Amin bang,,, soalnya masih hold yang namanya INDF bang,,,
walaupun sekarang loss, soalnya kemaren megang di harga 6400


________________________________
Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Dikirim: Minggu, 21 Agustus 2011 13:21
Judul: Re: [saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market


  

INDF hanya di tahun 2009 penjualannya turun sedikit. Kalau labanya terus 
meningkat dari tahun ke tahun dengan rata2 peningkatan laba selama 5 tahun 
terakhir di atas 40% :)

Tahun 2012 sepertinya sih ngga akan terlalu sulit melihat muncul angka 10 ribu 
kalau hitung2an valuasi secara finance :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Sent from my BlackBerry®

________________________________

From:  [email protected] 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 21 Aug 2011 04:17:47 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market

Bang Ian, ngomongin soal fundamental, itu INDF Salesnya turun terus dr taun 
2008 sampai 2010..apa ini tanda dia dah mulai jenuh ya? Thanks  :) 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
________________________________

From:  Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 21 Aug 2011 10:55:15 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market
  
Untuk investasi, saran saya cari saja perusahaan yang GCG menurut saya dan 
growth nya oke serta sektornya bukan lagi sunset. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/8/21 <[email protected]>

 
>
>
>Kalau utk hold 1-3yr, BBRI, BMRI, AKRA, DEWA, DOID, BORN menurut Bang Ian 
>prospectnya gimana ya?
>
>DEWA ama DOID saya masuk krn yakin saat ini kontraktor tambang performance lg 
>pada sangat bagus akibat cuaca dibanding dgn 3 bln lalu. Cost sama tapi 
>produksi bisa 2x lipat. Laporan Sept mestinya bagus.
>
>Mohon pencerahan. Saya tipe semi investor. Invest saham 6bln-1yrs. Kali ini 
>mau lama megang lama sampai 3 yrs.
>
>Mohon masukannya
>
>
>Salam,
>Jo
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>________________________________
>
>From:  Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
>Sender:  [email protected] 
>Date: Sun, 21 Aug 2011 10:28:49 +0700
>To: <[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: [saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market
>
>  
>Di bisnis saham, saya bedakan antara menjadi investor dan menjadi
>trader. Investor melakukan aktivitas beli dan jual saham berdasarkan
>valuasi alias kalau harga di pasar sudah terdiskon lumayan besar dari
>valuasi wajar saham tersebut, maka dapat menjadi saat yang tepat untuk
>masuk. Kalau jauh di atas valuasi wajarnya, adalah saat untuk jualan.
>Trader melakukan aktivitas beli dan jualnya berdasarkan grafik. Bila
>trend market sedang turun, dia ambil posisi sell/short, bila trend
>market sedang naik, dia ambil posisi buy/long.
>
>Dari perbedaan di atas, maka bila anda ingin trading, sebaiknya
>hindari kondisi saat market bearish alias jangan lawan market, kecuali
>untuk kepentingan nyopet :)
>Tapi bila anda ingin jadi investor, maka justru anda masuk pada saat
>harga saham sudah dirasa murah secara valuasi dimana harga murah itu
>terjadi pada saat penurunan. Dengan kata lain, berarti investor
>masuknya justru pada saat harga turun alias melawan market. Warren
>Buffett sering melakukan tindakan demikian karena WB adalah value
>investor. WB sering masuk ke pasar pada saat market berdarah2, tapi
>bagi WB justru dia melihat banyak saham yg hijau alias menjanjikan
>keuntungan lumayan besar dalam jangka waktu tertentu. Investor
>cenderung menjadi contrarian terhadap market, seperti yg sering
>dilakukan oleh WB.
>
>Saya pribadi, dalam kondisi seperti sekarang, akan berburu saham2 yg
>murah yg kalau saya pegang paling lama satu tahun, bisa menghasilkan
>gain yang lumayan besar. Sementara kalau turun, saya akan tetap hold.
>Selain itu, saya juga akan sisihkan dana yang siap saya pakai untuk
>trading pendek, buy and sell. Dengan demikian, saya tidak masalah
>harga2 saham akan turun terus, karena saya punya dana untuk tetap
>trading. Dan saya juga tidak masalah kalau ternyata harga2 saham naik
>karena saya sudah memiliki saham2 investasi. Alias, mau naik atau
>turun, ngga terlalu pusingkan karena tetap bisa dapat keuntungan :)
>
>Sekarang tinggal kembali ke masing2 diri kita saja. Apakah kita mau
>ekstrim jadi trader, atau ekstrim jadi investor, atau kita bisa
>mengkombinasikan keduanya dalam bisnis saham.
>
>Happy trading dan investing :)
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>

 

Kirim email ke