Bang Irwan memang selalu melihat dari sisi positif.. Senang dengarnya.. Walaupun ga semuanya yg positif itu terjadi tetapi memang senang kalau bisa melihat/ menanggapi segala sesuatu dengan positif. Ngapain stress diawal, kalau memang harus terjadi, ya terjadilah.. stressnya nanti bukan sekarang.. Sama halnya kalau menjelang liburan.. Puncak senangnya pada saat mau memasuki hari liburnya (memikirkan yang indah2 di hari libur) dan pada saat liburan malah mikirin besok atau lusa sudah mau kerja lagi.. Hal2 begini yang susah di hilangkan termasuk saya.. Hehe
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, November 18, 2011 10:06 AM Subject: Re: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran stimulus/QE Krisis di Eropa memang berat dan akan butuh waktu yang lebih lama ketimbang waktu krisis 2008 di AS. Hal ini karena di Uni Eropa terdiri dari berbagai negara sehingga menjadi jauh lebih sulit dalam pengambilan keputusan terkait bantuan. Masing2 pemimpin negara harus berhadapan dengan rakyatnya bila kasih bantuan ke negara lain dalam jumlah besar karena mereka sepertinya tidak merasa satu nasib satu penanggungan. Berbeda dengan AS waktu krisis 2008. Keputusan lebih cepat diambil karena mereka satu negara, senasib sepenanggungan. Apakah krisis Eropa akan berdampak ke Indonesia? Saya perkirakan akan ada, tapi sifatnya tidak besar. Akan cenderung tertutupi dengan laju pertumbuhan Indonesia yang lagi mantap ini. Kasus ini seperti terjadi dalam kasus 1997 lalu ketika Asia krisis, Rusia krisis, ekonomi AS tidak terganggu dan terus melaju akibat booming internet dan teknologi pada tahun2 tersebut. Demikian juga dengan Indonesia saya perkirakan. Booming ekonomi Indonesia ini akan masih berlanjut beberapa tahun ke depan karena memang saat ini Indonesia sedang menjadi darlingnya investasi mengingat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi rendah, rasio hutang terhadap GDP juga rendah, suku bunga terkendali, mata uang stabil, politik stabil, jumlah penduduk cukup banyak, cadangan devisa mantap. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my BlackBerry® From: "Agus Surya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 18 Nov 2011 01:45:30 +0000 To: saham milis<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran stimulus/QE Berarti selama org2 eropa disana gak merubah pola hidup dan cara berpikir, selamanya pula mereka akan berkubang dalam krisis ya pak? Saya setuju dgn pola pikir bpk, hanya saja bila krisis terus berlarut2 bgmn pun juga negara kita juga terkena dampaknya. Tadi nonton di tv, katanya dampak krisis akan terasa di tahun 2012. Satu pertanyaan pak Tong.. Seandainya benar thn dpn Indonesia mendapatkan grade sbg negara investasi, bgmn kira2 perkembangan bursa kita? Dgn memperhatikan kondisi krisis yg saat ini blm membaik. Terima kasih. Salam From: Tong Nyang Kong <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 17 Nov 2011 23:02:55 +0800 (SGT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran stimulus/QE Saya tidak percaya krisis Eropa akan selesai sampai akhir tahun depan, terlalu banyak kepentingan pribadi (negara masing-masing anggota) ketimbang kepentingan bersama. Sewaktu krisis moneter pada 1997 melanda Asia, masyarakat Asia yang terkena krisis harus rela dipotong gaji sampai 70% dan perusahaan dengan sakit juga berkorban tetap mempekerjakan para pegawai demi membantu para pegawai (tentunya dengan pemotongan gaji) sedang rakyat eropa cendrung sudah terlena hidup mewah selama ini. Mereka tidak mau hidup susah disaat susah, masa negara RRC yang masih miskin dipaksa untuk memberi bantuan pada blok ekonomi kaya ? Orang RRC, India, Indonesia masih mau menjadi pembantu rumah tangga, apakah rata-rata orang Eropa juga mau menjadi pembantu rumah tangga dengan gaji yang sangat terbatas juga ? Rasanya mustahil eropa akan bisa menyelesaikan krisis mereka sampai dengan perpecahan di zona euro itu terjadi, sampai gejolak itu benar-benar memaksa mereka tidak bisa menolak hidup susah. Itu pendapat saya pribadi tentang krisis eropa, tidak lebih. Salam, ttd. Tong Nyang Kong Dari: positif01 <[email protected]> Kepada: Dikirim: Kamis, 17 November 2011 15:45 Judul: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran stimulus/QE Dari Eropa meskipun bukan EU: sementara di AS, sedang dihangatkan kembali wacana tersebut Bank of England Governor Mervyn King’s alarm over the danger posed by Europe’s debt crisis suggests officials may be ready to add more stimulus as soon as next month to shield Britain from further turmoil. The current round of bond purchases through so-called quantitative easing is due to end in early February. Jamie Dannhauser, an economist at Lombard Street Research in London said a move before then is possible. Michael Saunders, chief European economist at Citigroup Inc. in London, also said the central bank may not wait to increase the target. It “may be announced at the December or January meetings - - especially if data are weak and financial markets remain strained,” Saunders said. http://www.bloomberg.com/news/2011-11-17/king-s-alarm-stokes-boe-stimulus-suspense-as-europe-s-debt-turmoil-rages.html '+'-- Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
