Saya ngga paham baca tulisan anda maksudnya apa. Analogi saya itu untuk coba 
gambarkan situasi berikut ini:

Kalau kita masuk ke restoran seafood, tentunya menu yg disajikan kebanyakan 
atau seluruhnya seafood. Akan jadi aneh kalau kita masuk, lalu lihat tidak ada 
ayam di menunya, lalu kita marah2 dan ngomel2. Khan pemilik restoran tidak 
salah krn sudah nulis kalau restonya itu seafood restoran. Nah, ketimbang 
marah2 ngga jelas krn ketidaktahuan kita, khan mending pakai bahasa sopan kasih 
masukan, atau kalau ngga khan kita tinggal cari restoran ayam.

Demikian juga dengan kasus suspensi krn UMA. Aturan UMA di BEI sudah ada. 
Pelajari saja dulu aturan UMA itu spt apa. Jangan hanya karena ketidaktahuan 
kita akan aturan UMA, lalu kita ngomel2 soal saham yg kita pegang di suspend 
akibat UMA. Justru kalau otoritas bursa tidak jalankan aturan UMA terhadap 
GTBO, mereka yg salah. Bahkan bisa dituntut kalau lalai menerapkan aturan UMA 
yg sdh ada, bila ada trader yg merugi krn beli belakangan dan tiba2 harganya 
turun. Nah, ketimbang ngomel2 ngga jelas krn ngga suka dgn aturan UMA, khan 
mending pindah resto eh pindah bursa saja untuk ekstrimnya. Tapi, spt saya 
sebutkan di posting terpisah, di AS pun ada berlaku UMA juga koq.

Normalnya atau sebaiknya, ketika orang mau terjun di saham, pahamilah aturan 
mainnya terlebih dahulu di bursa yg berlaku. Kalau kita ngga bisa cover semua 
aturan bursa yg ada, begitu ada kejadian seperti UMA, ya jangan ngomel2 ngga 
keruan krn ketidaktahuan kita akan peraturan tsb.

Kira2 sama seperti org yg masih baru di saham, lalu ngomel2 krn sahamnya lagi 
naik tiba jam 4 sore berhenti perdagangannya. Dia marah2 kenapa koq lagi 
naik2nya dan lagi ramai2nya bursa berhenti? Kita sebagai yg paham aturan bursa 
khan jadi ketawa saja atau kesal juga lihat org marah2 krn dia ngga apaham 
aturan. Betul khan? Saya sengaja pakai contoh ektrim dgn aturan bursa yg sama2 
kitansudah ketahui bersama supaya kita semua bisa bayangkan situasinya dgn 
lebih mudah.

Lalu, setelah dikasih tahu kalau aturan bursa itu seperti itu, tutup jam 4 sore 
ngga peduli sahamnya lagi naik atau tidaknya, dia masih ngomel2 dgn bilang 
harusnya bursa saham spt bursa forex yg buka hampir 24 jam (rupanya dia pemain 
yg sdh terbiasa dgn forex). Jadi, investor tdk dirugikan ketika sahamnya lagi 
naik2 nya tiba2 dihentikan jam 4 sore. BEI jangan malas dong, dia tambahkan 
lagi. Nah, kita yg paham bhw aturan itu dibuat utk memberikan kesempatan 
beristirahat bagi para broker dan juga lainnya, jadi gimana tuh lihat org 
ngomel2 soal aturan waktu buka kudu seperti forex hanya krn alasan satu sisi 
dia pnya saja dan tdk mempertimbangkan faktor2 lain. Usulan sih oke2 saja, tapi 
ngomel2 nya itu yg kurang pas khan? Apalagi ngomel2 utk memberlakukan aturan yg 
sdh berlaku selama ini. :)

Kira2 gitulah gambaran maksudnya.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Sent from my iPad

On Nov 26, 2011, at 6:37 AM, "tobeno" <[email protected]> wrote:

> 
> 
> 
> 
> Ini begini ya... Kalo makan ayam campur seafood kan protes BEI bisa masuk. 
> Biar di-suspend ada saham apalagi pasar nego walau harga bolak balik membuat 
> orang jadi ga semangat justru sebaliknya. Tapi BEI tetap BEI biar satu saham 
> naik atau turun suspend jalan ditempat sampai bosan. Itu yang menjadi 
> pemikiran, dan rame bincang sana bincang sini di milis jadi kapan belajar 
> saham.
> 
> Satu lagi, untuk kaya secara teori kan sebenarnya "mudah" dan ga usahlah 
> panggil pemilik resto seafood, ga ada hubungannya. Mau suruh jual seafood 
> atau ayam tetap perlakuan suspend sah adanya. Apa bisa nego saham di resto? 
> Kan jadi kacau, malah bingung. Walau pemilik resto angguk-angguk dia pasti ga 
> paham, yang jelas untung katanya, situ mau beli dagangannya. Asal bisa jual 
> di atas harga beli, sudah cukup, buy hi sell higher, alias nothing to lose.
> 
> Jadi bisa saja analogi ayam-seafod setara dengan BEI-suspend supaya mudah 
> dipahami. Jangan dibolak-balik: BEI-ayam terus seafood-suspend apakah akan 
> mengubah satu saham yang katanya bagus jadi anjlok waktu dinego, kan engga! 
> Jadi maksudnya apa? Malah jadi tambah tidak percaya. Itu sebabnya berasa rugi 
> banget dari 100 jadi 30. Untuk bisa capai harga balik perlu return 300% 
> lebih, berapa lama? Yakin bisa? Jadi kasihan dengan pemilik seafood, orang 
> dagang jangan diganggu. Lagian apa hubungannya coba?
> 
> Sementara gitu aja kok repot.
> 
> "To achieve superior performance, you have to be different from the majority."
> From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 25 Nov 2011 22:28:16 +0700
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi
> 
> Pak Sinto, kalau anda yakin saham GTBO akan naik ke 600 karena faktor 
> fundamentalnya, saya rasa Pak Sinto tidak perlu khawatir. Tapi, karena saya 
> lihat Pak Sinto khawatir, justru menjadi tanda tanya bagi saya, kenapa bapak 
> sampai khawatir?
> Kalau Pak Sinto mulai khawatir harganya tidak sampai ke 600 karena 
> regional/global turun, khan bisa jualan di pasar negosiasi. Kalau di pasar 
> negosiasi yg mau beli ternyata harganya di bawah harga penutupan terakhir 
> dengan jumlah lot yg juga kecil, justru bagi saya jadi tanda tanya, itu saham 
> beneran bagus atau saham yg cuma dibagus2in saja harganya? Khan jadi ngga 
> make sense toh, saham bagus dan sempat ramai peminat di pasar reguler koq 
> tiba2 jadi sepi di pasar negosiasi? :)
> 
> Jadi menurut saya, anda saat ini sebagai trader/investor berada salam posisi 
> yg harus ambil keputusan untuk menyikapi aturan yg memang sudah ada dan 
> berlaku sebelum anda ambil posisi buy di GTBO, apakah hari senin anda mau 
> hold terus atau  mau realisasikan profit anda di GTBO walau di harga yg masih 
> di bawah harapan anda. Itu saja saya rasa pilihannya yg ada sejauh ini. Kita 
> emosi, ngga ada gunanya Pak. Yang ada malahan anda bisa jadi kurang 
> konsentrasi tradingnya nanti. Padahal khan bisa saja anda dapat cuan di 
> saham2 lainnya. 
> 
> Jadi, sekedar saran dari saya, jangan habiskan energi kita untuk hal2 yg 
> malah bisa merusak konsentrasi trading kita. Ibarat kata, kita masuk ke 
> restoran seafood, lalu kita ngomel2 karena di menu makanan yg diberikan ke 
> kita ngga ada masakan dari daging ayam. Lalu kita minta dipanggilkan pemilik 
> atau pemimpin restorannya, dan menjelaskan ke mereka bahwa mereka seharusnya 
> sediakan masakan daging ayam. Khan ngga semua pengunjung akan selalu makan 
> seafood, jadi mereka harus menyediakan daging ayam. Kira2 analogi kasarnya 
> seperti itu. Walau saya tidak dalam konteks melarang kita memberi masukan ke 
> otoritas bursa ya, karena masukan2 yg positif yg disampaikan dengan sopan 
> santun, niscaya akan mendapatkan peritmbangan walau tidak selalu usulan kita 
> akan dipenuhi ya, karena mereka saya yakini lebih paham apa yg diperlukan 
> saat ini oleh pasar modal kita dengan mempertimbangkan kepentingan umum yg 
> lebih luas, bukan kepentingan orang per orang.
> 
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
> 
> 
> 2011/11/25 Sinto Sugiyo <[email protected]>
> 
> 
> Iya sih Pak..cuman kan saya beli sahamnya kebetulan GBTO..dengan perkiraan 
> bisa ke 600 an klo di pasar reguler tdk tersuspend seperti ini kan ga jelas 
> kpn dibukanya..harga pasar selalu mendahului ekspektasi..klo bicara real atau 
> ga itu nti bias kemana2 kyk saham kebanyakan Right issiu terus turun kenapa 
> Pak? Apakah itu real ditebus disetor uangnya ama pemegang saham mayoritas? 
> siapa yg pernah mengecek? Cuman dikasih di setoran Lap keu nya aja ...dpt 
> sahamnya makanya habis RI byk yg rusak harganya krn kebanyakan mayoritasnya 
> dapat saham kosongan..itu pemikiran saya lho..biar kita semua hati2 dalam 
> membeli saham RI..kembali lagi biar kita ga dirugikan krn kita beli saham 
> pake analisis dll atau ngawur sekali[pun pengennya untung ( harapannya 
> untung) dan perkiraanorg beda2..thx
> 
> 
> 
> --- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
> menulis:
> 
> Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:58 PM
> 
> 
>  
> Lho, bukannya Pak Sinto sebelumnya ada mengatakan GTBO itu naik karena 
> fundamentalnya yg bagus? Logikanya khan kalau memang demikian, akan banyak 
> pembeli di pasar nego, dan bahkan harga di pasar nego lebih tinggi dari pasar 
> reguler terakhir di suspend. Nah, kenapa koq sepi di pasar nego? Kenapa pula 
> harga di pasar nego lebih rendah dari penutupan di pasar reguler? Yakin, 
> perusahaannya beneran bagus? :)
> 
> Jadi, dari kasus ini kita bisa lebih jelas melihat kira2 mana saham yg 
> naiknya cenderung real, dan mana yg cenderung mark up saja.
> 
> Kalau bapak merasa sudah tidak nyaman pegang saham GTBO, jual saja hari senin 
> di pasar nego. Toh, kalau belinya di harga rendah, masih cuan lumayan toh. 
> Hari ini terjadi transaksi di pasar nego di harga 460.
> 
> Ikuti saja aturan main yg sudah ada Pak. Mengusulkan untuk dilakukan 
> perubahan sih menurut saya oke2 saja. Tapi ketika kita marah2 sendiri akan 
> peraturan yg sudah ada dari sebelum2nya (peraturan UMA), menurut saya jadi 
> kurang tepat. Toh di BEI masih ada ratusan saham lainnya. Masa kegiatan 
> trading kita hanya digantungkan di satu saham saja seperti GTBO. Khan tidak 
> toh :)
> 
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
> 
> 
> 2011/11/25 Sinto Sugiyo <[email protected]>
> 
> 
> iya Pak saya sudah tau...msalahnya klo saham disuspend,..siapa yg berani beli 
> di pasar nego dengan byk transaksi seperti biasa? Krn org takut kyk ckra smmt 
> ga jelsa kpn dibukanya lagi..seharusnya harga diserahkan pada pasar 
> reguler..biarlah pasar yg menentukan jgn main suspend lama2 ga tau kpn 
> dibukanya..
> 
> --- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
> menulis:
> 
> Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> Judul: [saham] Pasar Negosiasi
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:26 PM
> 
> 
>  
> Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya,
> di BEI itu mengenal tiga pasar:
> 
> 1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli.
> Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3.
> 2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia
> dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus
> tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0. Biasanya yg
> melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat,
> atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg
> dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai.
> 3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0
> s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya
> pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan
> harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120.
> Pasar negosiasi ini bisa dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan
> jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk
> transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa,
> tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa.
> 
> Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari
> informasinya lebih jauh.
> 
> Semoga bermanfaat.
> 
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

Kirim email ke