Apakah UNVR, Astra Group termasuk GCG? Thx. Steven Kwok -----Original Message----- From: Hendrik Limbono <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 9 Nov 2011 14:55:17 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
Maslaah GCG sendiri kalau kita investor kecil dan gak punya akses ke manajemen bagaiman akita tau perusahaan itu punya GCG yang baik??? mungkin kalau perudshaaannya seperti BUMI dan grup bakrie kita jadi tau lah, kalau suka Corporate Action tapi ada pula perusaan seperti EXXON yang bener2 diyakini bagus, eh bangkrut juga.. AIG, Lehman Brother, yang kredit ratingnya AAA, ternyata jatuh juga... Intinya saya cman ingin menyampaikan bahwa, Slepping Investor itu bagus, TAPI jangan telan mentah2 aja sebab bagi yang awam, akan berpandangan cuman ; 1. Beli saham bagus 2. Tinggal tidur. padahal mungkin perlu diselidiki lagi lebih lanjut mengenai suatu perusahan sebelum dibeli dan ditinggal tidur... perlu diselidiki lebih lanjut sebelum menggunakan metode yang dianggap bagus ingatlag bahwa RESIKO berada dalam diri sendiri bukan pada saham ataupun metode.. 2 orang yang berbeda membeli saham yang sama dengan metode yang sama bisa menghasilkan hasil yang berbeda... yang 1 seperti LKH yang 1 lagi juga sama sepeti LKH hanya saja yang 1 gunakan dana yang bener2 nganggur yang 1 lagi pas sahamnya lagi turun (karena semua saham bisa turun), jual karena kepept butuh duit... ======================================= bei5000.com ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, November 9, 2011 11:15 PM Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong GCG itu banyak ukurannya. Tapi kalau saya sebagai investor, paling saya pakai filternya, adalah sbb: - apakah manajemennya bisa diandalkan dan dipercaya atau tidak? - apakah manajemennya suka ngakalin investor kecil atau tidak? - apakah manajemennya suka keluarga kebijakan2 yg membingungkan kita atau tidak? Nah, kalau ada emiten yg manajemennya suka keluarin corp action yg sifatnya berakrobatik sehingga membuat kita sebagai investor bingung sendiri maksudnya apa, belum lagi utak atik kepemilikan yg bikin kita sulit memahaminya, bagi saya itu sudah ngga GCG. Kalau manajemennya pelit kasih dividend, padahal katanya labanya besar, dan juga usahanya tidak lagi ekspansi2 banget, maka saya anggap manajemennya cuma bisa ngomong untung di atas kertas alias ada unsur kosmetiknya di lapkeu, tapi kemungkinan sebenarnya duitnya ngga ada karena bayar dividend nya kekecilan. Saya anggap kurang GCG. Dan tentunya ada hal2 tambahan lainnya tapi kira2 garis besarnya adalah apakah manajemennya bisa kita percaya atau tidak. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/11/9 Harya <[email protected]> > > >Bang, GCG atau tidaknya perusahaan apakah ada ciri2nya? Atau ada list GCG >companies? >Sering bingung bang... > > > > >Powered by Telkomsel BlackBerryŽ >________________________________ > >From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Wed, 9 Nov 2011 22:43:45 +0700 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong > > >Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih. >Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :) > >Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH, menurut >saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita ingin investasi >di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun atau lebih ketika >trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun karena sahamnya merugi, >malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut loss. Nanti setelah BEP atau >dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya, investasi untuk BEP. Atau istilah yg >sering saya gunakan di pelatihan adalah trading untuk cari BEP, bukan trading >untuk cari cuan/profit :) > >Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan, bahkan >sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau setiap bulannya. >Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per tahunnya. > >Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di saham >untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan. Selama >tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus, industrinya >masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG. >Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar. > >Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2 untuuk >pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya berani pegang >lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah tahu perusahaannya >ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan untung, malah ngga siap pegang >lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus. Tinggal di switch saja >sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara memanipulasi diri sendiri yaitu, ketika >pegang saham bagus untuk investasi, lalu harganya naik, tinggal bilang saja ke >diri sendiri, masih rugi, karena harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat >ini harga sahamnya di 7000 yg dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara >demikian, maka bisa mencegah untuk menjual saham tersebut. > >Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat. Jadi, >anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau deposito, bank yang >bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau investasi di saham, >direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita menghasilkan >keuntungan yg tidak dibatasi :) > >Semoga bermanfaat. > >jabat erat, >Irwan Ariston Napitupulu > > > >2011/11/9 Hendrik Limbono <[email protected]> > > >> >> >>Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang >>menggunakan adalah orang yang sama, >> dengan psikologis yang sama, >>dana yang sama, >>mengetahui informasi yang sama, >>serta timeframe yang sama... >> >>======================================= >>bei5000.com >> >> > > >
