Sampai sekarang masih jagoan koq

Buat tektok

Wkwkwkw
On Dec 30, 2011 12:52 PM, "anrusing data" <[email protected]> wrote:

> **
>
>
> Mrk kan biasa manja, in the long run, layanan terbaik akan menang...
> Dulu mrk saham jagoan saya, skrg ga ada satupun di list. Wkwkwk.....
>
> On Friday, 30 December 2011, sylvester goldman <[email protected]> wrote:
> >
> >
> > yang pasti kinerja TELCO payah semua, harus ada regulasi dari
> pemarintah. jangan dibiarkan seperti saat ini. tidak berkembang seperti
> TLKM,ISAT dll.
> >
> > --- On Fri, 12/30/11, mr bejo <[email protected]> wrote:
> >
> > From: mr bejo <[email protected]>
> > Subject: Re: [saham] Industri Telekomunikasi Indonesia
> > To: [email protected]
> > Date: Friday, December 30, 2011, 5:14 AM
> >
> > Sedikit koreksi boleh ya Pak :)
> > Setahu saya, bisnis Indosat saat ini dominan di Seluler jd boleh jadi
> > head-to-head dg anak perush Telkom yaitu Telkomsel. Untuk pembagian
> > wilayah, Telkom sdh bertransformasi menjadi penyedia layanan TIME shg
> > tdk dibagi lg menjadi 7 wilayah (kata kawan), namun sdh membentuk
> > unit2 dan anak perusahaan2 mandiri.
> > Metrosel-komselindo sdh gabung dlm 1 perusahaan yaitu smartfren yg
> > kepemilikan oleh Smart Group. Sedangkan teknologi NMT450 dan AMPS saat
> > ini sdh ditinggalkan diganti dg CDMA maupun GSM.
> > No offense ya, thanks :)
> >
> > On 12/29/11, Hendrik Limbono <[email protected]> wrote:
> >> Seiring dengan
> >> semakin derasnya arus globalisasi, yang didalamnya dituntut adanya
> >> pertukaran
> >> informasi yang semakin cepat antar daerah dan negara, membuat peranan
> >> telekomunikasi menjadi sangat penting. Telekomunikasi sebagai wahana
> bagi
> >> pertukaran informasi akan semakin memperhatikan aspek kualitas jasa.
> Selain
> >> itu perkembangan
> >> di bidang dunia informasi saat ini begitu cepat, baik dilihat dari isi
> >> maupun
> >> teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Masyarakat dunia
> >> informasi menyadari hal tersebut sehingga mereka berupaya keras
> menciptakan
> >> infrastruktur yang mampu menyalurkan informasi secara cepat, artinya
> mereka
> >> sangat membutuhkan jaringan telekomunikasi yang memiliki kualifikasi
> sebagai
> >> information superhighway.
> >> Tuntutan pasar
> >> khususnya konsumen akan tingkat pelayanan yang baik serta tingkat harga
> yang
> >> adil dan transparan semakin kritis, membuat bentuk pasar monopoli atau
> >> duopoli
> >> dalam industri penyediaan jasa telekomunikasi tidak lagi sesuai.
> Penerapan
> >> bentuk pasar inipun tidak lagi memadai dalam
> >> memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan akses dan layanan jasa
> >> telekomunikasi – informasi yang sangat diperlukan untuk dapat
> mempersiapkan
> >> masyarakat memasuki pasar perdagangan bebas. Sandang, pangan dan papan
> >> memang
> >> merupakan kebutuhan pokok hari ini, namun untuk dapat menghadapi masa
> depan,
> >> aspek informasi tidak dapat diabaikan bahkan akan menjadi kebutuhan
> utama
> >> masyarakat. Oleh karena itu dirasakan perlu untuk melakukan suatu
> percepatan
> >> ekskalasi sarana telekomunikasi dan informasi, mengingat sarana
> >> infrastruktur
> >> ini merupakan aspek penunjang yang sangat penting bagi upaya
> pemberdayaan
> >> dan
> >> peningkatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
> >>
> >> Struktur
> >> Lingkungan Industri Telekomunikasi di Indonesia
> >> Untuk mengetahui trend industri
> >> telekomunikasi yang ada, kita harus mengetahui terlebih dahulu struktur
> >> lingkungan industrinya. Lingkungan Industri Lingkungan industri adalah
> >> tingkatan dari lingkungan eksternal perusahaan yang menghasilkan
> >> komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif
> lebih
> >> spesifik dan langsung terhadap operasionalisasi perusahaan.
> >> Perkembangan suatu industri tidak
> >> terlepas dari persaingan para pelaku didalamnya. Struktur industri
> mempunyai
> >> pengaruh yang kuat dalam menentukan aturan permainan. Menurut Michael
> Porter
> >> dalam
> >> bukunya Competitive Strategy, keadaan persaingan dalam suatu industri
> >> tergantung lima kekuatan persaingan pokok, yaitu:
> >> 1.    Jasa Pengganti
> >> o  macam-macam jasa subsitusi
> >> o  perbedaan harga relatif antara jasa
> >> subsitusi dengan jasa telekomunikasi itu sendiri
> >> o  kecendrungan pelanggan terhadap jasa
> >> subsitusi
> >> Jika ancaman barang subsitusi itu
> >> rendah maka potensi keuntungan dalam industri tersebut tetap tinggi.
> >> 2.    Daya tawar pelanggan dan kondisi
> >> pasar
> >> o  banyaknya pelanggan
> >> o  pembagian pasar
> >> o  sensitifitas pelanggan terhadap
> >> perubahan harga dan perubahan layanan
> >> Jika daya tawar pelanggan lemah,
> >> maka potensi keuntungan dalam industri tersebut akan naik.
> >> 3.    Daya tawar pemasok
> >> o  asal pemasok
> >> o  konsentrasi pemasok
> >> o  keberadaan input subsitusi
> >> Jika daya tawar pemasok rendah, maka
> >> potensi keuntungan dalam industri akan naik.
> >> 4.    Kondisi persaingan antar perusahaan
> >> o  pemain dominan
> >> o  pemain lainnya
> >> o  hubungan persaingan antar pemain
> >> o  pertumbuhan industri
> >> 5.    Ancaman Pendatang baru
> >> o  skala ekonomi
> >> o  identitas merek
> >> o  kebutuhan modal
> >> o  kebijakan pemerintah
> >> Jika penghalang masuk dalam industri itu kuat, maka
> >> potensi keuntungan dalam industri tersebut tetap besar.
> >> Monopoli
> >> dan Duopoli: Tidak Menjamin Mutu Layanan dan Percepatan Ekskalasi
> Nasional
> >>
> >> Penerapan bentuk pasar
> >> monopoli ataupun duopoli tidak menjamin tersediany
> >
> >
>  
>

Kirim email ke