Setuju pak. Tapi dihold nya juga saham yg tepat. Coba dulu ikutin analis2 yg
pada recommend ngehold mira, ya skrg amsyong deh..saran sy hold.buat medium
term, dgik, tkim, kaef, antm, tins pak..

Salam cuan..
On 2011 4 1 09:58, "lie cin" <[email protected]> wrote:
> menurut saya sih lebih bagus beli saham dan di hold saja,mengingat resiko
risk
> nya lebih besar membuka usaha daripada membeli saham, tapi kalau yakin
usahanya
> bisa berjalan dengan laris/tidak ada matinya y boleh di coba buka usahanya
(dan
> perlu di ingat untuk membuka usaha akan dibutuhkan inovasi yg rutin /
mingikuti
> zaman, mengingat konsumen yg cepat bosan dan itu juga membutuhkan dana)
> salammmm
>
>
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Fri, April 1, 2011 9:03:31 AM
> Subject: Re: [saham] Mana Lebih Beresiko?
>
>
> Pak Tobeno dan rekan lainnya, silakan lihat kembali judul thread ini,
"Mana
> Lebih Beresiko?".
> Dari judulnya thread nya saja, saya sedang bertanya terhadap minimal dua
hal
> yang sama2 beresiko, tapi yang saya tanyakan adalah mana yang LEBIH
beresiko :)
>
> Pertanyaan yang saya ajukan pun juga jelas, tidak diawang2 dan tidak
ngambang
> kalau diperhatikan. Coba kita lihat lagi pertanyaannya:
>
> -------
> Mana yang lebih beresiko menurut anda saat ini dengan asumsi menggunakan
modal
> yg sama besar untuk diinvestasikan dengan jangka waktu 8 tahun ke depan.
> Catatan, di saham hanya buy saja dan di hold terus alias tidak
ditradingkan dan
> dividennya di reinvestasikan.
>
>
> Membeli saham ASII (Astra Internasional)
> vs
> Membuka restoran makanan
>
> Membeli saham INDF (Indofood)
> vs
> Membuka usaha bakery (roti)
>
>
> Membeli saham BMRI (Bank Mandiri)
> vs
> Membuka Salon Kecantikan
> ----------------------------------------
>
> Anggota milis ini disodorkan akan situasi yang ada dan diminta responnya
> berdasarkan pendapat pribadi, bukan berdasarkan mana yang benar. Karena
tidak
> ada jawaban yang benar bila menyangkut pendapat pribadi. Mengapa demikian?

> Karena bisa saja disini ada pengusaha restoran. Untuk pertanyaan pertama,
maka
> bagi dia tentu akan menjawab lebih beresiko membeli saham ASII ketimbang
> membukan restoran makanan, karena memang dia sudah mengetahui betul seluk
beluk
> restoran ketimbang perusahaan Astra. Itu sebabnya di akhir pertanyaan,
saya ada
> menulis demikian "Jawabannya saya yakin bisa berbeda2" dengan konteks
pemikiran
> saya adalah latar belakang anggota milis ini bisa berbeda2 seperti yang
saya
> sebutkan di atas, bisa saja ternyata seorang pengusaha restoran, atau
pengusaha
> bakery, atau pengusaha salon kecantikan atau katakanlah dari keluarga yg
> memiliki usaha yang saya sebutkan itu.
>
> Tapi jelas saya tidak mengharapkan perbedaan jawaban yang muncul hanya
karena
> melebar dari yang ditanyakan.
>
> Perhatikan pertanyaan saya adalah mana yang lebih beresiko, bukan mana
yang
> lebih menguntungkan. :)
> Saya pun juga tidak sedang membandingkan dengan orang2 yg sukses di sektor
riil
> vs yang sukses di saham, karena yang saya tanyakan adalah diri pribadi
anggota
> milis ini, dan pertanyaannya pun juga spesifik ke ASII, INDF, BMRI,
restoran
> makanan, bakery, salon kecantikan. Bukan bertanya tentang KLBF, SIPD,
KARK, toko
> kelontong, mini market, sewa mobil, dll. Untuk jangka waktunya pun juga
saya
> batas agar ada kejelasan dan tidak mengambang. Saya sebut dengan jelas 8
tahun
> sehingga ketika mau memberikan pendapat sudah ada kejelasan dari sisi
waktu.
> Kalau saya tanyakan dengan berbagai waktu, misalkan 5 tahun, 8 tahun, 10
tahun,
> 15 tahun, 20 tahun, nanti yang ditanya malah bingung jawabnya.
>
> Mungkin kita perlu belajar fokus dengan apa yang ditanyakan, situasi
> pengkodisian yang sudah diberikan penanya. Kalau dipertanyakan
pertanyaannya,
> malah jadi lucu.
>
>
> Misalkan, billa saya bertanya, "Seandainya anda saya beri tiket pesawat ke
Bali
> untuk perjalanan selama seminggu, 1 Mei 2011-8 Mei 2011, apa yang akan
anda
> lakukan?". Jawaban bisa saja dengan mengatakan, saya akan kembalikan
karena
> tanggal segitu saya lagi ada tugas di kantor, atau bisa juga jawabannya,
saya
> mau nikmati pantai kuta sepuasnya, dst. Tentunya akan jadi kurang tepat
bila
> mempertanyakan pertanyaannya dengan pertanyaan2 seperti, "Mengapa ke Bali,

> kenapa tidak ke Manado atau ke Lombok?", "Mengapa tanggal 1 Mei 2011-8 Mei
2011,
> dan bukan 1 Juni 2011-8 Juni 2011?", dst.....dst. Mungkin kita perlu
belajar
> menghadapi situasi yang diciptakan oleh penanya, dan menjawab hanya
berdasarkan
> apa yang ditanyakan, tanpa perlu takut jawabannya akan mengarah kemana :)
>
> Apakah pertanyaan yang saya ajukan bias?
> Saya rasa tidak, karena konteks saya adalah bertanya ke masing2 individu
yang
> sudah saya duga, seperti ditulis di posting awal, bisa berbeda2 jawaban
yang
> diberikan dengan dasar berpikir saya seperti yg saya sebutkan di atas,
latar
> belakang anggota milis ini yang bisa berbeda2.
>
> Pak Wisnu sempat mengatakan bahwa kalau pertanyaan diajukan ke milis
wirausaha,
> maka jawaban mungkin berbeda. Betul, bisa saja begitu menurut saya.
Karenanya
> saya tantang balik untuk dipertanyakan pertanyaan saya tersebut ke milis
> wirausaha. Hanya saja pertanyaannya sedikit dimodifikasi tanpa harus
kehilangan
> nafas awalnya dari pertanyaannya.
>
> Pertanyaan yang bisa diajukan di milis wirausaha adalah:
>
> "Manakah yang menurut anda lebih beresiko secara bisnis untuk masa
investasi 8
> tahun ke depan, membuka restoran makanan yang baru atau menanamkan uang
kita di
> Astra Internasional dengan cara memiliki sebagian kecil kepemilikan
perusahaan
> Astra Internasional."
>
> Saya sengaja tidak menyebut saham, karena bisa jadi tidak semua anggota
milis
> wirausaha mengerti soal saham ASII itu saham apaan. Jadi, pertanyaannya
sedikit
> dimodifikasi tanpa menghilangkan maksudnya. Kata saham ASII saya ganti
dengan
> kepemilikan di perusahaan Astra International.
>
> Sebenarnya, ada pertanyaan klasik di kalangan calon wirausahawan yang jiwa
dari
> pertanyaannya sama dengan jiwa dari pertanyaan saya. Pertanyaan klasik itu

> adalah
>
> "Manakah yang lebih aman atau resikonya lebih rendah, membuka usaha
sendiri dan
> memulainya dari baru, ataukah join dengan salah satu franchise terkenal
yang
> sudah terbukti sukses."
>
> Kalau pertanyaan yang satu ini saya sebutkan di mils ini, saya duga akan
banyak
> yang menjawab, "Lebih tidak beresiko memulai usaha baru dengan join ke
franchise
> terkenal yang sudah terbukti sukses."
>
> Pertanyaan saya terdahulu itu pun juga sebenarnya memiliki jiiwa yang
sama. Bila
> kita ingin berinvestasi, apakah kita lebih beresiko untuk investasi di
sektor
> riil yang mungkin kita tidak menguasai sisi bisnis, tidak tahu cara
> mengelolanya, tidak paham cara menjalankannya, ataukah kita
menginvestasikan
> dana kita ke perusahaan yang sudah jelas2 sukses selama bertahun2,
produknya
> dikenal luas dan termasuk salah satu leader dibidangnya, dan juga
sektornya
> memiliki pertumbuhan yang bagus.
>
> Mungkin, kalau saya tanyakan seperti di atas, jawaban akan lebih seragam
yaitu
> lebih beresiko membuka usaha disektor riil yang bisa jadi kita tidak
menguasai
> sisi bisnisnya, ketimbang kita join ke perusahaan yang sudah jelas2
sukses. Tapi
> saya memang sengaja tidak mengajukan pertanyaan seperti itu :)
>
> Terakhir, saya tidak sedang mencoba membuat satu kesimpulan, tapi lebih
kepada
> mencoba membukakan wacana yang selama ini mungkin tidak disadari oleh
masyarakat
> luas yaitu terkait dengan investasi di saham. Tidak banyak yang menyadari
bahwa
> investasi di saham itu sebenarnya sama dengan kita join/bergabung dengan
> perusahaan yang kita beli sahamnya.
>
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/4/1 tobeno <[email protected]>
>
>
>>
>>
>>
>>Bias! Karena ditanyakan di milis saham (meminjam istilah Pak Wisnu).
Sangat
>>mungkin orang-orangnya bukan pelaku sektor riil.
>>
>>Dan cenderung tendensius.
>>
>>Membandingkan kinerja saham yang sudah memiliki track record baik di masa
lalu
>>vs. membuka usaha baru. Ini yang pertama.
>>
>>Kedua mengapa periodenya 8 tahun? Bukan 5 atau 15 tahun.
>>
>>Di radio saya mendengar seseorang buka resto di tempat yang baik dengan
modal Rp
>>1.8 M. Untung bersih minimal Rp 50 juta/bulan (hanya Rp. 1.6 jt/hari).
Paling
>>lama tiga tahun balik modal. Setelah itu ybs tinggal memetik hasil tanpa
modal.
>>
>>Mengapa orang ini berani? Besar kemungkinan ybs sudah berpengalaman.
>>
>>Catatan: hati-hati Bang menarik kesimpulan dari subject di atas. Sangat
>>mungkin bias.
>>
>>Demikian...
>>
>>
>>"The more quantitative a model, the better the valuation."
> ________________________________
>
>>From: Wisnu Mobile <[email protected]>
>>Sender: [email protected]
>>Date: Fri, 1 Apr 2011 00:28:21 +0700
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo: [email protected]
>>Subject: Re: [saham] Mana Lebih Beresiko?
>>
>>
>>Haha... Objection!
>>
>>
>>Pertanyaannya mengarahkan ke sebuah kesimpulan. Cornering!
>>
>>
>>Ditanyakan ke milis saham, jawabannya jelas.
>>
>>
>>Ditanyakan ke milis wirausaha, yang mungkin tidak kenal saham, jawabnya
bisa
>>beda.
>>
>>
>>Good night.
>>
>>
>>2011/4/1 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>
>>
>>>
>>>Anda memiliki uang 300-500 juta, berani buka restoran dan memulainya dari
awal
>>>ketimbang ditaruh di ASII sama2 selama 8 tahun?
>>>
>>>Anda yakin anda bisa survive membuka usaha restoran dan tidak bangkrut
karena
>>>tidak laku? :)
>>>
>>>
>>>jabat erat,
>>>Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>>
>>>2011/4/1 <[email protected]>
>>>
>>>
>>>
>>>>
>>>>Asii vs restoran
>>>>Sy pilih restoran, krn org akan tetap butuh makanan sampai kapanpun dlm
kondisi
>>>>apapun.. Org tdk membeli produk asii msh bisa hidup :)
>>>>
>>>>Indf vs bakery
>>>>Sy pilih indf krn tk bakery butuh terigu dan indf adl pemilik bogasari,
pabrik
>>>>terigu bermutu. Kalo lndf/bogasari bermasalah maka pasokan terigu
terhambat dan
>>>>tk bakery yg biasa pake terigu bogasari tdk berani pake terigu merk lain
krn
>>>>akan sgt berpengaruh ke kualitas dan rasanya dan akan sgt berpengaruh jg
ke masa
>>>>dpnnya
>>>>
>>>>Bmri vs salon
>>>>Sy pilih bmri krn bank sdh merupakan salah satu tempat tujuan utama
semua org
>>>>ketika keluar rmh dan jam berapapun dan dilakukan oleh semua kalangan
mis: ke
>>>>atm. Saat ini bank sdh menjadi kebutuhan primer semua org dlm hal
keuangan ..
>>>>Salon hanya dikunjungi oleh org2 tertentu dan mengelolanya hrs bener2
teliti krn
>>>>termasuk usaha yg sophisticated
>>>>
>>>>Begitu pendapat sy bang hehe
>>>>Regards...
>>>>
>>>>ZFQ
>>>>
> ________________________________
>
>>>>From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>>>Sender: [email protected]
>>>>Date: Fri, 1 Apr 2011 00:04:52 +0700
>>>>To: <[email protected]>
>>>>ReplyTo: [email protected]
>>>>Subject: [saham] Mana Lebih Beresiko?
>>>>
>>>>
>>>>Mana yang lebih beresiko menurut anda saat ini dengan asumsi menggunakan
modal
>>>>yg sama besar untuk diinvestasikan dengan jangka waktu 8 tahun ke depan.

>>>>Catatan, di saham hanya buy saja dan di hold terus alias tidak
ditradingkan dan
>>>>dividennya di reinvestasikan.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>Membeli saham ASII (Astra Internasional)
>>>>vs
>>>>Membuka restoran makanan
>>>>
>>>>
>>>>Membeli saham INDF (Indofood)
>>>>vs
>>>>Membuka usaha bakery (roti)
>>>>
>>>>
>>>>Membeli saham BMRI (Bank Mandiri)
>>>>vs
>>>>Membuka Salon Kecantikan
>>>>
>>>>
>>>>Moga2 dengan memberikan pertanyaan ini bisa melihat lebih jelas
pemetaannya
>>>>terkait resiko :)
>>>>Jawabannya saya yakin bisa berbeda2, tapi menarik untuk mengetahui
jawaban dari
>>>>para sahabat disini agar kita sama2 bisa mengetahui.
>>>>
>>>>jabat erat,
>>>>Irwan Ariston Napitupulu
>>>>
>>>>
>>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>
>
>

Kirim email ke