Hari ini ada berita yang menurut saya SANGAT menggemparkan, dimana BI mengambil
suatu pilihan menurunkan BI Rate 50 basis Point atau 0,5% dari 6,5% menjadi 6%.
Penurunan BI rate berarti BI ke depannya berencana Melakukan PELONGGARAN
LIKUIDITAS, dimana BI akan mengucurkan likuditas terus menerus, hingga suku
bunga menjadi 6%.
Dampaknya :
1. Yang paling kerasa dampak penurunan BI rate adalah industri perbankan,
dimana dalam keadaan normal bank – bank akan mengalami peningkatan profit yang
signifikan. Perlu diketahui bahwa bisnis bank adalah menerima dana dari
masyarakat dan memberi bunga kepada masyarakat serta menyalurkan kredit kepad
pihak2 yang membutuhkan serta membebankan suku bunga tertentu kepada si
peminjam.
Biasanya kalau BI Rate turun, yang pertama kali turun adalah suku bunga
tabungan, sementara suku bunga pinjaman turunnya agak susah. Maklum, kesempatan
bisa dapat cuan lebih banyak.
Saat ini kredit yang disalurkan Bank mencapau 2000 Trilliun rupiah, dengan
perbedan 0,5% saja (dengan asumsi bunga tabungan dan deposito turun 0,5%
sementara bunga kredit tetap), maka ada potensi profit tambahan yang bisa
didapatkan oleh bank adalah 0,5%x2000 T = 10 Trilliun rupiah.
Dampak berantainya adalah, kredit macet perbankan juga turun, karena ditopang
oleh laba yang meningkat dari selisi bunga tabungan dan bunga kredit.
2. Pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat, sebab beban pinjaman makin ringan
(kalau pada akhirnya bank – bank menurunkan suku bunga sesuai suku bunga acuan
BI). Sehingga perusahaan akan makin berani untuk meminjam uang kepada bank
sebab biaya pinjaman akan makin murah (bunga makin rendah), yang pada akhirnya
Earning atau laba perusahaan di BEI juga meningkat. Yang awalnya laba 1T dan
beban pinjaman 100 Miliar, bisa jadi laba menjadi 1,05 T dan beban pinjaman
turun jadi 50 miliar (contoh saja).
3. Konsumsi masyarakat juga akan meningkat, sebab suku bunga makin murah,
masyarakat akan makin berani berhutang untuk beli kendaraan, sekali lagi karena
bungnya jadi ringan, dan juga makin berani ambil KPR di bank, yang ujungnya,
harga tanah bisa naik. sehingga potensi gagal bayar di bank makin rendah.
4. Masyarakat akan keluarin duit dari bank karena merasa bunganya sangat kecil,
dan beralih ke hal lain, misal konsumsi lebih banyak, karena merasa uangnya
percuma ditabung, atau beli tanah/properti buat invest atau juga bisa jadi beli
obligasi pemerintah yang bunganya lbih tinggi atau beli saham, sehingga harga
saham di BEI naik.
5. Perusahaan pun akan bisa menerbitkan obligasi dengan bunga lebih rendah.
yang awalnya dulu bunga obligasinya 7% bisa turun jadi 0,5% yang ujungnya2
seperti di atas, meningkatkan earning atau laba perusahaan. apalagi perusahaan
yang erat hubungannya dengan keuangan.
=======================================
bei5000.com