Oya Pak..ngomong2 kapan mau ngadain seminar di Semarang? Saya mau ikut..denger2 
di valbury Semarang ya seminar Bapak nantinya...thx

--- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
menulis:

Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 10:28 PM








 



  


    
      
      
      Pak Sinto, kalau anda yakin saham GTBO akan naik ke 600 karena faktor 
fundamentalnya, saya rasa Pak Sinto tidak perlu khawatir. Tapi, karena saya 
lihat Pak Sinto khawatir, justru menjadi tanda tanya bagi saya, kenapa bapak 
sampai khawatir?

Kalau Pak Sinto mulai khawatir harganya tidak sampai ke 600 karena 
regional/global turun, khan bisa jualan di pasar negosiasi. Kalau di pasar 
negosiasi yg mau beli ternyata harganya di bawah harga penutupan terakhir 
dengan jumlah lot yg juga kecil, justru bagi saya jadi tanda tanya, itu saham 
beneran bagus atau saham yg cuma dibagus2in saja harganya? Khan jadi ngga make 
sense toh, saham bagus dan sempat ramai peminat di pasar reguler koq tiba2 jadi 
sepi di pasar negosiasi? :)


Jadi menurut saya, anda saat ini sebagai trader/investor berada salam posisi yg 
harus ambil keputusan untuk menyikapi aturan yg memang sudah ada dan berlaku 
sebelum anda ambil posisi buy di GTBO, apakah hari senin anda mau hold terus 
atau  mau realisasikan profit anda di GTBO walau di harga yg masih di bawah 
harapan anda. Itu saja saya rasa pilihannya yg ada sejauh ini. Kita emosi, ngga 
ada gunanya Pak. Yang ada malahan anda bisa jadi kurang konsentrasi tradingnya 
nanti. Padahal khan bisa saja anda dapat cuan di saham2 lainnya. 


Jadi, sekedar saran dari saya, jangan habiskan energi kita untuk hal2 yg malah 
bisa merusak konsentrasi trading kita. Ibarat kata, kita masuk ke restoran 
seafood, lalu kita ngomel2 karena di menu makanan yg diberikan ke kita ngga ada 
masakan dari daging ayam. Lalu kita minta dipanggilkan pemilik atau pemimpin 
restorannya, dan menjelaskan ke mereka bahwa mereka seharusnya sediakan masakan 
daging ayam. Khan ngga semua pengunjung akan selalu makan seafood, jadi mereka 
harus menyediakan daging ayam. Kira2 analogi kasarnya seperti itu. Walau saya 
tidak dalam konteks melarang kita memberi masukan ke otoritas bursa ya, karena 
masukan2 yg positif yg disampaikan dengan sopan santun, niscaya akan 
mendapatkan peritmbangan walau tidak selalu usulan kita akan dipenuhi ya, 
karena mereka saya yakini lebih paham apa yg diperlukan saat ini oleh pasar 
modal kita dengan mempertimbangkan kepentingan umum yg lebih luas, bukan 
kepentingan orang per orang.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/25 Sinto Sugiyo <[email protected]>








        

















Iya sih Pak..cuman kan saya beli sahamnya kebetulan GBTO..dengan perkiraan bisa 
ke 600 an klo di pasar reguler tdk tersuspend seperti ini kan ga jelas kpn 
dibukanya..harga pasar selalu mendahului ekspektasi..klo bicara real atau ga 
itu nti bias kemana2 kyk saham kebanyakan Right issiu terus turun kenapa Pak? 
Apakah itu real ditebus disetor uangnya ama pemegang saham mayoritas? siapa yg 
pernah mengecek? Cuman dikasih di setoran Lap keu nya aja ...dpt sahamnya 
makanya habis RI byk yg rusak harganya krn kebanyakan mayoritasnya dapat saham 
kosongan..itu pemikiran saya lho..biar kita semua hati2 dalam membeli saham 
RI..kembali lagi biar kita ga dirugikan krn kita beli saham pake analisis dll 
atau ngawur sekali[pun pengennya untung ( harapannya untung) dan perkiraanorg 
beda2..thx



--- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu
 <[email protected]> menulis:


Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi
Kepada: [email protected]

Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:58 PM








 



    
      
      
      Lho, bukannya Pak Sinto sebelumnya ada mengatakan GTBO itu naik karena 
fundamentalnya yg bagus? Logikanya khan kalau memang demikian, akan banyak 
pembeli di pasar nego, dan bahkan harga di pasar nego lebih tinggi dari pasar 
reguler terakhir di suspend. Nah, kenapa koq sepi di pasar nego? Kenapa pula 
harga di pasar nego lebih rendah dari penutupan di pasar reguler? Yakin, 
perusahaannya beneran bagus? :)



Jadi, dari kasus ini kita bisa lebih jelas melihat kira2 mana saham yg naiknya 
cenderung real, dan mana yg cenderung mark up saja.

Kalau bapak merasa sudah tidak nyaman pegang saham GTBO, jual saja hari senin 
di pasar nego. Toh, kalau belinya di harga rendah, masih cuan lumayan toh. Hari 
ini terjadi transaksi di pasar nego di harga 460.



Ikuti saja aturan main yg sudah ada Pak. Mengusulkan untuk dilakukan perubahan 
sih menurut saya oke2 saja. Tapi ketika kita marah2 sendiri akan peraturan yg 
sudah ada dari sebelum2nya (peraturan UMA), menurut saya jadi kurang tepat. Toh 
di BEI masih ada ratusan saham lainnya. Masa kegiatan trading kita hanya 
digantungkan di satu saham saja seperti GTBO. Khan tidak toh :)



jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/25 Sinto Sugiyo <[email protected]>









        

















iya Pak saya sudah tau...msalahnya klo saham disuspend,..siapa yg berani beli 
di pasar nego dengan byk transaksi seperti biasa? Krn org takut kyk ckra smmt 
ga jelsa kpn dibukanya lagi..seharusnya harga diserahkan pada pasar 
reguler..biarlah pasar yg menentukan jgn main suspend lama2 ga tau kpn 
dibukanya..



--- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
menulis:



Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: [saham] Pasar Negosiasi
Kepada: [email protected]


Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:26 PM








 



    
      
      
      Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya,

di BEI itu mengenal tiga pasar:



1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli.

Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3.

2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia

dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus

tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0.  Biasanya yg

melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat,

atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg

dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai.

3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0

s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya

pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan

harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120.

Pasar negosiasi ini bisa dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan

jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk

transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa,

tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa.



Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari

informasinya lebih jauh.



Semoga bermanfaat.



jabat erat,

Irwan Ariston Napitupulu



    
     















    
    














    
     















    
    














    
     

    
    






  



Kirim email ke