Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro bukan Anggito Abimanyu lagi bung. Dan dahulu sewaktu Pak AA masih Kepala BKF (tahun 2011) beliau juga menyarankan kenaikan harga BBM.
Rgds JnTmg On Mon, Mar 26, 2012 at 3:37 AM, Gito Sibarani <[email protected]> wrote: > ** > > > Tapi lucunya itung2an Kwik Kian Gie itu diamini sama Anggito Abimanyu yg > notabene adl Kepala Fiskal Kementrian Keuangan! Gimana donk? > Agus Marto dan Jero Wacik sendiri hanya bisa koar2 klo BBM ga naik APBN > bakal jebol tanpa ada data2 yg meyakinkan. > Jgn kan data hitung2an, data jumlah penduduk miskin saja Agus Marto > melenceng jauh!! Apa kata dunia? > Best Regards, > gS > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Oguds <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Mon, 26 Mar 2012 03:08:39 +0700 > *To: *frans suwardi<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung > > > > > Ah, tulisan si Oneng itu cuma copas dari hitung2an Kwik Kian Gie. Lagu > lama, setiap ada kenaikan bbm hitung2an ini keluar lagi. Sama seperti > rumor saham yg itu lagi itu lagi. Too good to be true lah. Itu penuh > dengan asumsi2, realitasnya boleh jadi jauh. Wamen ESDM khan orangnya > urakan juga, toh gak ada hitung2an seperti itu. > > Monday, March 26, 2012, 1:04:13 AM, you wrote: > > fs> Dari dulu2 saya merasa ada sesuatu yang selalu disembunyikan oleh > fs> pemerintah dibalik hitungan2 subsidi minyak ini. Mudah2an dengan > fs> meleknya rakyat akan hitungan2 ini dugaan saya akan terkuak. > fs> Terima kasih bung Gito telah memforwardkan. > > fs> --- On Sun, 3/25/12, Gito Sibarani <[email protected]> wrote: > > fs> From: Gito Sibarani <[email protected]> > fs> Subject: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung > fs> To: [email protected] > fs> Date: Sunday, March 25, 2012, 11:05 AM > > fs> > > fs> Best Regards, > fs> gS > fs> Powered by Telkomsel BlackBerry® > fs> From: Koko Tobing <[email protected]> > fs> Sender: [email protected] > fs> Date: Sun, 25 Mar 2012 19:59:28 +0800 (SGT) > fs> To: [email protected]<[email protected]> > fs> ReplyTo: [email protected] > fs> Subject: [Batak_Gaul] Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung > > fs> > > fs> Apakah ada tanggapannya saudara/??? > > fs> Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung > fs> Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi > fs> adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, > fs> kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol. > fs> Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan > fs> kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak > fs> mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak > jebol. > fs> Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, > fs> terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib! > fs> ° Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter > fs> ° Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel > fs> ° Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel > fs> ° = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter > fs> ° Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter > fs> ° = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun > fs> ° Lifting = 930.000 barel per hari, > fs> ° atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun > fs> ° Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun > fs> ° Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun, > fs> ° atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun > fs> ° Pertamina memperoleh dari Konsumen : > fs> ° = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,- > fs> ° = Rp. 283,5 Trilyun > fs> ° Pertamina membeli dari Pemerintah > fs> ° = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- > fs> ° = Rp. 224,546 Trilyun > fs> ° Kekurangan yang harus di IMPOR > fs> ° = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = > 158,611 Juta barel > fs> ° = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- > fs> ° = Rp. 149,887 Trilyun > fs> KESIMPULAN: > fs> 1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak > fs> 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun. > fs> 2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun > fs> 3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun > fs> 4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,- > fs> 4. = Rp. 35,658 Trilyun > fs> 5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun > fs> 6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar > fs> kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut > “SUBSIDI” > fs> 7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah > fs> pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM > kebutuhan di Indonesia > fs> 7. = Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun > fs> 7. = Rp. 126,591 trilyun > fs> 8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan > fs> juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari > fs> pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal > fs> inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat. > fs> 9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan > fs> uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – > fs> kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi) > fs> 9. = Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun > fs> 9. = Rp. 97,955 Trilyun > fs> Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa > fs> uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru > fs> hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY > fs> jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya? > fs> JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada > fs> rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal > fs> muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG! > fs> > fs> > fs> Jakarta 16 Maret 2012 > fs> Salam Juang > fs> > fs> > fs> > fs> Rieke Diah Pitaloka > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > > > >
