Mungkin perlu menelaah Anggito itu membenarkan bagian mananya. Toh, kesimpulan akhirnya kan Anggito tetap setuju menaikkan harga BBM.
________________________________ From: Gito Sibarani <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, March 26, 2012 7:06 AM Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung Anggito Abimanyu membenarkan hitungan Pak Kwik di acara Indonesia Lawyers Club di TV One. Di acara yg sama pun Karni Ilyas menanyakan hal yg serupa dgn mas cuantraderidx pertanyakan. Dan jwbn Kwik, "saya menolak. Dan krn saya menolak itulah makanya saya diganti dr posisi saya sbg menko ekuin dan Kepala bappenas." Lebih kurang spt itulah jawabannya. Best Regards, gS Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Mon, 26 Mar 2012 00:00:17 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung Tapi dulu kenapa Ibu Megawati naikin bbm yang notabene Kwik merupakan Anggota menteri saat itu? Ah udah lah uda, lupa kalo uda senen, bahas saham lebi seru Sent from my BlackBerry® hasil cuan ________________________________ From: "Gito Sibarani" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 25 Mar 2012 20:37:55 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung Tapi lucunya itung2an Kwik Kian Gie itu diamini sama Anggito Abimanyu yg notabene adl Kepala Fiskal Kementrian Keuangan! Gimana donk? Agus Marto dan Jero Wacik sendiri hanya bisa koar2 klo BBM ga naik APBN bakal jebol tanpa ada data2 yg meyakinkan. Jgn kan data hitung2an, data jumlah penduduk miskin saja Agus Marto melenceng jauh!! Apa kata dunia? Best Regards, gS Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: Oguds <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 26 Mar 2012 03:08:39 +0700 To: frans suwardi<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung Ah, tulisan si Oneng itu cuma copas dari hitung2an Kwik Kian Gie. Lagu lama, setiap ada kenaikan bbm hitung2an ini keluar lagi. Sama seperti rumor saham yg itu lagi itu lagi. Too good to be true lah. Itu penuh dengan asumsi2, realitasnya boleh jadi jauh. Wamen ESDM khan orangnya urakan juga, toh gak ada hitung2an seperti itu. Monday, March 26, 2012, 1:04:13 AM, you wrote: fs> Dari dulu2 saya merasa ada sesuatu yang selalu disembunyikan oleh fs> pemerintah dibalik hitungan2 subsidi minyak ini. Mudah2an dengan fs> meleknya rakyat akan hitungan2 ini dugaan saya akan terkuak. fs> Terima kasih bung Gito telah memforwardkan. fs> --- On Sun, 3/25/12, Gito Sibarani <[email protected]> wrote: fs> From: Gito Sibarani <[email protected]> fs> Subject: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung fs> To: [email protected] fs> Date: Sunday, March 25, 2012, 11:05 AM fs> fs> Best Regards, fs> gS fs> Powered by Telkomsel BlackBerry® fs> From: Koko Tobing <[email protected]> fs> Sender: [email protected] fs> Date: Sun, 25 Mar 2012 19:59:28 +0800 (SGT) fs> To: [email protected]<[email protected]> fs> ReplyTo: [email protected] fs> Subject: [Batak_Gaul] Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung fs> fs> Apakah ada tanggapannya saudara/??? fs> Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung fs> Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi fs> adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, fs> kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol. fs> Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan fs> kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak fs> mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol. fs> Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, fs> terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib! fs> ° Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter fs> ° Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel fs> ° Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel fs> ° = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter fs> ° Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter fs> ° = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun fs> ° Lifting = 930.000 barel per hari, fs> ° atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun fs> ° Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun fs> ° Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun, fs> ° atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun fs> ° Pertamina memperoleh dari Konsumen : fs> ° = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,- fs> ° = Rp. 283,5 Trilyun fs> ° Pertamina membeli dari Pemerintah fs> ° = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- fs> ° = Rp. 224,546 Trilyun fs> ° Kekurangan yang harus di IMPOR fs> ° = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel fs> ° = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- fs> ° = Rp. 149,887 Trilyun fs> KESIMPULAN: fs> 1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak fs> 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun. fs> 2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun fs> 3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun fs> 4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,- fs> 4. = Rp. 35,658 Trilyun fs> 5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun fs> 6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar fs> kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI” fs> 7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah fs> pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia fs> 7. = Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun fs> 7. = Rp. 126,591 trilyun fs> 8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan fs> juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari fs> pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal fs> inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat. fs> 9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan fs> uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – fs> kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi) fs> 9. = Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun fs> 9. = Rp. 97,955 Trilyun fs> Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa fs> uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru fs> hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY fs> jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya? fs> JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada fs> rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal fs> muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG! fs> fs> fs> Jakarta 16 Maret 2012 fs> Salam Juang fs> fs> fs> fs> Rieke Diah Pitaloka -- Tertanda, Oguds [960000031]
