Bang Irwan,

 

Btw untuk perhitungan growth pake historical yach?

Bagaimana dengan perusahaan yang performancenya terkait harga jual yang
fluktuatif missal minyak bumi, CPO sehingga kinerja ke depannya menjadi grey
area à growthnya mw hitung dgn apa y?

 

Btw sebagai contoh kalo bandingin CPIN ama JPFA, boleh tolong dibantu agar
ilustrasi lebih mantabz..

 

Thanks before..

-Iwan-

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Irwan Ariston Napitupulu
Sent: Monday, February 13, 2012 10:28 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Analisa BBNI (FA singkat)

 



Sekedar saya coba sharingkan sedikit pengetahuan.

PE bukanlah ukuran yg sifatnya apple to apple dalam membandingkan dua
perusahaan atau lebih, juga bukan ukuran yg bisa melihat suatu perusahaan
murah atau tidaknya di harga pasar.

Sebagai contoh berikut ini:
Perusahaan A, PER nya 15x.
Perusahaan B, PER nya 15x.

Manakah dari dua perusahaan tersebut yg lebih murah?
Bila hanya data itu yg dimiliki, tentunya kita akan bila keduanya sama.

Tapi kalau datanya ditambah:

Perusahaan A, PER nya 15x, growth nya 10%
Perusahaan B, PER nya 15x, growth nya 20%

Sekarang, manakah dari dua perusahaan tersebut yg lebih murah?
Maka dengan cepat tentunya kita akan pilih B yg lebih murah karena di PER yg
sama, growth nya lebih tinggi.
Kalau dihitung PEG nya, maka perusahaan A PEG nya adalah 1,5 sementara
perusahaan B PEG nya 0,75.

Jadi, hanya dengan melihat PEG perusahaan A yg 1,5, dan PEG perusahaan B yg
0,75, dengan cepat kita bisa membandingkan keduanya bahwa perusahaan B lebih
murah.
Untuk ukuran saham di AS, bila PEG nya di bawah 1, artinya sangat murah.
Kalau PEG nya 1-3, netral. Kalau PEG nya di atas 3, mahal.

Jadi, kalau sebuah perusahaan PER nya 30x pun tapi kalau growth nya masih di
atas 30%, maka saham itu PEG nya masih di bawah 1 sehingga masuk kategori
murah.
Tapi kalau perusahaan walau PER nya 5x sekalipun, tapi growth nya minus,
maka saham tersebut mahal dan harga akan cenderung turun.

Jadi, jangan tertipu dengan data PER yg sebenarnya kurang bermanfaat dalam
menghitung valuasi. Fokuslah di PEG.  PER hanya digunakan untuk mempercepat
perhitungan saja krn kebanyakan disini data yg tersedia adalah PER,
sementara di otak tetap otomatis harus melihat growth dan memperhitungkannya
dengan cermat. Itu sebabnya, saya suka kasih PER yg berbeda2 untuk suatu
perhitungan valuasi wajar perusahaan karena saya memeprhitungkan juga
perkiraan growth nya di tahun2 mendatang. Urusan investasi adalah lebih ke
urusan future, bukan urusan history atau masa lalu. PER bicara masa lalu,
PEG bicara masa mendatang.

Semoga bermanfaat.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2012/2/13 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

 

Kirim email ke