Ini begini ya... Kalo makan ayam campur seafood kan protes BEI bisa masuk. Biar 
di-suspend ada saham apalagi pasar nego walau harga bolak balik membuat orang 
jadi ga semangat justru sebaliknya. Tapi BEI tetap BEI biar satu saham naik 
atau turun suspend jalan ditempat sampai bosan. Itu yang menjadi pemikiran, dan 
rame bincang sana bincang sini di milis jadi kapan belajar saham.

Satu lagi, untuk kaya secara teori kan sebenarnya "mudah" dan ga usahlah 
panggil pemilik resto seafood, ga ada hubungannya.  Mau suruh jual seafood atau 
ayam tetap perlakuan suspend sah adanya.  Apa bisa nego saham di resto? Kan 
jadi kacau, malah bingung.  Walau pemilik resto angguk-angguk dia pasti ga 
paham, yang jelas untung katanya, situ mau beli dagangannya.  Asal bisa jual di 
atas harga beli, sudah cukup, buy hi sell higher, alias nothing to lose.

Jadi bisa saja analogi ayam-seafod setara dengan BEI-suspend supaya mudah 
dipahami.  Jangan dibolak-balik: BEI-ayam terus seafood-suspend apakah akan 
mengubah satu saham yang katanya bagus jadi anjlok waktu dinego, kan engga!  
Jadi maksudnya apa? Malah jadi tambah tidak percaya.  Itu sebabnya berasa rugi 
banget dari 100 jadi 30. Untuk bisa capai harga balik perlu return 300% lebih, 
berapa lama? Yakin bisa?  Jadi kasihan dengan pemilik seafood, orang dagang 
jangan diganggu.  Lagian apa hubungannya coba?

Sementara gitu aja kok repot.


"To achieve superior performance, you have to be different from the majority."

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 22:28:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi

Pak Sinto, kalau anda yakin saham GTBO akan naik ke 600 karena faktor
fundamentalnya, saya rasa Pak Sinto tidak perlu khawatir. Tapi, karena saya
lihat Pak Sinto khawatir, justru menjadi tanda tanya bagi saya, kenapa
bapak sampai khawatir?
Kalau Pak Sinto mulai khawatir harganya tidak sampai ke 600 karena
regional/global turun, khan bisa jualan di pasar negosiasi. Kalau di pasar
negosiasi yg mau beli ternyata harganya di bawah harga penutupan terakhir
dengan jumlah lot yg juga kecil, justru bagi saya jadi tanda tanya, itu
saham beneran bagus atau saham yg cuma dibagus2in saja harganya? Khan jadi
ngga make sense toh, saham bagus dan sempat ramai peminat di pasar reguler
koq tiba2 jadi sepi di pasar negosiasi? :)

Jadi menurut saya, anda saat ini sebagai trader/investor berada salam
posisi yg harus ambil keputusan untuk menyikapi aturan yg memang sudah ada
dan berlaku sebelum anda ambil posisi buy di GTBO, apakah hari senin anda
mau hold terus atau  mau realisasikan profit anda di GTBO walau di harga yg
masih di bawah harapan anda. Itu saja saya rasa pilihannya yg ada sejauh
ini. Kita emosi, ngga ada gunanya Pak. Yang ada malahan anda bisa jadi
kurang konsentrasi tradingnya nanti. Padahal khan bisa saja anda dapat cuan
di saham2 lainnya.

Jadi, sekedar saran dari saya, jangan habiskan energi kita untuk hal2 yg
malah bisa merusak konsentrasi trading kita. Ibarat kata, kita masuk ke
restoran seafood, lalu kita ngomel2 karena di menu makanan yg diberikan ke
kita ngga ada masakan dari daging ayam. Lalu kita minta dipanggilkan
pemilik atau pemimpin restorannya, dan menjelaskan ke mereka bahwa mereka
seharusnya sediakan masakan daging ayam. Khan ngga semua pengunjung akan
selalu makan seafood, jadi mereka harus menyediakan daging ayam. Kira2
analogi kasarnya seperti itu. Walau saya tidak dalam konteks melarang kita
memberi masukan ke otoritas bursa ya, karena masukan2 yg positif yg
disampaikan dengan sopan santun, niscaya akan mendapatkan peritmbangan
walau tidak selalu usulan kita akan dipenuhi ya, karena mereka saya yakini
lebih paham apa yg diperlukan saat ini oleh pasar modal kita dengan
mempertimbangkan kepentingan umum yg lebih luas, bukan kepentingan orang
per orang.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/25 Sinto Sugiyo <[email protected]>

>
>
> Iya sih Pak..cuman kan saya beli sahamnya kebetulan GBTO..dengan perkiraan
> bisa ke 600 an klo di pasar reguler tdk tersuspend seperti ini kan ga jelas
> kpn dibukanya..harga pasar selalu mendahului ekspektasi..klo bicara real
> atau ga itu nti bias kemana2 kyk saham kebanyakan Right issiu terus turun
> kenapa Pak? Apakah itu real ditebus disetor uangnya ama pemegang saham
> mayoritas? siapa yg pernah mengecek? Cuman dikasih di setoran Lap keu nya
> aja ...dpt sahamnya makanya habis RI byk yg rusak harganya krn kebanyakan
> mayoritasnya dapat saham kosongan..itu pemikiran saya lho..biar kita semua
> hati2 dalam membeli saham RI..kembali lagi biar kita ga dirugikan krn kita
> beli saham pake analisis dll atau ngawur sekali[pun pengennya untung (
> harapannya untung) dan perkiraanorg beda2..thx
>
>
>
> --- Pada *Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> * menulis:
>
>
> Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:58 PM
>
>
>
>
> Lho, bukannya Pak Sinto sebelumnya ada mengatakan GTBO itu naik karena
> fundamentalnya yg bagus? Logikanya khan kalau memang demikian, akan banyak
> pembeli di pasar nego, dan bahkan harga di pasar nego lebih tinggi dari
> pasar reguler terakhir di suspend. Nah, kenapa koq sepi di pasar nego?
> Kenapa pula harga di pasar nego lebih rendah dari penutupan di pasar
> reguler? Yakin, perusahaannya beneran bagus? :)
>
> Jadi, dari kasus ini kita bisa lebih jelas melihat kira2 mana saham yg
> naiknya cenderung real, dan mana yg cenderung mark up saja.
>
> Kalau bapak merasa sudah tidak nyaman pegang saham GTBO, jual saja hari
> senin di pasar nego. Toh, kalau belinya di harga rendah, masih cuan lumayan
> toh. Hari ini terjadi transaksi di pasar nego di harga 460.
>
> Ikuti saja aturan main yg sudah ada Pak. Mengusulkan untuk dilakukan
> perubahan sih menurut saya oke2 saja. Tapi ketika kita marah2 sendiri akan
> peraturan yg sudah ada dari sebelum2nya (peraturan UMA), menurut saya jadi
> kurang tepat. Toh di BEI masih ada ratusan saham lainnya. Masa kegiatan
> trading kita hanya digantungkan di satu saham saja seperti GTBO. Khan tidak
> toh :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/11/25 Sinto Sugiyo 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
>
>
>
> iya Pak saya sudah tau...msalahnya klo saham disuspend,..siapa yg berani
> beli di pasar nego dengan byk transaksi seperti biasa? Krn org takut kyk
> ckra smmt ga jelsa kpn dibukanya lagi..seharusnya harga diserahkan pada
> pasar reguler..biarlah pasar yg menentukan jgn main suspend lama2 ga tau
> kpn dibukanya..
>
> --- Pada *Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >* menulis:
>
>
> Dari: Irwan Ariston Napitupulu 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
> Judul: [saham] Pasar Negosiasi
> Kepada: [email protected] <http://mc/[email protected]>
> Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:26 PM
>
>
>
>
> Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya,
> di BEI itu mengenal tiga pasar:
>
> 1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli.
> Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3.
> 2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia
> dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus
> tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0. Biasanya yg
> melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat,
> atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg
> dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai.
> 3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0
> s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya
> pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan
> harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120.
> Pasar negosiasi ini bisa dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan
> jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk
> transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa,
> tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa.
>
> Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari
> informasinya lebih jauh.
>
> Semoga bermanfaat.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke