Saya kalau sudah urusan dengan duit/investasi, ngga berani pakai cara berpikir 
positif. Saya pakainya pendekatan rasionalitas saja.

Tapi perlu diingat juga sih, rasionalitas saya dengan rasionalitas orang lain 
khan belum tentu sama. :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


Sent from my BlackBerry®


-----Original Message-----
From: michael simbolon <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 17 Nov 2011 18:16:46 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan 
gelontoran stimulus/QE

Bang Irwan memang selalu melihat dari sisi positif.. Senang dengarnya..
Walaupun ga semuanya yg positif itu terjadi tetapi memang senang kalau bisa 
melihat/ menanggapi segala sesuatu dengan positif.
Ngapain stress diawal, kalau memang harus terjadi, ya terjadilah.. stressnya 
nanti bukan sekarang..
 
Sama halnya kalau menjelang liburan.. Puncak senangnya pada saat mau memasuki 
hari liburnya (memikirkan yang indah2 di hari libur) 
dan pada saat liburan malah mikirin besok atau lusa sudah mau kerja lagi.. Hal2 
begini yang susah di hilangkan termasuk saya.. Hehe 

From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, November 18, 2011 10:06 AM
Subject: Re: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan 
gelontoran stimulus/QE


  

Krisis di Eropa memang berat dan akan butuh waktu yang lebih lama ketimbang 
waktu krisis 2008 di AS.

Hal ini karena di Uni Eropa terdiri dari berbagai negara sehingga menjadi jauh 
lebih sulit dalam pengambilan keputusan terkait bantuan. Masing2 pemimpin 
negara harus berhadapan dengan rakyatnya bila kasih bantuan ke negara lain 
dalam jumlah besar karena mereka sepertinya tidak merasa satu nasib satu 
penanggungan.

Berbeda dengan AS waktu krisis 2008. Keputusan lebih cepat diambil karena 
mereka satu negara, senasib sepenanggungan.

Apakah krisis Eropa akan berdampak ke Indonesia? 

Saya perkirakan akan ada, tapi sifatnya tidak besar. Akan cenderung tertutupi 
dengan laju pertumbuhan Indonesia yang lagi mantap ini.

Kasus ini seperti terjadi dalam kasus 1997 lalu ketika Asia krisis, Rusia 
krisis, ekonomi AS tidak terganggu dan terus melaju akibat booming internet dan 
teknologi pada tahun2 tersebut.

Demikian juga dengan Indonesia saya perkirakan. Booming ekonomi Indonesia ini 
akan masih berlanjut beberapa tahun ke depan karena memang saat ini Indonesia 
sedang menjadi darlingnya investasi mengingat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, 
inflasi rendah, rasio hutang terhadap GDP juga rendah, suku bunga terkendali, 
mata uang stabil, politik stabil, jumlah penduduk cukup banyak, cadangan devisa 
mantap.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Sent from my BlackBerry®

From: "Agus Surya" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Fri, 18 Nov 2011 01:45:30 +0000
To: saham milis<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan 
gelontoran stimulus/QE
Berarti selama org2 eropa disana gak merubah pola hidup dan cara berpikir, 
selamanya pula mereka akan berkubang dalam krisis ya pak?

Saya setuju dgn pola pikir bpk, hanya saja bila krisis terus berlarut2 bgmn pun 
juga negara kita juga terkena dampaknya. Tadi nonton di tv, katanya dampak 
krisis akan terasa di tahun 2012.

Satu pertanyaan pak Tong.. Seandainya benar thn dpn Indonesia mendapatkan grade 
sbg negara investasi, bgmn kira2 perkembangan bursa kita? Dgn memperhatikan 
kondisi krisis yg saat ini blm membaik. Terima kasih.


Salam
From: Tong Nyang Kong <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 17 Nov 2011 23:02:55 +0800 (SGT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran 
stimulus/QE
  
Saya tidak percaya krisis Eropa akan selesai sampai akhir tahun depan, terlalu 
banyak kepentingan pribadi (negara masing-masing anggota) ketimbang kepentingan 
bersama. Sewaktu krisis moneter pada 1997 melanda Asia, masyarakat Asia yang 
terkena krisis harus rela dipotong gaji sampai 70% dan perusahaan dengan sakit 
juga berkorban tetap mempekerjakan para pegawai demi membantu para pegawai 
(tentunya dengan pemotongan gaji) sedang rakyat eropa cendrung sudah terlena 
hidup mewah selama ini. Mereka tidak mau hidup susah disaat susah, masa negara 
RRC yang masih miskin dipaksa untuk memberi bantuan pada blok ekonomi kaya ? 
Orang RRC, India, Indonesia masih mau menjadi pembantu rumah tangga, apakah 
rata-rata orang Eropa juga mau menjadi pembantu rumah tangga dengan gaji yang 
sangat terbatas juga ? Rasanya mustahil eropa akan bisa menyelesaikan krisis 
mereka sampai dengan perpecahan di zona euro itu terjadi, sampai gejolak itu 
benar-benar memaksa mereka tidak bisa
 menolak hidup susah.

Itu pendapat saya pribadi tentang krisis eropa, tidak lebih.



Salam,


ttd.


Tong Nyang Kong

Dari: positif01 <[email protected]>
Kepada: 
Dikirim: Kamis, 17 November 2011 15:45
Judul: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran 
stimulus/QE


  
Dari Eropa meskipun bukan EU: sementara di AS, sedang dihangatkan kembali 
wacana tersebut

Bank of England Governor Mervyn King’s alarm over the danger posed by Europe’s 
debt crisis suggests officials may be ready to add more stimulus as soon as 
next month to shield Britain from further turmoil.



The current round of bond purchases through so-called quantitative easing is 
due to end in early February. Jamie Dannhauser, an economist at Lombard Street 
Research in London said a move before then is possible. Michael Saunders, chief 
European economist at Citigroup Inc. in London, also said the central bank may 
not wait to increase the target.

It “may be announced at the December or January meetings - - especially if data 
are weak and financial markets remain strained,” Saunders said.

http://www.bloomberg.com/news/2011-11-17/king-s-alarm-stokes-boe-stimulus-suspense-as-europe-s-debt-turmoil-rages.html

'+'-- 
Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo




Kirim email ke