Kita sepakat utk mengatasi subsidi cukup dengan membenahi transportasi agar tidak terjadi kemacetan. Memang KRL sudah ada, tetapi ini masih belum sempurna, kenapa ? KRL masih kurang banyak frekwensi perjalanannya, sehingga masih berjubel belum lagi jadwal yg sering kacau karena maintenance, listrik dll ini harus terus dibenahi dengan menambah armada dan penambahan stasiun kalo perlu, juga disiapkan lahan parkir disekitar stasiun dengan tarif parkir yg tidak mahal. Jalur busway bukan jawaban untuk menguraikan kemacetan, karena masih sebidang dengan jalan umum bahkan masih banyak yg gabung dgn jalan umum.
Selesaikan mono rail, at any cost demi penyelamatan ekonomi nasional. walau biaya semua monorail 100 trilyun masih termasuk murah, dan masyarakat yg akan membayar melalui pencabutan subsidi BBM maupun kenaikan pajak Mobil pribadi. monorail bisa mengangkut 500 penumpang setiap 10 menit sekali, pasti ga ada lagi orang yg naik sepeda motor dan mobil pribadi. Stasiun Monorail harus connect dgn stasiun KRL dan Terminal Bus. Ayo kita mulai dari sini, selanjutnya kota besar lainnya akan mengikuti seperti Bandung, Surabaya dll.... Pemerintah harus bekerja, jangan minta naik gaji melulu....... Kasihan TKW disiksa, Pengangguran dimana2 yg terpaksa jadi preman... kita butuh pertumbuhan diatas 10 % seperti china dan india utk mengatasi pengangguran... caranya ya itu tadi benahi infrastruktur baik dalam kota dan luar kota.... Maaf kalo sedikit menyimpang dari bincang2 saham. Tks Salam 2011/7/3 Oguds <[email protected]> > > KRL sudah lama jalan bos, hanya anda mau pakai tidak? Saya tiap hari > naik KRL. Busway juga sudah ada, dan kian hari kian penuh. Jangan > bicara nanti nanti nanti, kalau kalau kalau, sampai lebaran kuda juga > tidak ada yg benar2 sesuai keinginan kita. Mari kita nikmati > prosesnya. Semua pihak harus mendukung dan terlibat sejak awal. > > Saya sepakat, bahwa target subsidi harus tepat. Misalnya, angkutan > umum tetap dapat subsidi. Ini agar masyarakat, terutama golongan > menengah dan bawah, beralih ke sana dan mendapat insentif. Misalnya > busway, harga Rp 2000 (pagi) dan 3500 itu cukup murah, bisa dari ujung > ke ujung Jakarta. Mau muter2 sampai mabok silakan. > > Konon kerugian akibat macet di Jakarta mencapai 46 trilyun per tahun. > Kita selalu ngeluh kurang dana untuk buat membangun infrastruktur, > tapi setiap hari duit dibakar di jalan2. Solusinya bukan jalan bebas > hambatan, kenapa pola pikirnya masih aneh begitu. Memangnya kalau > jalan tol diperbanyak, kendaraan bisa dilipat begitu sampai tujuan? > Contoh kecil bahwa paradigma berpikir yg salah ini yg membuat > pembangunan infrastruktur di Jakarta dan tanah air kacau balau. > > > Sunday, July 3, 2011, 8:06:25 PM, you wrote: > > ba> setuju banget cabut subsidi BBM utk Jakarta, kec Umum dan sepeda motor, > ba> tapi dilaksanakan kalo monorel dan KRLnya udah bener... > ba> jadi uang subsidi BBM dijadiin ke jalan bebas hambatan. > ba> walau BBM mahal 2 x lipat kalo ngga macet ttp lbh hemat koq... > > ba> TKs > > ba> 2011/7/2 positif 01 <[email protected]> > ba> > > ba> ADB Nasehati Indonesia Hapus Subsidi BBM > ba> Subsidi sebaiknya dialihkan untuk program yang langsung menyasar warga > miskin. > ba> > ba> '+' > ba> > ba> http://bisnis.vivanews.com/news/read/170112-adb--hapus-subsidi-bbm > ba> > ba> VIVAnews - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyarankan pemerintah > ba> agar menghapus subsidi bahan bakar minyak yang hampir mencapai > ba> seratusan triliun rupiah. Subsidi sebaiknya dialihkan untuk > ba> program yang langsung menyasar warga miskin. > > ba> Demikian salah satu poin rekomendasi kajian Indonesia: Critical > ba> Development Constraints yang dikeluarkan oleh ADB, Bank > ba> Pembangunan Islam (IDB), dan Organisasi Buruh Internasional (ILO). > > ba> "Subsidi umum sebaiknya diganti dengan subsidi khusus yang > ba> memberikan dampak langsung kepada masyarakat miskin," kata ekonom > ba> ADB, Muhammad Ekhsan Khan, di Jakarta, Selasa 10 Agustus 2010. > ba> Dalam Anggaran Pendatapan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) > ba> 2010, subsidi BBM tercacat sebesar Rp89,3 triliun. Subsidi ini > ba> naik Rp20,6 triliun dari alokasi awal APBN 2010, sebesar Rp68,7 > triliun. > ba> Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan > ba> Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo mengungkapkan, pemerintah telah > ba> merancang subsidi agar tidak salah sasaran. Rancangan ini terdapat > ba> dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010-2014. "Seperti > ba> kenaikan TDL (tarif dasar listrik), kan tidak semua lapisan > ba> masyarakat mengalami kenaikan," ujar Lukita. > > ba> Pemerintah, menurut Lukita, terus mengembangkan energi alternatif > ba> yang ramah lingkungan seperti panas bumi dan tenaga surya. > ba> Pemerintah juga terus berupaya memperbaiki sistem subsidi yang > ba> telah ada. "Jadi orang yang membutuhkan yang berhak mendapatkan > subsidi," katanya. > > > > > > ba> > > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
