Saham habis RI G̶̲̥̅̊ª.. semua pasti rusak harganya, ada juga yg malah 
langsung naik juga, tergantung BD nyalahhh..
Setau saya Ada beberapa skenario BD dalam menyikapi RI:
1. Sblm cumdate RI BD guyur habis saham itu agar harganya turun dibawah harga 
RI, agar RI tidak ada yang tebus dan dimakan semua sama BD nya..yg seperti ini 
biasanya stlh RI saaham itu akan naik dan BD bisa distribusikan lagi RI yang 
ditebus..
2. Sebelum RI harga saham diangkat setinggi2nya, agar RI nya menarik dan 
ditebus oleh pemegang saham ritel, stlh cumdate, BD akan distribusi habis semua 
barangnya termasuk RI yg didapat...tergantung hasil hitungan untung ruginya BD.

Dan masih banyak skenario lainnya yg semuanya tergantung hasil hitungan BD yg 
bisa memberikan keuntungan maksimal buat dia...
Best Regards,
ßµđΨ☀Đα®♏αωαƞ☺™

-----Original Message-----
From: Sinto Sugiyo <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 23:31:51 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi

Iya sih..cuman kan saya bercerita tentang kebanyakan saham yang habis RI kenapa 
bisa rusak ya kira2 begitu ceritanya menurut pendapat saya..agar kita jadi 
waspada ...kembali lagi agar kita ga merasa dikerjain ini itu kek..bayangkan 
jgn terjebak image..oh saham ini RI di 300 tp sekarang harganya 150..berarti 
murah ya? boleh collect? Jgn dolo krn adakah pemikiran ga beneran nebus saham 
di harga 300, trus di pembukuan lap keu nya ditulis ditebus..mereka dpt saham 
trus dijual ke kita...hati2 dengan kemungkinan itu..namanya kemungkinan tp klo 
dipikir secara logika kan masuk akal itu...

--- Pada Jum, 25/11/11, [email protected] <[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi
Kepada: "Saham" <[email protected]>
Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 10:15 PM








 



  


    
      
      
      












Maaf saya menyela ..

Blom tentu setelah RI rusak harga nya
Sebagai cth: UNTR , setelah RI malah menggila harga nya

\(´▽`)/  HiDuP Cm SkLi JgN DiBuAt SuSaHFrom:  Sinto Sugiyo 
<[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 23:08:46 +0800 (SGT)To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi

 



    
      
      
      Iya sih Pak..cuman kan saya beli sahamnya kebetulan GBTO..dengan 
perkiraan bisa ke 600 an klo di pasar reguler tdk tersuspend seperti ini kan ga 
jelas kpn dibukanya..harga pasar selalu mendahului ekspektasi..klo bicara real 
atau ga itu nti bias kemana2 kyk saham kebanyakan Right issiu terus turun 
kenapa Pak? Apakah itu real ditebus disetor uangnya ama pemegang saham 
mayoritas? siapa yg pernah mengecek? Cuman dikasih di setoran Lap keu nya aja 
...dpt sahamnya makanya habis RI byk yg rusak harganya krn kebanyakan 
mayoritasnya dapat saham kosongan..itu pemikiran saya lho..biar kita semua 
hati2 dalam membeli saham RI..kembali lagi biar kita ga dirugikan krn kita beli 
saham pake analisis dll atau ngawur sekali[pun pengennya untung ( harapannya 
untung) dan perkiraanorg beda2..thx


--- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu
 <[email protected]> menulis:

Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:58 PM








 



    
      
      
      Lho, bukannya Pak Sinto sebelumnya ada mengatakan GTBO itu naik karena 
fundamentalnya yg bagus? Logikanya khan kalau memang demikian, akan banyak 
pembeli di pasar nego, dan bahkan harga di pasar nego lebih tinggi dari pasar 
reguler terakhir di suspend. Nah, kenapa koq sepi di pasar nego? Kenapa pula 
harga di pasar nego lebih rendah dari penutupan di pasar reguler? Yakin, 
perusahaannya beneran bagus? :)


Jadi, dari kasus ini kita bisa lebih jelas melihat kira2 mana saham yg naiknya 
cenderung real, dan mana yg cenderung mark up saja.

Kalau bapak merasa sudah tidak nyaman pegang saham GTBO, jual saja hari senin 
di pasar nego. Toh, kalau belinya di harga rendah, masih cuan lumayan toh. Hari 
ini terjadi transaksi di pasar nego di harga 460.


Ikuti saja aturan main yg sudah ada Pak. Mengusulkan untuk dilakukan perubahan 
sih menurut saya oke2 saja. Tapi ketika kita marah2 sendiri akan peraturan yg 
sudah ada dari sebelum2nya (peraturan UMA), menurut saya jadi kurang tepat. Toh 
di BEI masih ada ratusan saham lainnya. Masa kegiatan trading kita hanya 
digantungkan di satu saham saja seperti GTBO. Khan tidak toh :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/25 Sinto Sugiyo <[email protected]>








        

















iya Pak saya sudah tau...msalahnya klo saham disuspend,..siapa yg berani beli 
di pasar nego dengan byk transaksi seperti biasa? Krn org takut kyk ckra smmt 
ga jelsa kpn dibukanya lagi..seharusnya harga diserahkan pada pasar 
reguler..biarlah pasar yg menentukan jgn main suspend lama2 ga tau kpn 
dibukanya..


--- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
menulis:


Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: [saham] Pasar Negosiasi
Kepada: [email protected]

Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:26 PM








 



    
      
      
      Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya,

di BEI itu mengenal tiga pasar:



1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli.

Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3.

2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia

dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus

tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0.  Biasanya yg

melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat,

atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg

dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai.

3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0

s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya

pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan

harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120.

Pasar negosiasi ini bisa dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan

jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk

transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa,

tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa.



Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari

informasinya lebih jauh.



Semoga bermanfaat.



jabat erat,

Irwan Ariston Napitupulu



    
     















    
    














    
     








    
     

    










    
     

    
    






  




Kirim email ke