Ini yg setahu saya belum dibuatkan list nya. Tapi biasanya suka ada
penghargaan terhadap emiten yg diselenggarakan oleh asosiasi tertentu.

Sepertinya pernah dimua di majalah2 atau media. Mungkin rekan2 media atau
yang lainnya yg menyimpan artikel atau file nya bisa sharing informasi akan
hal tersebut.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/10 Conz B <[email protected]>

>
>
> list saham yang GCGnya mantap apa saja, cari dimana ya bang irwan?
>
> --- Pada *Rab, 9/11/11, Irwan Ariston Napitupulu 
> <[email protected]>*menulis:
>
>
> Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> Judul: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 9 November, 2011, 4:59 PM
>
>
>
>
> Yup, penjabaran di bawah sangat bagus dan cukup lengkap.
>
> Bagi yg ingin lebih detil lagi soal GCG, bisa juga lihat tulisan/artikel
> di:
>
> Bahasa Indonesia:
>
> http://businessenvironment.wordpress.com/2007/04/30/membangun-tatakelola-perusahaan-menurut-prinsip-prinsip-gcg/
>
> Atau yg bahasa Inggris di wikipedia bisa dilihat di:
> http://en.wikipedia.org/wiki/Corporate_governance
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/11/9 Benny Kadarusman 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
>
>
>
>
> Betul Bang, intinya ialah apakah management perusahaan tsb bisa
> dipercaya/tdk.
>
> 2 hal yang ditekankan dalam GCG:
> 1. pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar
> dan tepat pada waktunya
> 2. kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara
> akurat, tepat waktu, dan transparan terhadap semua informasi kinerja
> perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder.
>
> Sekedar menambahkan
>
> PRINSIP-PRINSIP GCG :
>
> 1. Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan dalam
> melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan
> informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
>
> 2. Accountability (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi, struktur,
> sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan
> perusahaan
> terlaksana secara efektif.
>
> 3. Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di
> dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta
> peraturan perundangan yang berlaku.
>
> 4. Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana perusahaan
> dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan
> dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan
> perundangan-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
>
> 5. Fairness (kesetaraan da kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan
> setara di dalam memenuhi hakhak stakeholder yang timbul berdasarkan
> perjanjian
> serta peraturan perundangan yang berlaku.
>
> Good Corporate Governance penting agar meningkatkan kualitas laporan
> keuangan dan juga dapat menjadi penghambat aktivitas rekayasa kinerja yang
> mengakibatkan laporan keuangan tidak menggambarkan nilai fundamental
> perusahaan.
>
> ------------------------------
> *Dari:* Irwan Ariston Napitupulu 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
> *Kepada:* [email protected]<http://mc/[email protected]>
> *Dikirim:* Rabu, 9 November 2011 23:15
> *Judul:* Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
> GCG itu banyak ukurannya. Tapi kalau saya sebagai investor, paling saya
> pakai filternya, adalah sbb:
> - apakah manajemennya bisa diandalkan dan dipercaya atau tidak?
> - apakah manajemennya suka ngakalin investor kecil atau tidak?
> - apakah manajemennya suka keluarga kebijakan2 yg membingungkan kita atau
> tidak?
>
> Nah, kalau ada emiten yg manajemennya suka keluarin corp action yg
> sifatnya berakrobatik sehingga membuat kita sebagai investor bingung
> sendiri maksudnya apa, belum lagi utak atik kepemilikan yg bikin kita sulit
> memahaminya, bagi saya itu sudah ngga GCG.
> Kalau manajemennya pelit kasih dividend, padahal katanya labanya besar,
> dan juga usahanya tidak lagi ekspansi2 banget, maka saya anggap
> manajemennya cuma bisa ngomong untung di atas kertas alias ada unsur
> kosmetiknya di lapkeu, tapi kemungkinan sebenarnya duitnya ngga ada karena
> bayar dividend nya kekecilan. Saya anggap kurang GCG.
>
> Dan tentunya ada hal2 tambahan lainnya tapi kira2 garis besarnya adalah
> apakah manajemennya bisa kita percaya atau tidak.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/11/9 Harya 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
>
> **
>
>
> Bang, GCG atau tidaknya perusahaan apakah ada ciri2nya? Atau ada list GCG
> companies?
> Sering bingung bang...
>
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerryŽ
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>>
>
> *Sender: * [email protected]<http://mc/[email protected]>
> *Date: *Wed, 9 Nov 2011 22:43:45 +0700
> *To: *<[email protected] <http://mc/[email protected]>>
> *ReplyTo: * [email protected]<http://mc/[email protected]>
> *Subject: *Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
> Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih.
> Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :)
>
> Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH,
> menurut saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita
> ingin investasi di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun
> atau lebih ketika trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun
> karena sahamnya merugi, malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut loss.
> Nanti setelah BEP atau dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya, investasi
> untuk BEP. Atau istilah yg sering saya gunakan di pelatihan adalah trading
> untuk cari BEP, bukan trading untuk cari cuan/profit :)
>
> Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan,
> bahkan sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau setiap
> bulannya. Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per
> tahunnya.
>
> Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di
> saham untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan.
> Selama tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus,
> industrinya masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG.
> Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar.
>
> Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2
> untuuk pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya
> berani pegang lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah
> tahu perusahaannya ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan untung,
> malah ngga siap pegang lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus.
> Tinggal di switch saja sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara memanipulasi
> diri sendiri yaitu, ketika pegang saham bagus untuk investasi, lalu
> harganya naik, tinggal bilang saja ke diri sendiri, masih rugi, karena
> harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat ini harga sahamnya di 7000 yg
> dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara demikian, maka bisa mencegah
> untuk menjual saham tersebut.
>
> Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat.
> Jadi, anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau deposito,
> bank yang bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau investasi
> di saham, direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita
> menghasilkan keuntungan yg tidak dibatasi :)
>
> Semoga bermanfaat.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/11/9 Hendrik Limbono 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
>
>
>
> Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang
> menggunakan adalah orang yang sama,
>  dengan psikologis yang sama,
> dana yang sama,
> mengetahui informasi yang sama,
> serta timeframe yang sama...
>
> =======================================
> bei5000.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke