>>Di Indonesia sebetulnya agak sulit menentukan risk free return nya karena
tidak ada long term bond (30 thn).

Bapak bisa pakai yield SUN tenor 30 tahun, dengan yield 9.235%.

Pertanyaan dari saya mengapa menghitung valuasi hingga 30 tahun? Kenapa
tidak pakai asumsi max sampai 10 thn saja Pak?

Berikut yield SUN untuk tenor2 tertentu per 20 Juni 2011, sumber IDMA :

Tenor      Yield (%)
1             5.890
5             7.047
7             7.432
10           7.713
15           8.372
20           8.854
30           9.235


2011/6/20 BK Wibowo <[email protected]>

>
>
> dengan asumsi perusahaan tidak ada hutang, r bisa dihitung dari CAPM dengan
> rumus:
> Expected Return = Riskfree Return + Beta*Market Premium
> Market Premium ini dihitung dari Required Market Return - Risk Free Return
> Risk Free Return diasumsikan menggunakan rate LPS, yaitu 7.25%
> Di Indonesia sebetulnya agak sulit menentukan risk free return nya karena
> tidak ada long term bond (30 thn).
> Required Market Return, dihitung dengan melihat peringkat negara yang
> bersangkutan, misal Indonesia BB+, sehingga masih selisih 9 notch dari AAA.
> Dengan asumsi per notch membutuhkan premi 0,5% maka Market Premium IHSG
> adalah 4,5%
> Beta dihitung dari data historis, misal asumsi Beta = 2
> Maka Expected Return = 7,25% + 2*4,5% = 16,25%
> Dengan expected return 16,25%, maka saham dengan Beta=2, return 20% dengan
> growth 15% adalah mispricing dan akan diborong habis.
> Kecuali kalo Betanya ternyata di atas itu :D
>
> Salam,
> BK. Wibowo
>
> Pada 20 Juni 2011 15:12, Didik <[email protected]> menulis:
>
>  **
>>
>>
>

Kirim email ke