Pak HT, untuk petunjuk yg saya berikan, tidak perlu ditambah satu kolom untuk 
ticker, krn tickernya akan otomatis menggunakan nama file tersebut :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Sent from my BlackBerry®


-----Original Message-----
From: "hakitrader" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 8 May 2011 11:33:06 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!

Pak IAN, 
Rasanya pada csv filenya  column 1 harus ditambah ticker ihsg yaitu ^JKSE baru 
valuenya bisa diimport masuk ke col 8 (open int). yg dilampirkan  telah 
ditambah ticker ^JKSE pada column 1
http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 08, 2011 9:31 AM
  Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


  Pak David, berikut ini saya kirimkan data tabelnya dalam bentuk .csv 
  Kita juga bisa bikin tabelnya dalam bentuk  .xlsx
  Kalau dalam bentuk .xlsx harus kita konversi dulu jadi csv dengan program 
excell kita. Caranya gampang saja, dengan save as, lalu pilih other formats, 
dan pilihlah save as type nya CSV (comma delimited) (*.csv)

  File yg saya kirim ini, silakan ditaruh di folder yg kita mau atau buat 
sendiri/terpisah juga boleh.

  Setelah itu, dari Amibroker, kita klik file/import ASCII
  Arahkan ke file tadi. Jangan lupa pilih files of type nya adalah Yahoo's CSV 
(*.csv)

  Setelah file kita pilih dan files of type  nya juga sudah kita pilih, barukah 
klik open. Maka sekarang data dengan kode baru seperti nama file, IHSGVOLVAL 
(nama file bisa diganti2 sesuka kita yg nantinya otomatis jadi kode tickernya) 
akan muncul dalam daftar ticker di Amibroker kita.

  Tinggal manfaatkan saja fasilitas AFL value yg saya kirim tadi untuk 
munculkan value dari IHSG.

  Untuk value dari saham, caranya tinggal ambil data yang real saja di situsnya 
BEI yg tadi saya berikan.

  Disitu ada data harian value transaksi dari masing2 saham.

  Tadi malam saya sudah bicara dengan Pak Dendo agar Amibroker Indonesia 
bekerjasama dengan IMQ, bisa memunculkan data realtime untuk value, sehingga 
kita bisa lebih detil lagi melihat value bukan hanya EOD tapi juga intraday. 
  Saya juga akan usulkan nanti untuk menambahkan frekuensi, maupun data asing 
net buy or sell nya sehingga data realtime nya makin lengkap dan makin banyak 
yang bisa diolah lagi untuk keperluan trading :)
  Masih banyak lagi ide2 yg melintas di benak saya atas data2 yg tersedia di 
website BEI.

  Karenanya tadi saya minta bantuan bagi rekan2 yg bisa sedot data dan disimpan 
dalam data mentah di Access ataupun Base, dimana nantinya bisa dikonversikan 
kedalam bentuk csv dengan format tampilan yg kita inginkan, maka akan jadi 
kekayaan data tersendiri yg bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan riset :)

  jabat erat,
  Irwna Ariston Napitupulu



  2011/5/8 David Raharja <[email protected]>



    Pak Irwan,

    Jadi untuk datanya kita extract manually menjadi .CSV untuk kemudian kita 
import ke dalam kolom OpenInt atau Aux1 atau Aux2 ?

    Kalau mau akurat Value diambil dari penjumlahan value masing2 saham: Volume 
x (O+H+L+C)/4 ?
    Kalau mau cepat pakai Volume IHSG x (O+H+L+C)/4 dari IHSG ?

    Atau ada yang sudah siap pakai tinggal import saja?


    Tq


    2011/5/8 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

      Pak David, di Amibroker Pro dengan settingan/format yahoo's CSV, masih 
ada 3 kolom kosong yang bisa dimanfaatkan, OpenInt., Aux1, dan Aux2. Saya 
masukan data dari value IHSG ke kolom Open Int. Lalu cara buat AFL untuk 
manggil OpenInt yg sudah saya jadikan Value itu adalah sbb:

_SECTION_BEGIN("Value");
      Plot( OpenInt,_DEFAULT_NAME(), ParamColor("Color", colorBlueGrey ), 
ParamStyle( "Style", styleHistogram | styleOwnScale | styleThick, maskHistogram 
 ), 2 );
_SECTION_END();

      File AFL nya saya kirimkan juga agar memudahkan.

      Sebenarnya, selain value, kita juga bisa masukan data frekuensi 
perdagangan.
      Bahkan, kalau kita percaya peranan asing berpengaruh dalam pergerakan 
harga, kita jugua bisa masukan data tersebut yang nantinya bisa kita tampilkan 
dalam bentuk grafik di Amibroker Pro, sekaligus bisa dianalisa perilaku 
pergerakan harga terkait dengan asing net buy or net sell di saham tersebut dan 
seberapa besar

      Selama kita punya data, apapun bisa kita eksplore lebih jauh. Amibroker 
Pro ini saya perhatikan cara kerjanya mirip dengan cara kerja SPSS (program 
statistik). Hanya saja Amibroker Pro ini lebih menonjolkan kemampuan 
visualisasi atas data yang ada, sementara SPSS lebih kepada menonjolkan 
perhitungan2 statistik dengan formula2 yg sudah baku ada di software tersebut.


      jabat erat,
      Irwan Ariston Napitupulu


      2011/5/8 David Raharja <[email protected]>



        Pak Irwan,

        Bagaimana cara bikin indikator Value? Apakah dihitung manual per saham? 
Kemudian patokan harganya menggunakan close price atau rata2 (O+H+L+C) / 4 ?

        Tq.



        2011/5/8 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

          Syukurlah akhirnya Pak Michel bisa melihat poin yg saya coba tunjukan 
sebelumnya, bahwa terkadang kalau kita tidak hati2 menterjemahkan volume di 
indeks, maka bisa terpeleset dalam mengartikan situasi mengingat dalam komponen 
indeks, ada saham2 yg berharga murah secara absolute, tapi bisa mendominasi 
volume perdagangan sehingga terlihat volume meningkat tajam, tapi secara 
valuasi perdagangan sebenarnya tidak terlalu.

          Berikut ini saya coba kirimkan gambar IHSG (Composite) dengan 
menggunakan Amibroker, untuk menunjukkan juga mengenai volume dan valuasi IHSG 
di pasar reguler.
          Saya coba terjemahkan juga dari melihat volume dan value transaksi, 
saya golongan dalam 3 masa seperti garis vertikal tersebut.
          NR = Naik Ramai2 (volume dan value perdagangan sama2 tinggi).
          BC = Blue Chips lebih dominan dalam mempengaruhi kenaikan indeks.
          23 = 2nd dan 3rd liner lebih dominan dalam menyumbang ke pergerakan 
volume

          Dengan mengetahui situasi ini, maka kita jadi bisa lebih cepat 
mengira2 situasi yg sedang terjadi di bursa.

          Semoga bermanfaat.


          jabat erat,
          Irwan Ariston Napitupulu





          2011/5/7 Angelo Michel <[email protected]>




            Ilmu dari Bang Ian very well proven. 
            Now we can see better! Bandar jadi lebih mudah kebaca di market. 
            Complimentary knowledge dari Bang Ian, complimentary data dari 
saya. Yang butuh data ini, japri ya.

            IHSG dengan data Value (bukan Volume)


              ----- Original Message ----- 
              From: Irwan Ariston Napitupulu 
              To: [email protected] 
              Sent: Friday, April 29, 2011 9:06 AM
              Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


                
              IHSG mewakili banyak saham yang terdaftar di bursa saham 
Indonesia.

              Katakan ada saham 2nd atau 3rd liner dengan harga 60 perak 
(katakan saja turun sekitar 10% dari hari sebelumnya). Market cap nya hanya 500 
milyar. Ada volume transaksi satu milyar lembar, maka nilai perdagangannya 
adalah kurang lebih katakan saja 60 milyar.

              Disisi lain, ada saham yang harganya 6000 perak (katakan naik 
sekitar 2% dari penutupan sebelumnya) , market cap nya 100 triliun. Volume 
perdagangannya 50 juta lembar maka katakan saja valuasi perdagangannya jadi 
sekitar 300 milyar.

              Maka, kalau kita melihat volume perdagangan, maka jadi 
menyesatkan karena seolah2 volumenya tinggi mencapai 1 milyar 50 juta lembar. 
Padahal, volume 1 milyar itu disumbang oleh saham kecil dengan market cap 
kecil. Justru yg volume kecil, 50 juta lembar malah memberikan kontribusi jauh 
lebih besar ke perubahan IHSG dimana market cap nya mencapai 100 triliun 
sehingga bobotnya ke IHSG lebih besar dari yg market cap nya hanya 500 milyar 
dan juga nilai perdagangan juga mencapai 300 milyar.

              Moga2 sekarang makin jelas melihat poin yang saya sampaikan.

              Bila ingin menggunakan volume, lebih baik hanya ke saham saja, 
jangan ke IHSG, karena kurang tepat. IHSG lebih tepat pakai valuasi perdagangan 
ketimbang volume perdagangan. Hal ini karena volume perdagangan bisa 
menyesatkan dan tidak menggambarkan kondisi IHSG yg sebenarnya seperti sudah 
saya buatkan contohnya di atas. :)

              jabat erat,
              Irwan Ariston Napitupulu



              2011/4/29 agrilover <[email protected]>




                Bang IAN,
                apa bedanya value trx vs vol trx?
                toh value = vol x harga sahamnya
                sama2 menyesatkan dong?
                mohon pencerahannya

                2011/4/29 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

                    
                  Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa 
menyesatkan/menjebak dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat 
value transaksi (nilai perdagangan) ketimbang volume transaksi. 

                  Sekedar sharing saja :)

                  jabat erat,
                  Irwan Ariston Napitupulu 




                  2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]>




                    Setelah Bullish Cage gagal meneruskan kenaikan Indeks, Red 
Arrow memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas resistance 
pun gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan 
lagi oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar berarti Bandar sudah Open 
Sale!
                    Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks 
menembus resistance di 3815 agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan.
                    Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika 
tidak ada kekuatan beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan 
penurunan akan cukup dalam.


                    DISCLAIMER ON

                    Grafik di atas adalah hasil AMTACharts 
(http://id.amtacharts.com)


































Kirim email ke