Kalo saya lihat perbedaan sudut pandang kita adalah soal, lebih baik duit (subsidi) ini dibelanjakan sendiri oleh yang memperoleh subsidi atau lebih baik pemerintah yang membelanjakannya. Pendukung pencabutan subsidi akan mengatakan pemerintah bisa memakai uang ini untuk menhasilkan kebaikan yang lebih besar bagi seluruh masyarakat. Pihak yang tidak setuju subsidi dicabut (seperti saya) meragukan bahwa pemerintah bisa menggunakan uang ini dengan lebih baik daripada jika digunakan oleh si penerima subsidi. (apalagi kalo kita lihat tingginya korupsi di negeri ini, meski subsidi kemungkinan dikorupsi juga)
Mana yang lebih baik tentu masih bisa diperdebatkan, cuman paling tidak saya ingin mengatakan mencabut subsidi belum tentu menghasilkan kebaikan yang lebih besar. Setidaknya kita harus mempertanyakan mengapa kalo dicabut kok bisa lebih baik atau lebih buruk dan tidak menerima begitu saja, tindakan yang bisa bikin beli bensin makin mahal [?] ps: kalo bensin mahal kemacetan di jakarta berkurang ga ya kira2 :D ----------- *A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his revenue. -- René Descartes* 2011/7/1 Treasure Seeker <[email protected]> > ** > > > Saya (yg juga newbie) punya opini bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang > akan cenderung mengkonsumsi energi (baik langsung maupun tak langsung, > termasuk BBM) yang semakin banyak. Coba deh amati sekitar kita, apakah benar > opini saya ini. Dari dasar opini inilah selanjutnya bisa dianalisa siapa > sebenarnya yang banyak diuntungkan oleh subsidi energi. Masyarakat > berpenghasilan rendah sebenarnya tidak banyak menikmati subsidi ini, tapi > mereka lah yang paling sensitif terhadap perubahan kebijakan subsidi energi. > Bagaimana mengelola perubahan ini sehingga masyarakat bisa menerima (change > management). > Subsidi lebih baik dialihkan untuk pembangunan infrastruktur (yg akhirnya > akan membantu menurunkan biaya produksi/distrubusi) dan program2 jaminan > sosial yang sifatnya lebih primer (kesehatan, pendidikan, dsb.) khususnya > untuk masyarakat miskin. > > DST ... > > 2011/7/1 Susanto Salim <[email protected]> > >> ** >> >> >> Pak, bisa diberi gambaran gak buat newbie seperti ane, tentang mengapa >> mencabut subsidi itu baik? >> >> Kalo menurut saya cabut subsidi kan artinya pemerintah punya duit lebih >> untuk dibelanjakan, bisa bangun macem2 yang diharapkan bermanfaat buat >> rakyat. Kalau subsidi tidak dicabut, bukankah si duit itu sudah dirasakan >> langsung manfaatnya buat rakyat. Rakyat yang menerima subsidi bisa >> memutuskan sendiri duit lebih (Akibat hemat beli bensin) itu mau >> dimanfaatkan untuk apa, bisa buat belanja,yang akhirnya meningkatkan ekonomi >> dan membuka lapangan kerja karena si pabrik cuan jadi bisa ekspansi, atau >> ditabung yang pada akhirnya bisa juga disalurkan oleh bank ke yang >> membutuhkan. Dalam hal subsidi dicabut kita menyerahkan kepada pemerintah >> bagaimana sebaiknya uang ini dibelanjakan, nah apakah pemerintah tau mana >> yang lebih baik buat rakyatnya dibanding rakyat sendiri? >> >> Kalau dianggap tidak tepat sasaran karena hanya dinikmati orang kaya, >> apakah ada hitung2an nya? Dengan logika yang sama dengan di atas bukankah >> subsidi terhadap wong sugih pun akhirnya akan membuat doi belanja lebih >> banyak (karena punya duit lebih) dan berkontribusi terhadap pertumbuhan >> ekonomi juga. >> >> kalo alasannya sekedar biar apbn sehat mah mengapa gak belanjanya >> pemerintah atau korupsi nya aja yang dikurangin. Kalo cetak duit terus kayak >> america termasuk subsidi juga kali ya...minimal subsidi bunga, biar bunga >> rendah. >> ----------- >> *A man is incapable of comprehending any argument that interferes with >> his revenue. >> -- René Descartes* >> >
<<330.gif>>
