Itulah yang sebetulnya ingin saya sampaikan dengan memforward berita tsb, yaitu 
mengkritisi Bank dunia dan IMF. Lha kok diskusinya kemudian malah mengkritik 
SBY? Ya gpp sih ngritik SBY dan memang banyak dari SBY yang sangat pantas untuk 
dikritik. Cuma mestinya dengan topik lain. 
Sebagaimana di posting yang lain beberapa hari yang lalu, saya tulis kenapa 
Bank Dunia selalu dipegang AS, IMF dipegang Eropa, sementara PBB dijadikan 
rebutan Asia dan Afrika. Ini tentu ada maksudnya. Para bule itu ingin selalu 
menguasai sumber2 kebijakan keuangan dunia seperti Bank Dunia dan IMF. Untuk 
apa? Ya untuk keuntungan mereka sendiri. Sementara untuk lembaga yang mengurusi 
kelaparan, peperangan, kebodohan, pengungsian dll seperti PBB itu diserahkan ke 
kaum non bule. Itu pun mereka masih ingin tetap berkuasa di balik layar dengan 
memegang hak veto di PBB. Jadi kita memang hidup dalam atmosfir yang penuh 
dengan ketidakadilan seperti ini. Tapi ya namanya atmosfir, mau gak mau ya 
tetap kita hirup juga. Seperti udara yang penuh polusi, mau gak mau tetap kita 
hirup meski kita ingin udara yang bersih.
Iya tho? Bener tho? Mantep tho? (Mbah Surip mode on :-))

Noval

--- In [email protected], "DeaRe" <de4re@...> wrote:
>
> Pernah dengar bahwa 5-10% penduduk menguasai 90% uang dunia?
> 
> Konon, sekalipun uang di dunia ini di bagi rata ke seluruh penduduk dunia
> ini, maka paling lambat 10 thn yad akan kembali ke formasi sebelumnya.
> 
> Yg miskin kembali miskin yg kaya kembali kaya.
> 
>  
> 
> Pandangan bu Katrin dg pak Oguds saya pikir sama2 benar. Pak Oguds melihat
> base on data yg 90% org tsb.
> 
> Bu Katrin melihat berdasarkan ibarat jumlah seluruh uang di bagi rata dg
> jumlah penduduk, makanya ketemu GDP USD 3,000.
> 
>  
> 
> Jika sama2 melihat gelas yg isi airnya ada ½, maka pak Oguds bilang gelas
> itu ½ kosong, sedang bu Katrin bilang ½ penuh.
> 
>  
> 
>  
> 
> Salam,
> 
> Dennij R.
> 
>  
> 
>  
> 
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> Oguds
> Sent: 27 Agustus 2011 12:22
> To: caknoval
> Subject: Re: [saham] HS Dillon: Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi
> 
>  
> 
>   
> 
> 
> Benar, kita inginnya pemerataan kesejahteraan secara menyeluruh.
> Makanya tak heran, meski katanya GDP per capita sekitar $3000 USD,
> atau Rp 25jt / th, atau 2jt / bl, tapi siapa yg menikmati itu? UMP
> Jakarta saja Rp 1,29jt / bl. Ini belum dibagi anak istri, anggaplah 4
> orang/keluarga, jadinya hanya Rp 300rb-an. Hah, $3000 dari Hongkong.
> 
> Ini adalah oleh2 dari Safari Ramadhan, "SBY Miris Lingkungan Kumuh
> Jadi Tontonan Tamu Negara".
> http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/08/26/brk,20110826-353786,id.
> html
> 
> Lha, emang kemane aje coy? Coba doi nongkrong sebentar saja pas jam
> pulang kantor di St. Gambir, kagak lihat itu penumpang naik KRL AC
> alias angin cepoi-cepoi di atas atap? Setiap hari begitu. Mungkin
> lebay juga itu salah presiden, tapi kalau Menteri, Dirjen, Dirut, dst,
> diam2 saja, ya tetap presidennya yg mengangkat mereka semua yg salah.
> 
> Kita juga jangan memusuhi media, yg sepertinya terdepan melebaykan.
> Tidak ada asap kalau tidak ada api. Gampangnya UMP di atas, fakta yg
> jelas, lha bagaimana membuatnya menjadi bagus? Padahal, yg terlihat
> media itu seringkali hanya puncak gunung es, artinya sangat banyak yg
> tidak tersentuh. Seperti kata HS Dillon, ada masalah struktural.
> 
> Friday, August 26, 2011, 11:05:12 AM, you wrote:
> 
> c> Atasi Kemiskinan
> c> Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi
> c> Khaerudin | Agus Mulyadi | Rabu, 24 Agustus 2011 | 02:11 WIB
> c> Dibaca: 14024Komentar: 53
> 
> c> JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Indonesia ingin mengatasi secara
> c> drastis angka kemiskinan, maka jangan lagi percaya pendekatan yang
> c> ditawarkan Bank Dunia atau Word Bank dan Dana Moneter Internasional
> c> atau International Monetary Fund (IMF).
> 
> c> Pendekatan kedua badan dunia tersebut tak efektif dan tetap
> c> membuat orang miskin berada pada kasta terbawah, sementara mereka
> c> yang berkuasa, meskipun dengan cara mencuri dari orang miskin, akan tetap
> berada di atas.
> 
> c> Kritik keras tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden
> c> Republik Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan, HS Dillon,
> c> dalam kampanye gerakan "Cukup Sudah Pembiaran Kemiskinan" yang
> c> dimulai di Jakarta, Selasa (23/8/2011).
> 
> c> Dillon mengatakan, efektivitas dari pendekatan yang selama ini
> c> dipakai sudah berkurang. "Jadi, yang jelas, cara yang lama tidak bisa
> terus dipakai," katanya.
> 
> c> Menurut Dillon, yang saat ini dihadapi adalah kondisi kemiskinan
> c> ekstrem sehingga pendekatannya harus berbeda. Kemiskinan menurut
> c> dia adalah masalah struktural sehingga pendekatannya pun harus struktural
> juga.
> 
> c> "Kemiskinannya struktural, tetapi dipakai penghamparan orang-orang
> c> yang sudah mapan di Bank Dunia dan IMF. Mereka mau orang miskin
> c> boleh naik, tetapi mereka yang sudah berkuasa jangan terganggu.
> c> Harus dilakukan paradigma people driven development, artinya
> c> pembangunan itu harus mulai dari mereka yang paling lemah, bukan
> c> mereka yang sudah kuat," kata Dillon.
> 
> c> Kondisi kemiskinan ekstrem ini bisa terlihat antara lain dari
> c> ketimpangan antara mereka yang kaya dan yang miskin pada hari ini di
> Indonesia.
> 
> c> "Coba bayangkan ada satu kelompok yang bisa menguasai satu juta
> c> hektar lahan, sementara petani kita di Jawa ini satu bahu saja
> c> enggak punya. Itu masalahnya. Kalau selama ini yang dipakai
> c> penghamparan IMF terus, yang dikerjakan hanyalah mencoba mengangkat
> c> yang di bawah tanpa mengubah struktur. Tetap saja dia di bawah,
> c> tetap jadi babu dia," kata Dillon.
> 
> c> ------------------------------------
> 
> c> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
> 
> c> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN
> c> ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK
> c> MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI
> c> TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
> 
> c> [email protected]
> <mailto:saham-unsubscribe%40yahoogroups.com>  untuk berhenti dari milis
> saham
> c> [email protected]
> <mailto:saham-subscribe%40yahoogroups.com>  untuk bergabung ke milis saham
> c> Yahoo! Groups Links
> 
> -- 
> Tertanda,
> Oguds [960000031]
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke