Wah untung tadi lapak dagangan ane hampir semua ludes... Kayaknya minggu2 depan bakal ada hot news nih
Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 1 Jul 2011 17:40:43 Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Chatib Basri: Naikkan harga BBM bersubsidi Just another one like what we posted earlier the day. Chatib Basri benar (see link below), pencabutan subsidi di tengah membaiknya sentimen dan indikator pasar merupakan pilihan ekonomis yang paling logis. Astra International, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank ini dan itu sebagai suatu badan usaha akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, demikian pula karyawan dan manajemen-nya tetap menerima gaji seperti biasa apakah inflasi naik atau turun, apakah subsidi BBM dicabut atau tidak. Kalau ketar-ketir pemegang sahamnya yang ditotal seluruh Indonesia dan itupun dari total 500 saham yang ada di BEI, tidak sampai 300 ribu, dibandingkan kepentingan makro penduduk Indonesia yang 300 juta, tidak ada ganjalannya; tidak ada artinya. :d '+' http://headlines.vivanews.com/news/read/230124-presiden-tak-tegas-naikkan-harga-bbm *VIVAnews *- Perdebatan terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM) karena Presiden tidak bisa tegas dalam memutuskan masalah ini. Pemerintah belum berani memilih opsi menaikkan harga BBM. Kementerian Keuangan selama ini terus mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral secepatnya memutuskan kebijakan pembatasan BBM. Namun, program yang dirancang dari akhir tahun lalu molor hingga sekarang. Alasannya, Kementerian ESDM merasa belum siap melakukan pembatasan BBM bersubsidi. "Jika ada kementerian yang berselisih, seharusnya Presiden tegas" ujar pengamat ekonomi Chatib Basri ketika dihubungi *VIVAnews.com* di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2011. Menurut dia, jika pemerintah tidak sanggup dengan beban BBM bersubsidi, pemerintah harus menaikkan harga BBM. Chatib menilai, kenaikan harga BBM jenis Premium yang relevan saat ini Rp1.500 atau menjadi Rp6.000 per liter. Kenaikan harga BBM itu akan memicu tambahan inflasi<http://bisnis.vivanews.com/news/read/229794-bps--bbm-naik--angka-inflasi-lebih-tinggi>2,1 persen, sehingga akhir tahun inflasi berkisar 7-8 persen. "Inflasi sebesar itu wajar, karena selama ini rata-rata inflasi 7 persen," ujarnya. Menurut dia, pemerintah menaikkan angka defisit <http://bisnis.vivanews.com/news/read/229751-defisit-tak-nambah--pembatasan-bbm-tahun-ini>akibat beban subsidi BBM juga tidak wajar. Idealnya, defisit digunakan untuk membangun infrastruktur atau untuk belanja modal. "Tapi, kalau defisit membengkak gara-gara untuk membayar uang, itu tidak tepat. Bagaimana mau melakukan kebijakan seperti itu? Menurut saya naikkan saja harga BBM," tegasnya. Pemerintah tidak perlu takut aspek politis yang akan membayangi jika BBM naik. Buktinya, pemerintah di masa Susilo Bambang Yudhoyono pernah menaikkan BBM selama tiga kali. Bahkan, pada 2005 menaikkan BBM sebesar 30 persen dan 120 persen. "SBY malah terpilih kembali. Jika ada argumen karena politik, saya tidak melihat di mana," katanya. Pemerintah menaikkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari 1,8 persen menjadi 2,1 persen. Angka defisit itu tidak berubah lagi asalkan Kementerian ESDM menetapkan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi tahun ini. Sebab, tren konsumsi BBM sudah lebih tinggi dibanding biasanya. On Fri, Jul 1, 2011 at 1:42 PM, positif01 <[email protected]> wrote: > This the second golden chance offer by market this year to Indonesia > Administration to lift/limit subsidy to keep the state budget healthier, and > stay ahead of inflation curve afterwards. Pain may be caused but a > considerate action plan in the middle of positive sentiment of market local, > regional and global is expected to buffer the worst expected, when the > chance will have just gone astray, and everything will be too late. > Indonesia Central Bank Governor, Darmin Nasution, had also reminded the > importance of administration to move swiftly on this fuel subsidy cut ( > http://finance.detik.com/read/2011/06/01/170722/1652059/1034/bi-pemerintah-telat-naikkan-harga-bbm). > > > This is the time. Bravery is needed for politician just like their > counterpart in Greece. Stop being politician a while and try to see from > another perspective for better and quicker growing Indonesia. > > > http://www.reuters.com/article/2011/06/28/indonesia-economy-fuel-idUSJKB00457920110628 > > '+' >
