Bang, GCG atau tidaknya perusahaan apakah ada ciri2nya? Atau ada list GCG companies? Sering bingung bang...
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 9 Nov 2011 22:43:45 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih. Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :) Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH, menurut saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita ingin investasi di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun atau lebih ketika trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun karena sahamnya merugi, malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut loss. Nanti setelah BEP atau dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya, investasi untuk BEP. Atau istilah yg sering saya gunakan di pelatihan adalah trading untuk cari BEP, bukan trading untuk cari cuan/profit :) Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan, bahkan sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau setiap bulannya. Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per tahunnya. Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di saham untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan. Selama tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus, industrinya masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG. Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar. Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2 untuuk pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya berani pegang lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah tahu perusahaannya ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan untung, malah ngga siap pegang lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus. Tinggal di switch saja sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara memanipulasi diri sendiri yaitu, ketika pegang saham bagus untuk investasi, lalu harganya naik, tinggal bilang saja ke diri sendiri, masih rugi, karena harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat ini harga sahamnya di 7000 yg dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara demikian, maka bisa mencegah untuk menjual saham tersebut. Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat. Jadi, anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau deposito, bank yang bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau investasi di saham, direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita menghasilkan keuntungan yg tidak dibatasi :) Semoga bermanfaat. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/11/9 Hendrik Limbono <[email protected]> > > > Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang > menggunakan adalah orang yang sama, > dengan psikologis yang sama, > dana yang sama, > mengetahui informasi yang sama, > serta timeframe yang sama... > > ======================================= > bei5000.com > > >
