Sorry Bang, GCG itu apa? Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 21 Aug 2011 10:55:15 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market Untuk investasi, saran saya cari saja perusahaan yang GCG menurut saya dan growth nya oke serta sektornya bukan lagi sunset. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/8/21 <[email protected]> > ** > > > Kalau utk hold 1-3yr, BBRI, BMRI, AKRA, DEWA, DOID, BORN menurut Bang Ian > prospectnya gimana ya? > > DEWA ama DOID saya masuk krn yakin saat ini kontraktor tambang performance > lg pada sangat bagus akibat cuaca dibanding dgn 3 bln lalu. Cost sama tapi > produksi bisa 2x lipat. Laporan Sept mestinya bagus. > > Mohon pencerahan. Saya tipe semi investor. Invest saham 6bln-1yrs. Kali ini > mau lama megang lama sampai 3 yrs. > > Mohon masukannya > > > Salam, > Jo > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sun, 21 Aug 2011 10:28:49 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market > > > > Di bisnis saham, saya bedakan antara menjadi investor dan menjadi > trader. Investor melakukan aktivitas beli dan jual saham berdasarkan > valuasi alias kalau harga di pasar sudah terdiskon lumayan besar dari > valuasi wajar saham tersebut, maka dapat menjadi saat yang tepat untuk > masuk. Kalau jauh di atas valuasi wajarnya, adalah saat untuk jualan. > Trader melakukan aktivitas beli dan jualnya berdasarkan grafik. Bila > trend market sedang turun, dia ambil posisi sell/short, bila trend > market sedang naik, dia ambil posisi buy/long. > > Dari perbedaan di atas, maka bila anda ingin trading, sebaiknya > hindari kondisi saat market bearish alias jangan lawan market, kecuali > untuk kepentingan nyopet :) > Tapi bila anda ingin jadi investor, maka justru anda masuk pada saat > harga saham sudah dirasa murah secara valuasi dimana harga murah itu > terjadi pada saat penurunan. Dengan kata lain, berarti investor > masuknya justru pada saat harga turun alias melawan market. Warren > Buffett sering melakukan tindakan demikian karena WB adalah value > investor. WB sering masuk ke pasar pada saat market berdarah2, tapi > bagi WB justru dia melihat banyak saham yg hijau alias menjanjikan > keuntungan lumayan besar dalam jangka waktu tertentu. Investor > cenderung menjadi contrarian terhadap market, seperti yg sering > dilakukan oleh WB. > > Saya pribadi, dalam kondisi seperti sekarang, akan berburu saham2 yg > murah yg kalau saya pegang paling lama satu tahun, bisa menghasilkan > gain yang lumayan besar. Sementara kalau turun, saya akan tetap hold. > Selain itu, saya juga akan sisihkan dana yang siap saya pakai untuk > trading pendek, buy and sell. Dengan demikian, saya tidak masalah > harga2 saham akan turun terus, karena saya punya dana untuk tetap > trading. Dan saya juga tidak masalah kalau ternyata harga2 saham naik > karena saya sudah memiliki saham2 investasi. Alias, mau naik atau > turun, ngga terlalu pusingkan karena tetap bisa dapat keuntungan :) > > Sekarang tinggal kembali ke masing2 diri kita saja. Apakah kita mau > ekstrim jadi trader, atau ekstrim jadi investor, atau kita bisa > mengkombinasikan keduanya dalam bisnis saham. > > Happy trading dan investing :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > >
