Dari dulu2 saya merasa ada sesuatu yang selalu disembunyikan oleh pemerintah 
dibalik hitungan2 subsidi minyak ini. Mudah2an dengan meleknya rakyat akan 
hitungan2 ini dugaan saya akan terkuak. Terima kasih bung Gito telah 
memforwardkan.

--- On Sun, 3/25/12, Gito Sibarani <[email protected]> wrote:

From: Gito Sibarani <[email protected]>
Subject: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
To: [email protected]
Date: Sunday, March 25, 2012, 11:05 AM
















 



  


    
      
      
      












Best Regards,
gS
Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  Koko Tobing <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Sun, 25 Mar 2012 19:59:28 +0800 (SGT)To: 
[email protected]<[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: [Batak_Gaul] Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung

 



    
      
      
      Apakah ada tanggapannya saudara/???

Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
                                
                                
                                        
                                                Saya Rieke Diah Pitaloka, 
sekedar mengingatkan 13 hari lagi 
adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan 
tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.
Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada 
rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi
 dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.
Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para 
ekonom yang tidak bermahzab neolib!
Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 literHarga Minyak 
Mentah = 105 USD per BarelBiaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD 
per Barel

= (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per LiterBiaya LRT untuk 63 Milyar Liter

= 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyunLifting = 930.000 barel per hari,

atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahunHak Indonesia adalah 70%, 
maka = 237,615 Juta Barel per tahunKonsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter 
per tahun,

atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahunPertamina memperoleh dari 
Konsumen :

= Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-

= Rp. 283,5 TrilyunPertamina membeli dari Pemerintah

= 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-

= Rp. 224,546 TrilyunKekurangan yang harus di IMPOR

= Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta 
barel

= 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-

= Rp. 149,887 Trilyun
KESIMPULAN: ‎
Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar 
liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.Pertamina harus 
impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 TrilyunPertamina membeli dari 
Pemerintah Rp. 224,546 TrilyunPertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar 
Liter @Rp.566,-

= Rp. 35,658 TrilyunJumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun Pertamina 
kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan 
ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”Kekurangan 
yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran 
Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di 
Indonesia

= Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun

= Rp. 126,591 trilyunTapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan 
juga kepada 
Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 
224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah 
disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.Maka kesimpulannya adalah 
pemerintah malah kelebihan uang, yaitu 
sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar
 Pemerintah (subsidi)

= Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun

= Rp. 97,955 Trilyun
Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang
 keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1
 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama
 7 tahun kekuasaannya?
JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada 
rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat 
agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!

 

 

Jakarta 16 Maret 2012

Salam Juang

 

 

 

Rieke Diah Pitaloka
                                        
                                


    
     

    










    
     

    
    






  








Kirim email ke