Menarik sekali pak.. :) Kalo bicara ttg investasi, semua mmg tdk bisa dipukul rata2. Dlm berinvestasi, msg2 individu punya karakter. Ada yg lebih cocok di saham, ada yg suka reksadana, ada yg mantap di properti/tanah bahkan ada yg lbh suka investasi di emas. Semua itu instrumen investasi.
Investor punya karakteristik msg2, dr yg type konservatif, moderat s.d agresif. Yg terpenting investasi haruslah diatas nilai inflasi tahunan. Itu artinya investasi kita berkembang. Jd seyogyanya tiap sethn sekali, investasi kita hrs di review. Investasi berbicara ttg hasil pengembangan investasi, namun tdk semua instrumen selalu bertumbuh tiap tahunnya. Dlm satu masa, satu instrumen ada penurunan. Kalo saham mgkn masa "kelam" di thn 1998 dan 2008 (CMIIW) Saran saya sebaiknya dlm investasi di campur instrumennya dan tdk terpaku satu instrumen saja. Istilahnya jangan menempatkan telur dalam satu keranjang. Berhubung ini milis saham, pastinya lebih byk yg prefer ke saham.. :) Salam -----Original Message----- From: "phet_noy" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 30 May 2011 00:58:54 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Pertanyaan tentang saham.. Setuju pak, Kalau sudah familiar tentunya skenarionya seperti pak Lady punya. Kalau belum familiar lebih bagus paper trading , coba2 menjajal hitung fair value/ entri TA/ bikin porto di yahoo finance. Skenario hipotetik lain: 1. January 2006 Nubitol beli rumah di Sidoarjo 200 juta.Tanggal 9 Maret 2006 terjadi underground blow out di sumur banjar Panji no 1(Neil Adams M.Sc., P.E.). Tanggal 30 Mei 2011 rumahnya sudah hilang ditelan lumpur.{FAT TAIL/ BLACK SWAN/jarang terjadi} 2. Nubitol beli rumah di BSD/Gading Serpong/ 350 juta Juni 2008, Harga pasaran 600 juta , kenaikan 71.5 % 3. Nubitol beli BBRI 2 Juni 2008 Rp2975/lot,27 May 2011 Rp6250.Untungnya:(6250-2975)/2975=110 % 4 Nubitol beli TLKM 2 Juni 2008 Rp7950/lot, 27 May 2011 Rp 7700 Untungnya:(7950-7700)/7950= -3% ............. eniwai baswei segala sesuati musti belajar dulu ............. p_N --- In [email protected], "ladyfabia" <ladyfabia@...> wrote: > > Feeling saya kok banyakan saham ya naiknya dibanding properti. > Setidaknya 3 tahun ini saya merasakannya begitu. > > 2008 saya beli rumah di Gading Serpong Tangerang harga 350 juta. > 2011 ini harga pasaran rumah saya sekitar 600 juta. > Kenaikannya sekitar 71.5% > > 2008-2011 nilai portfolio saya di saham sudah bertumbuh > 100% > > Saya lihat table yang dibuat oleh Bang IAN, saya bandingkan dengan nilai > rumah ayah saya yang dibeli sekitar 15 tahun yang lalu di Kelapa Gading > Jakarta juga masih lebih besar return saham. > > Harga rumahnya thn 1997 sekitar 200 juta, sekarang mungkin sekitar 1 milyar. > Kenaikannya 5 kali. > Harga ASII dari tahun 2000 - 2011 saja sudah naik > 20 kali. > > Jadi in long term sih saya masih yakin gain saham lebih besar daripada > properti. > > --- In [email protected], "PH" <vaulstrad@> wrote: > > > > Kenapa kelihatan nya pemikiran untuk long term mendingan property daripada > > saham yah... > > > > Kalau long term mana liat lagi pergerakan saham yang naik turun. Biarin aja > > kali. Rela nya maksudnya apa? Hehe.. > > > > Liat aja sendiri property dan saham naik nya banyakan mana untuk long > > term... >
