Kalau utk hold 1-3yr, BBRI, BMRI, AKRA, DEWA, DOID, BORN menurut Bang Ian prospectnya gimana ya?
DEWA ama DOID saya masuk krn yakin saat ini kontraktor tambang performance lg pada sangat bagus akibat cuaca dibanding dgn 3 bln lalu. Cost sama tapi produksi bisa 2x lipat. Laporan Sept mestinya bagus. Mohon pencerahan. Saya tipe semi investor. Invest saham 6bln-1yrs. Kali ini mau lama megang lama sampai 3 yrs. Mohon masukannya Salam, Jo Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 21 Aug 2011 10:28:49 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market Di bisnis saham, saya bedakan antara menjadi investor dan menjadi trader. Investor melakukan aktivitas beli dan jual saham berdasarkan valuasi alias kalau harga di pasar sudah terdiskon lumayan besar dari valuasi wajar saham tersebut, maka dapat menjadi saat yang tepat untuk masuk. Kalau jauh di atas valuasi wajarnya, adalah saat untuk jualan. Trader melakukan aktivitas beli dan jualnya berdasarkan grafik. Bila trend market sedang turun, dia ambil posisi sell/short, bila trend market sedang naik, dia ambil posisi buy/long. Dari perbedaan di atas, maka bila anda ingin trading, sebaiknya hindari kondisi saat market bearish alias jangan lawan market, kecuali untuk kepentingan nyopet :) Tapi bila anda ingin jadi investor, maka justru anda masuk pada saat harga saham sudah dirasa murah secara valuasi dimana harga murah itu terjadi pada saat penurunan. Dengan kata lain, berarti investor masuknya justru pada saat harga turun alias melawan market. Warren Buffett sering melakukan tindakan demikian karena WB adalah value investor. WB sering masuk ke pasar pada saat market berdarah2, tapi bagi WB justru dia melihat banyak saham yg hijau alias menjanjikan keuntungan lumayan besar dalam jangka waktu tertentu. Investor cenderung menjadi contrarian terhadap market, seperti yg sering dilakukan oleh WB. Saya pribadi, dalam kondisi seperti sekarang, akan berburu saham2 yg murah yg kalau saya pegang paling lama satu tahun, bisa menghasilkan gain yang lumayan besar. Sementara kalau turun, saya akan tetap hold. Selain itu, saya juga akan sisihkan dana yang siap saya pakai untuk trading pendek, buy and sell. Dengan demikian, saya tidak masalah harga2 saham akan turun terus, karena saya punya dana untuk tetap trading. Dan saya juga tidak masalah kalau ternyata harga2 saham naik karena saya sudah memiliki saham2 investasi. Alias, mau naik atau turun, ngga terlalu pusingkan karena tetap bisa dapat keuntungan :) Sekarang tinggal kembali ke masing2 diri kita saja. Apakah kita mau ekstrim jadi trader, atau ekstrim jadi investor, atau kita bisa mengkombinasikan keduanya dalam bisnis saham. Happy trading dan investing :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
