Saatnya SELL and HOLIDAY.
-----Original Message-----
From: "Angelo Michel" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 7 May 2011 10:45:50 
To: <[email protected]>; Milis Obrolan 
Bandar<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!

Ilmu dari Bang Ian very well proven. 
Now we can see better! Bandar jadi lebih mudah kebaca di market. 
Complimentary knowledge dari Bang Ian, complimentary data dari saya. Yang butuh 
data ini, japri ya.

IHSG dengan data Value (bukan Volume)


  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, April 29, 2011 9:06 AM
  Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


    
  IHSG mewakili banyak saham yang terdaftar di bursa saham Indonesia.

  Katakan ada saham 2nd atau 3rd liner dengan harga 60 perak (katakan saja 
turun sekitar 10% dari hari sebelumnya). Market cap nya hanya 500 milyar. Ada 
volume transaksi satu milyar lembar, maka nilai perdagangannya adalah kurang 
lebih katakan saja 60 milyar.

  Disisi lain, ada saham yang harganya 6000 perak (katakan naik sekitar 2% dari 
penutupan sebelumnya) , market cap nya 100 triliun. Volume perdagangannya 50 
juta lembar maka katakan saja valuasi perdagangannya jadi sekitar 300 milyar.

  Maka, kalau kita melihat volume perdagangan, maka jadi menyesatkan karena 
seolah2 volumenya tinggi mencapai 1 milyar 50 juta lembar. Padahal, volume 1 
milyar itu disumbang oleh saham kecil dengan market cap kecil. Justru yg volume 
kecil, 50 juta lembar malah memberikan kontribusi jauh lebih besar ke perubahan 
IHSG dimana market cap nya mencapai 100 triliun sehingga bobotnya ke IHSG lebih 
besar dari yg market cap nya hanya 500 milyar dan juga nilai perdagangan juga 
mencapai 300 milyar.

  Moga2 sekarang makin jelas melihat poin yang saya sampaikan.

  Bila ingin menggunakan volume, lebih baik hanya ke saham saja, jangan ke 
IHSG, karena kurang tepat. IHSG lebih tepat pakai valuasi perdagangan ketimbang 
volume perdagangan. Hal ini karena volume perdagangan bisa menyesatkan dan 
tidak menggambarkan kondisi IHSG yg sebenarnya seperti sudah saya buatkan 
contohnya di atas. :)

  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu



  2011/4/29 agrilover <[email protected]>




    Bang IAN,
    apa bedanya value trx vs vol trx?
    toh value = vol x harga sahamnya
    sama2 menyesatkan dong?
    mohon pencerahannya

    2011/4/29 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

        
      Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa menyesatkan/menjebak 
dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat value transaksi (nilai 
perdagangan) ketimbang volume transaksi. 

      Sekedar sharing saja :)

      jabat erat,
      Irwan Ariston Napitupulu 




      2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]>




        Setelah Bullish Cage gagal meneruskan kenaikan Indeks, Red Arrow 
memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas resistance pun 
gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi 
oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar berarti Bandar sudah Open Sale!
        Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks menembus 
resistance di 3815 agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan.
        Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika tidak ada 
kekuatan beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan penurunan akan 
cukup dalam.


        DISCLAIMER ON

        Grafik di atas adalah hasil AMTACharts (http://id.amtacharts.com)
















  

Kirim email ke