Yap, sesuai dengan alasan perusahaan2 rokok besar pasti nyangkutnya ke lapangan pekerjaan, income, devisa yg disumbang oleh perusahaan rokok. Belum lagi d negri ini segala sesuatu sangat mudah dbungkam sama yg namanya uang,
Pdhl di amerika dulu rokok sampai di icon kan oleh artis, tp akhirnya bs dikurangi sedikit demi sedikit sampe skr 1 bungkus rokok harganya 12 dollar d new york, klo di indonesia saya ragu. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "kangduren" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Mar 2012 06:02:31 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Fw: [saham] Analisa BBNI (FA singkat) menurut sy sulit rokok hilang dr indonesia krn warung2 itu nanti ga ada income..... jd rokok survive krn pedagang2 warung juga mau survive, dugaan saya perokok2 baru lebih banyak gol. bawah. --- In [email protected], frederickfst@... wrote: > > Share dkit nih, setelah dpt sedikit view dr ibu katrin mengenai prospek ggrm > ke dpannya, brati org2 yg beli ggrm secara ga lgs kan mengharapkan kinerja > ggrm meningkat yg diperoleh dr "seminimalnya" tidak berkurangnya demand rokok > d negri ini, > > Pdhl klo diliat pasar rokok itu kan sebenarnya bertentangan karena rokok itu > pembunuh, sbnernya bangsa kita ini dimanfaatkan sebesar2nya oleh phillip > morris dr negri paman sam sebagai ladang demmand dr perusahaan rokok yg sudah > sulit berkembang di sana karena ketatnya regulasi yg sebetulnya baik karena > prevent bangsany menjadi penyakitan gara2 rokok, > > Buat lengkapnya bs disimak d youtube under tag sex lies and cigarettes video > berdurasi 40 mnt ttg ironisnya industri rokok d indonesia. > > Yang sekaligus menjadi dilema hrs against dengan segala cara perusahaan rokok > yg skr memperluas target marketnya kepada remaja, anak di bawah umur, dan > bahkan sekarang untuk perempuan (rokok wanita silinder kecil) tp kita sebagai > investor /trader pasti berharap spy perusahaan rokoknya berkembang terus. > > Saya ngepost topik ini cm sebagai bahan diskusi, bukan brati saya munafik ato > against banget rokok atau gimana, soalnya saya jg sempat beli ggrm, hehehe, > gmn mnurut bapa/ibu sekalian? > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > -----Original Message----- > From: katrin <kusumok@...> > Sender: [email protected] > Date: Sun, 11 Mar 2012 12:25:15 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: Fw: [saham] Analisa BBNI (FA singkat) > > Rada salah tuh asumsi nya, pertumbuhan produksi per tahun masih selalu di > atas 2,5 %, data terakhir malah di angka hampir 4 %, jadi bukan sekedar > kenaikan penjualan berdasarkan kenaikan harga jual. > Sudah gitu, jumlah produser/pabrik rokok semakin mengecil. Jadi kue yang > membesar dibagi di antara jumlah produser yang mengecil, market share GGRM > selalu meningkat. > > Ditambah lagi kondisi bahwa harga bahan baku semakin tahun malah kadang-2 > semakin menurun karena demand nya yang juga menurun :D > > Nah ada 2 studi yang menarik, yang 1 membandingkan harga rokok berdasarkan > inflasi....ternyata pada dasarnya harga rokok selalu naik di sekitar > kenaikan inflasi :D jadi nya elastisitas demand masih bisa mengikuti > kenaikan harga. Bahkan sebenarnya meningkat sejalan dengan peningkatan > kondisi ekonomi Indonesia. > Studi kedua, studi demografi, ternyata jumlah perokok usia muda masih terus > meningkat...diterjemahkan menjadi tabungan masa depan perusahaan rokok :D > > > >
