bank sdh menjadi kebutuhan primer semua org dlm hal
>>> keuangan .. Salon hanya dikunjungi oleh org2 tertentu dan mengelolanya hrs
>>> bener2 teliti krn termasuk usaha yg sophisticated
>>>
>>> Begitu pendapat sy bang hehe
>>>
>>> Regards...
>>>
>>> ZFQ
>>> ------------------------------
>>> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>> *Sender: * [email protected]
>>> *Date: *Fri, 1 Apr 2011 00:04:52 +0700
>>> *To: *<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *[saham] Mana Lebih Beresiko?
>>>
>>>
>>>
>>> Mana yang lebih beresiko menurut anda saat ini dengan asumsi menggunakan
>>> modal yg sama besar untuk diinvestasikan dengan jangka waktu 8 tahun ke
>>> depan. Catatan, di saham hanya buy saja dan di hold terus alias tidak
>>> ditradingkan dan dividennya di reinvestasikan.
>>>
>>>
>>>
>>> Membeli saham ASII (Astra Internasional)
>>> vs
>>> Membuka restoran makanan
>>>
>>>
>>> Membeli saham INDF (Indofood)
>>> vs
>>> Membuka usaha bakery (roti)
>>>
>>>
>>> Membeli saham BMRI (Bank Mandiri)
>>> vs
>>> Membuka Salon Kecantikan
>>>
>>>
>>> Moga2 dengan memberikan pertanyaan ini bisa melihat lebih jelas
>>> pemetaannya terkait resiko :)
>>> Jawabannya saya yakin bisa berbeda2, tapi menarik untuk mengetahui
>>> jawaban dari para sahabat disini agar kita sama2 bisa mengetahui.
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>
>
>
> 
>

Kirim email ke