Yah pak di saham kan higher risk makanya return nya lebih tinggi :) Bukan tanpa risk. Tapi ga mau pusing yah beli saja reksadana yang sudah terpercaya. Kita lihat return nya.
Inti nya kalau lihat return tentu besaran di saham tapi tentu dengan resiko yang lebih tinggi. Itu baru bandingkan dengan 3 tahun lalu. Coba liat jangka waktu yang lebih lama. :) kan long term itu bukan 3 tahun. Jangan lupa beli property kena pajak 10% (beli kena 5% jual juga 3%) belum broker fee lagi nanti pas jual bisa 1-3%. Belum emergency butuh uang ga bisa jual 1 lantai dulu. Lalu mau jual susah kadang. Terpaksa jual murah. Belum biaya maintenance. Rumah jadi rusak setelah di sewain ke orang. Atau jadi tua ( mendingan beli rumah baru ). Terlalu tua terpaksa jual hitung tanah. Yah selanjutnya pikir sendiri :) -----Original Message----- From: "phet_noy" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 30 May 2011 00:58:54 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Pertanyaan tentang saham.. Setuju pak, Kalau sudah familiar tentunya skenarionya seperti pak Lady punya. Kalau belum familiar lebih bagus paper trading , coba2 menjajal hitung fair value/ entri TA/ bikin porto di yahoo finance. Skenario hipotetik lain: 1. January 2006 Nubitol beli rumah di Sidoarjo 200 juta.Tanggal 9 Maret 2006 terjadi underground blow out di sumur banjar Panji no 1(Neil Adams M.Sc., P.E.). Tanggal 30 Mei 2011 rumahnya sudah hilang ditelan lumpur.{FAT TAIL/ BLACK SWAN/jarang terjadi} 2. Nubitol beli rumah di BSD/Gading Serpong/ 350 juta Juni 2008, Harga pasaran 600 juta , kenaikan 71.5 % 3. Nubitol beli BBRI 2 Juni 2008 Rp2975/lot,27 May 2011 Rp6250.Untungnya:(6250-2975)/2975=110 % 4 Nubitol beli TLKM 2 Juni 2008 Rp7950/lot, 27 May 2011 Rp 7700 Untungnya:(7950-7700)/7950= -3% ............. eniwai baswei segala sesuati musti belajar dulu ............. p_N --- In [email protected], "ladyfabia" <ladyfabia@...> wrote: > > Feeling saya kok banyakan saham ya naiknya dibanding properti. > Setidaknya 3 tahun ini saya merasakannya begitu. > > 2008 saya beli rumah di Gading Serpong Tangerang harga 350 juta. > 2011 ini harga pasaran rumah saya sekitar 600 juta. > Kenaikannya sekitar 71.5% > > 2008-2011 nilai portfolio saya di saham sudah bertumbuh > 100% > > Saya lihat table yang dibuat oleh Bang IAN, saya bandingkan dengan nilai > rumah ayah saya yang dibeli sekitar 15 tahun yang lalu di Kelapa Gading > Jakarta juga masih lebih besar return saham. > > Harga rumahnya thn 1997 sekitar 200 juta, sekarang mungkin sekitar 1 milyar. > Kenaikannya 5 kali. > Harga ASII dari tahun 2000 - 2011 saja sudah naik > 20 kali. > > Jadi in long term sih saya masih yakin gain saham lebih besar daripada > properti. > > --- In [email protected], "PH" <vaulstrad@> wrote: > > > > Kenapa kelihatan nya pemikiran untuk long term mendingan property daripada > > saham yah... > > > > Kalau long term mana liat lagi pergerakan saham yang naik turun. Biarin aja > > kali. Rela nya maksudnya apa? Hehe.. > > > > Liat aja sendiri property dan saham naik nya banyakan mana untuk long > > term... >
