*ADB Nasehati Indonesia Hapus Subsidi BBM
*Subsidi sebaiknya dialihkan untuk program yang langsung menyasar warga 
miskin. 
 
'+'
 
http://bisnis.vivanews.com/news/read/170112-adb--hapus-subsidi-bbm
 
 
*VIVAnews* - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyarankan pemerintah agar 
menghapus subsidi bahan bakar minyak yang hampir mencapai seratusan triliun 
rupiah. Subsidi sebaiknya dialihkan untuk program yang langsung menyasar 
warga miskin.

Demikian salah satu poin rekomendasi kajian *Indonesia: Critical Development 
Constraints *yang dikeluarkan oleh ADB, Bank Pembangunan Islam (IDB), dan 
Organisasi Buruh Internasional (ILO).

"Subsidi umum sebaiknya diganti dengan subsidi khusus yang memberikan dampak 
langsung kepada masyarakat miskin," kata ekonom ADB, Muhammad Ekhsan Khan, 
di Jakarta, Selasa 10 Agustus 2010.

Dalam Anggaran Pendatapan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010,  
subsidi BBM tercacat sebesar Rp89,3 triliun. Subsidi ini naik Rp20,6 triliun 
dari alokasi awal APBN 2010, sebesar Rp68,7 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional 
Lukita Dinarsyah Tuwo mengungkapkan, pemerintah telah merancang subsidi agar 
tidak salah sasaran. Rancangan ini terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka 
Menengah 2010-2014. "Seperti kenaikan TDL (tarif dasar listrik), kan tidak 
semua lapisan masyarakat mengalami kenaikan," ujar Lukita.

Pemerintah, menurut Lukita, terus mengembangkan energi alternatif yang ramah 
lingkungan seperti panas bumi dan tenaga surya. Pemerintah juga terus 
berupaya memperbaiki sistem subsidi yang telah ada. "Jadi orang yang 
membutuhkan yang berhak mendapatkan subsidi," katanya.

Kirim email ke