Waduh logikanya bener tapi ga bisa dipandang seperti itu, subsidi harus 
dikurangin supaya negara ini maju, bedanya kalau pemerintah terus2an nanggung 
subsidi trus pembangunan ni negara gimana? 
Perekonomian tanpa infrastruktur yang baik ga akan bisa terwujud jadi 
perekonomian yang bagus
Belum lagi hal2 diluar infrastruktur seperti pendidikan dll

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Susanto Salim <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 1 Jul 2011 19:16:29 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Chatib Basri: Naikkan harga BBM bersubsidi

Pak, bisa diberi gambaran gak buat newbie seperti ane, tentang mengapa
mencabut subsidi itu baik?

Kalo menurut saya cabut subsidi kan artinya pemerintah punya duit lebih
untuk dibelanjakan, bisa bangun macem2 yang diharapkan bermanfaat buat
rakyat. Kalau subsidi tidak dicabut, bukankah si duit itu sudah dirasakan
langsung manfaatnya buat rakyat. Rakyat yang menerima subsidi bisa
memutuskan sendiri duit lebih (Akibat hemat beli bensin) itu mau
dimanfaatkan untuk apa, bisa buat belanja,yang akhirnya meningkatkan ekonomi
dan membuka lapangan kerja karena si pabrik cuan jadi bisa ekspansi, atau
ditabung yang pada akhirnya bisa juga disalurkan oleh bank ke yang
membutuhkan. Dalam hal subsidi dicabut kita menyerahkan kepada pemerintah
bagaimana sebaiknya uang ini dibelanjakan, nah apakah pemerintah tau mana
yang lebih baik buat rakyatnya dibanding rakyat sendiri?

Kalau dianggap tidak tepat sasaran karena hanya dinikmati orang kaya, apakah
ada hitung2an nya? Dengan logika yang sama dengan di atas bukankah subsidi
terhadap wong sugih pun akhirnya akan membuat doi belanja lebih banyak
(karena punya duit lebih) dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi
juga.

kalo alasannya sekedar biar apbn sehat mah mengapa gak belanjanya pemerintah
atau korupsi nya aja yang dikurangin. Kalo cetak duit terus kayak america
termasuk subsidi juga kali ya...minimal subsidi bunga, biar bunga rendah.
-----------
*A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his
revenue.
-- René Descartes*


2011/7/1 Treasure Seeker <[email protected]>

> **
>
>
> saya termasuk yg sudah sejak lama setuju dengan ide ini ... downside impact
> ke ASII dan issuers yg sensitive terhadap inflasi pasti ada, tapi karena
> daya beli yg semakin baik maka akan cepat recover juga ..
>
> 2011/7/1 positif01 <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> Just another one like what we posted earlier the day. Chatib Basri benar
>> (see link below), pencabutan subsidi di tengah membaiknya sentimen dan
>> indikator pasar merupakan pilihan ekonomis yang paling logis.
>>
>> Astra International, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank ini dan itu
>> sebagai suatu badan usaha akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, demikian
>> pula karyawan dan manajemen-nya tetap menerima gaji seperti biasa apakah
>> inflasi naik atau turun, apakah subsidi BBM dicabut atau tidak. Kalau
>> ketar-ketir pemegang sahamnya yang ditotal seluruh Indonesia dan itupun dari
>> total 500 saham yang ada di BEI, tidak sampai 300 ribu, dibandingkan
>> kepentingan makro penduduk Indonesia yang 300 juta, tidak ada ganjalannya;
>> tidak ada artinya. :d
>>
>> '+'
>>
>>
>> http://headlines.vivanews.com/news/read/230124-presiden-tak-tegas-naikkan-harga-bbm
>>
>>
>> *VIVAnews *- Perdebatan terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM) karena
>> Presiden tidak bisa tegas dalam memutuskan masalah ini. Pemerintah belum
>> berani memilih opsi menaikkan harga BBM.
>>
>> Kementerian Keuangan selama ini terus mendesak Kementerian Energi dan
>> Sumber Daya Mineral secepatnya memutuskan kebijakan pembatasan BBM. Namun,
>> program yang dirancang dari akhir tahun lalu molor hingga sekarang.
>>
>> Alasannya, Kementerian ESDM merasa belum siap melakukan pembatasan BBM
>> bersubsidi. "Jika ada kementerian yang berselisih, seharusnya Presiden
>> tegas" ujar pengamat ekonomi Chatib Basri ketika dihubungi *VIVAnews.com*di 
>> Jakarta, Kamis, 30 Juni 2011.
>>
>> Menurut dia, jika pemerintah tidak sanggup dengan beban BBM bersubsidi,
>> pemerintah harus menaikkan harga BBM.
>>
>> Chatib menilai, kenaikan harga BBM jenis Premium yang relevan saat ini
>> Rp1.500 atau menjadi Rp6.000 per liter. Kenaikan harga BBM itu akan memicu
>> tambahan 
>> inflasi<http://bisnis.vivanews.com/news/read/229794-bps--bbm-naik--angka-inflasi-lebih-tinggi>2,1
>>  persen, sehingga akhir tahun inflasi berkisar 7-8 persen.
>> "Inflasi sebesar itu wajar, karena selama ini rata-rata inflasi 7 persen,"
>> ujarnya.
>>
>> Menurut dia, pemerintah menaikkan angka defisit
>> <http://bisnis.vivanews.com/news/read/229751-defisit-tak-nambah--pembatasan-bbm-tahun-ini>akibat
>> beban subsidi BBM juga tidak wajar. Idealnya, defisit digunakan untuk
>> membangun infrastruktur atau untuk belanja modal.
>>
>> "Tapi, kalau defisit membengkak gara-gara untuk membayar uang, itu tidak
>> tepat. Bagaimana mau melakukan kebijakan seperti itu? Menurut saya naikkan
>> saja harga BBM," tegasnya.
>>
>> Pemerintah tidak perlu takut aspek politis yang akan membayangi jika BBM
>> naik. Buktinya, pemerintah di masa Susilo Bambang Yudhoyono pernah menaikkan
>> BBM selama tiga kali. Bahkan, pada 2005 menaikkan BBM sebesar 30 persen dan
>> 120 persen.
>>
>> "SBY malah terpilih kembali. Jika ada argumen karena politik, saya tidak
>> melihat di mana," katanya.
>>
>> Pemerintah menaikkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
>> dari 1,8 persen menjadi 2,1 persen. Angka defisit itu tidak berubah lagi
>> asalkan Kementerian ESDM menetapkan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi
>> tahun ini. Sebab, tren konsumsi BBM sudah lebih tinggi dibanding biasanya.
>>  On Fri, Jul 1, 2011 at 1:42 PM, positif01 <[email protected]> wrote:
>>
>>> This the second golden chance offer by market this year to Indonesia
>>> Administration to lift/limit subsidy to keep the state budget healthier, and
>>> stay ahead of inflation curve afterwards. Pain may be caused but a
>>> considerate action plan in the middle of positive sentiment of market local,
>>> regional and global is expected to buffer the worst expected, when the
>>> chance will have just gone astray, and everything will be too late.
>>> Indonesia Central Bank Governor, Darmin Nasution, had also reminded the
>>> importance of administration to move swiftly on this fuel subsidy cut (
>>> http://finance.detik.com/read/2011/06/01/170722/1652059/1034/bi-pemerintah-telat-naikkan-harga-bbm).
>>>
>>>
>>> This is the time. Bravery is needed for politician just like their
>>> counterpart in Greece. Stop being politician a while and try to see from
>>> another perspective for better and quicker growing Indonesia.
>>>
>>>
>>> http://www.reuters.com/article/2011/06/28/indonesia-economy-fuel-idUSJKB00457920110628
>>>
>>> '+'
>>>
>>
>>
>  
>

Kirim email ke