jangka pendek Sell On News Pak

Ada faktor teknis dan non teknis yang ikut mempengaruhi pasar.

Kalau soal non teknis saya tidak bisa menyebutkannya,

sedang faktor teknis saya kira seandainya pun investment grade diberikan, lalu 
menjadi pertanyaan Apakah para buyer sebegitu bodoh mau membeli produk yang 
relatif tinggi ?

Mungkin jangka panjangnya dgn investment grade akan memberi benefit lebih baik 
spt terjadi pada surat utang negara yang pd awalnya tidak berdampak langsung 
tapi secara perlahan harga kupon surat utang kan relatif rendah dibanding 
beberapa tahun lalu. Kalau tidak salah kupon surat utang negara kan beberapa 
waktu terakhir terus menurun bahkan kemarin di level 4,25%, terendah dalam 
sejarah negara ini. 

Seperti Kata Pak IAN, pada 1997 lalu Asia krisis tetapi AS tetap tumbuh, 
mungkin hal tersebut juga terjadi di Indonesia. Saya kira hampir semua Bank di 
negara ini (selain transaksi bisnis langsung ataupun tidak) tidak memiliki 
portofolio surat utang negara eropa. Saya tidak memiliki datanya tapi saya kira 
krisis Eropa akan berdampak lebih besar pada negara kawasan Timur Tengah, 
karena sejak kebijakan AS pada 2003 saya kira banyak negara Timur Tengah 
cendrung memilih Eropa ketimbang AS. Contoh nyata adalah portofolio Khadafy 
yang diungkap beberapa waktu lalu, lebih banyak portofolio mereka di Eropa 
ketimbang AS walaupun semuanya mungkin sudah mengalami penurunan nilai.




--- In [email protected], "Agus Surya" <agu5trader@...> wrote:
>
> Berarti selama org2 eropa disana gak merubah pola hidup dan cara berpikir, 
> selamanya pula mereka akan berkubang dalam krisis ya pak?
> 
> Saya setuju dgn pola pikir bpk, hanya saja bila krisis terus berlarut2 bgmn 
> pun juga negara kita juga terkena dampaknya. Tadi nonton di tv, katanya 
> dampak krisis akan terasa di tahun 2012.
> 
> Satu pertanyaan pak Tong.. Seandainya benar thn dpn Indonesia mendapatkan 
> grade sbg negara investasi, bgmn kira2 perkembangan bursa kita? Dgn 
> memperhatikan kondisi krisis yg saat ini blm membaik. Terima kasih.
> 
> 
> Salam
> 
> -----Original Message-----
> From: Tong Nyang Kong <tongnyangkong@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 17 Nov 2011 23:02:55 
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Bls: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran 
> stimulus/QE
> 
> Saya tidak percaya krisis Eropa akan selesai sampai akhir tahun depan, 
> terlalu banyak kepentingan pribadi (negara masing-masing anggota) ketimbang 
> kepentingan bersama. Sewaktu krisis moneter pada 1997 melanda Asia, 
> masyarakat Asia yang terkena krisis harus rela dipotong gaji sampai 70% dan 
> perusahaan dengan sakit juga berkorban tetap mempekerjakan para pegawai demi 
> membantu para pegawai (tentunya dengan pemotongan gaji) sedang rakyat eropa 
> cendrung sudah terlena hidup mewah selama ini. Mereka tidak mau hidup susah 
> disaat susah, masa negara RRC yang masih miskin dipaksa untuk memberi bantuan 
> pada blok ekonomi kaya ? Orang RRC, India, Indonesia masih mau menjadi 
> pembantu rumah tangga, apakah rata-rata orang Eropa juga mau menjadi pembantu 
> rumah tangga dengan gaji yang sangat terbatas juga ? Rasanya mustahil eropa 
> akan bisa menyelesaikan krisis mereka sampai dengan perpecahan di zona euro 
> itu terjadi, sampai gejolak itu benar-benar memaksa mereka tidak bisa
>  menolak hidup susah.
> 
> Itu pendapat saya pribadi tentang krisis eropa, tidak lebih.
> 
> 
>  
> Salam,
> 
> 
> ttd.
> 
> 
> Tong Nyang Kong
> 
> 
> ________________________________
> Dari: positif01 <positif01@...>
> Kepada: 
> Dikirim: Kamis, 17 November 2011 15:45
> Judul: [saham] Bank of England: Siap kejutkan pasar dengan gelontoran 
> stimulus/QE
> 
> 
>   
> Dari Eropa meskipun bukan EU: sementara di AS, sedang dihangatkan kembali 
> wacana tersebut
> 
> Bank of England Governor Mervyn King’s alarm over the danger posed by 
> Europe’s debt crisis suggests officials may be ready to add more stimulus 
> as soon as next month to shield Britain from further turmoil.
> 
> 
> 
> The current round of bond purchases through so-called quantitative easing is 
> due to end in early February. Jamie Dannhauser, an economist at Lombard 
> Street Research in London said a move before then is possible. Michael 
> Saunders, chief European economist at Citigroup Inc. in London, also said the 
> central bank may not wait to increase the target.
> 
> It “may be announced at the December or January meetings - - especially if 
> data are weak and financial markets remain strained,” Saunders said.
> 
> http://www.bloomberg.com/news/2011-11-17/king-s-alarm-stokes-boe-stimulus-suspense-as-europe-s-debt-turmoil-rages.html
> 
> '+'-- 
> Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke