harus berimbang, jangan hanya lihat mereka bisa hidup enak dan makmur, harus 
hargai juga kerja keras leluhur mereka...
masyarakat indonesia cenderung tingkat pendidikan rendah, dahulu anggap remeh 
pendidikan, dan cenderung PUAS : Asal ada makanan, cukup 
cenderung hanya ingin berada dalam kenyamanan serta bermental KORUPSI

di China, Amrik, korupsi sangat di haramkan, bahkan di china hukuman bisa 
sampai hukuman mati.
selain itu, lihat jenis industri nya, US mengandalkan industri yang bener2 
pakai OTAK....
software, film, semua pakai otak , alias industri dengan tingkat intelektual 
tinggi
di Indonesia memang kita kerja keras dalam hal FISIK, tapi  OTAK kurang terpakai
bukan maksud menghina, tapi ini kenyataan, industri kreatif di indonesia,
HANYA BARU AKHIR2 INI berkembang...


dan gak gampang lho peras otak itu, terkadang kerja fisik itu bisa lebih mudah 
daripada pake otak
makanya bandingkan indonesia dengan thailand, luas wilayah kita JAUH LEBIH 
BESAR daripada thailand,
tapi prosukdi beras bisa kalah, wilayah indonesia jahu lebih subur tapi 
produksi lagi2 kalah sam athailand,
mereka pake teknologi alaias pake otak,kita masih cara tradisional..kerja keras 
dengan fisik
mereka udah gak kerja kers fisik lagi, tapi kerja kerasnya di otak

sama malay juga, wilayah indo jauh lbeih besar, tapi petronas kalahin indo.
produksi sawit juga, malay leih produktif, walau ahirnya kalah juga sama indo 
di sawit...
jangan katakan masyarakat US dan Eropa hidup enak, mereka hidup gak enak2 
banget, 
malah lebih enak hidup di Indonesia, gak kerja, tinggal ke laut, bisa makan,
mungkin gara2 ini kita gak maju2...

cuaca juga mendukung, gak ada musim salju nya...
bener2 enak hidup di indonesia....makmur....

=======================================
bei5000.com


________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 17, 2011 10:23 PM
Subject: Re: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan 
gelontoran stimulus/QE


  
Rakyat amerika,eropa,jepang sebagai negara kapitalis sudah menikmati enaknya 
hidup dlm kemakmuran,saatnya china,india,indonesia jika bersatu akan menjadi 
kekuatan baru,krisis eropa akan terus berlanjut termasuk amerika krn hutang 
menumpuk,harapan saat ini hanya pada china,tetapi china tdk mau terseret dlm 
carut marutnya finansial amerika,eropa,soal indonesia ke depan byk peluang 
menarik bagi investor,tinggal bagaimna pemimpin negara menyikapi peluang ini 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Tong Nyang Kong <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 17 Nov 2011 23:02:55 +0800 (SGT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran 
stimulus/QE
  
Saya tidak percaya krisis Eropa akan selesai sampai akhir tahun depan, terlalu 
banyak kepentingan pribadi (negara masing-masing anggota) ketimbang kepentingan 
bersama. Sewaktu krisis moneter pada 1997 melanda Asia, masyarakat Asia yang 
terkena krisis harus rela dipotong gaji sampai 70% dan perusahaan dengan sakit 
juga berkorban tetap mempekerjakan para pegawai demi membantu para pegawai 
(tentunya dengan pemotongan gaji) sedang rakyat eropa cendrung sudah terlena 
hidup mewah selama ini. Mereka tidak mau hidup susah disaat susah, masa negara 
RRC yang masih miskin dipaksa untuk memberi bantuan pada blok ekonomi kaya ? 
Orang RRC, India, Indonesia masih mau menjadi pembantu rumah tangga, apakah 
rata-rata orang Eropa juga mau menjadi pembantu rumah tangga dengan gaji yang 
sangat terbatas juga ? Rasanya mustahil eropa akan bisa menyelesaikan krisis 
mereka sampai dengan perpecahan di zona euro itu terjadi, sampai gejolak itu 
benar-benar memaksa mereka tidak bisa
 menolak hidup susah.

Itu pendapat saya pribadi tentang krisis eropa, tidak lebih.


 
Salam,


ttd.


Tong Nyang Kong


________________________________
Dari: positif01 <[email protected]>
Kepada: 
Dikirim: Kamis, 17 November 2011 15:45
Judul: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran 
stimulus/QE


  
Dari Eropa meskipun bukan EU: sementara di AS, sedang dihangatkan kembali 
wacana tersebut

Bank of England Governor Mervyn King’s alarm over the danger posed by Europe’s 
debt crisis suggests officials may be ready to add more stimulus as soon as 
next month to shield Britain from further turmoil.



The current round of bond purchases through so-called quantitative easing is 
due to end in early February. Jamie Dannhauser, an economist at Lombard Street 
Research in London said a move before then is possible. Michael Saunders, chief 
European economist at Citigroup Inc. in London, also said the central bank may 
not wait to increase the target.

It “may be announced at the December or January meetings - - especially if data 
are weak and financial markets remain strained,” Saunders said.

http://www.bloomberg.com/news/2011-11-17/king-s-alarm-stokes-boe-stimulus-suspense-as-europe-s-debt-turmoil-rages.html

'+'-- 
Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo



 

Kirim email ke