Kalau 2008 itu krisis di AS dan Eropanya parah banget. Sekarang belum jelas, apa akan lebih parah ada tidak. Yang jelas, data2 ekonomi makro saat ini tdk menujukkan parah.
Selain itu, untuk Indonesia, krisis 2008 itu kita blm pernah belajar menghadapi krisis terkait pasar modal. Akibatnya yg ada adalah kepanikan. Sekarang, 2011, dgn kondisi makro Indonesia yg jauh lbh kuat, ditambah investor Indonesia ngga lagi gampang panikan, malah berharap IHSG bisa turun banyak agar bisa beli lebih murah. Akibatnya, begitu banyak yg nungguin IHSG jatuh dalam dgn pegang cash, tapi IHSG nya hanya turun wajar2 saja walaupun sdh dibombardir dengan bad news yg banyak dr luar, plus ditakut2in krisis spt thn 2008 bahkan dibilang lebih parah nantinya, tetap saja IHSG nya anteng2 saja. :) Sampai detik ini, saya belum baca satu analisa puin dr asing atau lokal yg mengatakan Indonesia kondisi makronya jelek dan terancam krisis. Kenapa? Karena memang tdk ada data yg bisa dipakai utk bikin analisa negatif. Jadi, biarkan saja kita ditakut2in yg serem2, lumayanlah bisa untuk beli dgn hrg lebih murah untuk tujuan investasi. Saya malah berharap hari senin IHSG bisa turun banyak, krn lagi niat masukin kembali dana investasi yg nganggur sejak awal Juni lalu :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my BlackBerry® -----Original Message----- From: "Erianto" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 21 Aug 2011 08:19:11 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Jangan Lawan Market vs Lawan Market Menurut bang Ian, apakah kondisi sekarang tidak akan seperti thn 2008? Ini yg membuat saya ragu utk membeli. Padahal kalo melihat bbrp saham valuasinya sdh cukup murah per penutupan Jumat kemarin. Mohon pencerahan bang Ian utk perkiraan pasar bbrp bulan ke depan. Terima kasih. Salam, Erianto - Makassar > > ------------------------------ > > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> > > *Sender: * [email protected] > > *Date: *Sun, 21 Aug 2011 10:28:49 +0700 > > *To: *<[email protected]> > > *ReplyTo: * [email protected] > > *Subject: *[saham] Jangan Lawan Market vs Lawan Market > > > > > > > > Di bisnis saham, saya bedakan antara menjadi investor dan menjadi > > trader. Investor melakukan aktivitas beli dan jual saham berdasarkan > > valuasi alias kalau harga di pasar sudah terdiskon lumayan besar dari > > valuasi wajar saham tersebut, maka dapat menjadi saat yang tepat untuk > > masuk. Kalau jauh di atas valuasi wajarnya, adalah saat untuk jualan. > > Trader melakukan aktivitas beli dan jualnya berdasarkan grafik. Bila > > trend market sedang turun, dia ambil posisi sell/short, bila trend > > market sedang naik, dia ambil posisi buy/long. > > > > Dari perbedaan di atas, maka bila anda ingin trading, sebaiknya > > hindari kondisi saat market bearish alias jangan lawan market, kecuali > > untuk kepentingan nyopet :) > > Tapi bila anda ingin jadi investor, maka justru anda masuk pada saat > > harga saham sudah dirasa murah secara valuasi dimana harga murah itu > > terjadi pada saat penurunan. Dengan kata lain, berarti investor > > masuknya justru pada saat harga turun alias melawan market. Warren > > Buffett sering melakukan tindakan demikian karena WB adalah value > > investor. WB sering masuk ke pasar pada saat market berdarah2, tapi > > bagi WB justru dia melihat banyak saham yg hijau alias menjanjikan > > keuntungan lumayan besar dalam jangka waktu tertentu. Investor > > cenderung menjadi contrarian terhadap market, seperti yg sering > > dilakukan oleh WB. > > > > Saya pribadi, dalam kondisi seperti sekarang, akan berburu saham2 yg > > murah yg kalau saya pegang paling lama satu tahun, bisa menghasilkan > > gain yang lumayan besar. Sementara kalau turun, saya akan tetap hold. > > Selain itu, saya juga akan sisihkan dana yang siap saya pakai untuk > > trading pendek, buy and sell. Dengan demikian, saya tidak masalah > > harga2 saham akan turun terus, karena saya punya dana untuk tetap > > trading. Dan saya juga tidak masalah kalau ternyata harga2 saham naik > > karena saya sudah memiliki saham2 investasi. Alias, mau naik atau > > turun, ngga terlalu pusingkan karena tetap bisa dapat keuntungan :) > > > > Sekarang tinggal kembali ke masing2 diri kita saja. Apakah kita mau > > ekstrim jadi trader, atau ekstrim jadi investor, atau kita bisa > > mengkombinasikan keduanya dalam bisnis saham. > > > > Happy trading dan investing :) > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
