Kayaknya gitu bro..
*nambahilmulagi

Salam

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 29 Apr 2011 02:38:39 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!

Sy menangkapnya si penanya berpikir bang Ian sedang membahas utk saham secara 
individual..sedangkan sebenarnya bang Ian membahas IHSGnya. Gitu kali ya :)
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 29 Apr 2011 09:06:05 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!

IHSG mewakili banyak saham yang terdaftar di bursa saham Indonesia.

Katakan ada saham 2nd atau 3rd liner dengan harga 60 perak (katakan saja
turun sekitar 10% dari hari sebelumnya). Market cap nya hanya 500 milyar.
Ada volume transaksi satu milyar lembar, maka nilai perdagangannya adalah
kurang lebih katakan saja 60 milyar.

Disisi lain, ada saham yang harganya 6000 perak (katakan naik sekitar 2%
dari penutupan sebelumnya) , market cap nya 100 triliun. Volume
perdagangannya 50 juta lembar maka katakan saja valuasi perdagangannya jadi
sekitar 300 milyar.

Maka, kalau kita melihat volume perdagangan, maka jadi menyesatkan karena
seolah2 volumenya tinggi mencapai 1 milyar 50 juta lembar. Padahal, volume 1
milyar itu disumbang oleh saham kecil dengan market cap kecil. Justru yg
volume kecil, 50 juta lembar malah memberikan kontribusi jauh lebih besar ke
perubahan IHSG dimana market cap nya mencapai 100 triliun sehingga bobotnya
ke IHSG lebih besar dari yg market cap nya hanya 500 milyar dan juga nilai
perdagangan juga mencapai 300 milyar.

Moga2 sekarang makin jelas melihat poin yang saya sampaikan.

Bila ingin menggunakan volume, lebih baik hanya ke saham saja, jangan ke
IHSG, karena kurang tepat. IHSG lebih tepat pakai valuasi perdagangan
ketimbang volume perdagangan. Hal ini karena volume perdagangan bisa
menyesatkan dan tidak menggambarkan kondisi IHSG yg sebenarnya seperti sudah
saya buatkan contohnya di atas. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/4/29 agrilover <[email protected]>

>
>
> Bang IAN,
> apa bedanya value trx vs vol trx?
> toh value = vol x harga sahamnya
> sama2 menyesatkan dong?
> mohon pencerahannya
>
> 2011/4/29 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>>
>>
>> Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa menyesatkan/menjebak
>> dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat value transaksi (nilai
>> perdagangan) ketimbang volume transaksi.
>>
>> Sekedar sharing saja :)
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>>
>> 2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> Setelah *Bullish Cage* gagal meneruskan kenaikan Indeks, *Red 
>>> Arrow*memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas
>>> *resistance* pun gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup
>>> besar. Ini diteguhkan lagi oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar
>>> berarti Bandar sudah Open Sale!
>>> Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks menembus *
>>> resistance* di *3815* agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan.
>>> Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika tidak ada
>>> kekuatan beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan penurunan
>>> akan cukup dalam.
>>>
>>>  *DISCLAIMER ON*
>>>
>>> Grafik di atas adalah hasil AMTACharts (http://id.amtacharts.com)
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>
>
> 
>

Kirim email ke