Yup, penjabaran di bawah sangat bagus dan cukup lengkap.

Bagi yg ingin lebih detil lagi soal GCG, bisa juga lihat tulisan/artikel di:

Bahasa Indonesia:
http://businessenvironment.wordpress.com/2007/04/30/membangun-tatakelola-perusahaan-menurut-prinsip-prinsip-gcg/

Atau yg bahasa Inggris di wikipedia bisa dilihat di:
http://en.wikipedia.org/wiki/Corporate_governance

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/9 Benny Kadarusman <[email protected]>

>
>
>
> Betul Bang, intinya ialah apakah management perusahaan tsb bisa
> dipercaya/tdk.
>
> 2 hal yang ditekankan dalam GCG:
> 1. pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar
> dan tepat pada waktunya
> 2. kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara
> akurat, tepat waktu, dan transparan terhadap semua informasi kinerja
> perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder.
>
> Sekedar menambahkan
>
> PRINSIP-PRINSIP GCG :
>
> 1. Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan dalam
> melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan
> informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
>
> 2. Accountability (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi, struktur,
> sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan
> perusahaan
> terlaksana secara efektif.
>
> 3. Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di
> dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta
> peraturan perundangan yang berlaku.
>
> 4. Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana perusahaan
> dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan
> dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan
> perundangan-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
>
> 5. Fairness (kesetaraan da kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan
> setara di dalam memenuhi hakhak stakeholder yang timbul berdasarkan
> perjanjian
> serta peraturan perundangan yang berlaku.
>
> Good Corporate Governance penting agar meningkatkan kualitas laporan
> keuangan dan juga dapat menjadi penghambat aktivitas rekayasa kinerja yang
> mengakibatkan laporan keuangan tidak menggambarkan nilai fundamental
> perusahaan.
>
> ------------------------------
> *Dari:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Dikirim:* Rabu, 9 November 2011 23:15
> *Judul:* Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
> GCG itu banyak ukurannya. Tapi kalau saya sebagai investor, paling saya
> pakai filternya, adalah sbb:
> - apakah manajemennya bisa diandalkan dan dipercaya atau tidak?
> - apakah manajemennya suka ngakalin investor kecil atau tidak?
> - apakah manajemennya suka keluarga kebijakan2 yg membingungkan kita atau
> tidak?
>
> Nah, kalau ada emiten yg manajemennya suka keluarin corp action yg
> sifatnya berakrobatik sehingga membuat kita sebagai investor bingung
> sendiri maksudnya apa, belum lagi utak atik kepemilikan yg bikin kita sulit
> memahaminya, bagi saya itu sudah ngga GCG.
> Kalau manajemennya pelit kasih dividend, padahal katanya labanya besar,
> dan juga usahanya tidak lagi ekspansi2 banget, maka saya anggap
> manajemennya cuma bisa ngomong untung di atas kertas alias ada unsur
> kosmetiknya di lapkeu, tapi kemungkinan sebenarnya duitnya ngga ada karena
> bayar dividend nya kekecilan. Saya anggap kurang GCG.
>
> Dan tentunya ada hal2 tambahan lainnya tapi kira2 garis besarnya adalah
> apakah manajemennya bisa kita percaya atau tidak.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/11/9 Harya <[email protected]>
>
> **
>
>
> Bang, GCG atau tidaknya perusahaan apakah ada ciri2nya? Atau ada list GCG
> companies?
> Sering bingung bang...
>
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerryŽ
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Wed, 9 Nov 2011 22:43:45 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
> Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih.
> Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :)
>
> Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH,
> menurut saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita
> ingin investasi di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun
> atau lebih ketika trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun
> karena sahamnya merugi, malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut loss.
> Nanti setelah BEP atau dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya, investasi
> untuk BEP. Atau istilah yg sering saya gunakan di pelatihan adalah trading
> untuk cari BEP, bukan trading untuk cari cuan/profit :)
>
> Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan,
> bahkan sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau setiap
> bulannya. Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per
> tahunnya.
>
> Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di
> saham untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan.
> Selama tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus,
> industrinya masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG.
> Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar.
>
> Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2
> untuuk pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya
> berani pegang lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah
> tahu perusahaannya ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan untung,
> malah ngga siap pegang lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus.
> Tinggal di switch saja sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara memanipulasi
> diri sendiri yaitu, ketika pegang saham bagus untuk investasi, lalu
> harganya naik, tinggal bilang saja ke diri sendiri, masih rugi, karena
> harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat ini harga sahamnya di 7000 yg
> dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara demikian, maka bisa mencegah
> untuk menjual saham tersebut.
>
> Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat.
> Jadi, anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau deposito,
> bank yang bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau investasi
> di saham, direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita
> menghasilkan keuntungan yg tidak dibatasi :)
>
> Semoga bermanfaat.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/11/9 Hendrik Limbono <[email protected]>
>
>
>
> Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang
> menggunakan adalah orang yang sama,
>  dengan psikologis yang sama,
> dana yang sama,
> mengetahui informasi yang sama,
> serta timeframe yang sama...
>
> =======================================
> bei5000.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke